
"Beliau ingin menawarkan pada mahasiswa dan mahasiswi yang minat magang di perusahaan tersebut. "Jeda sang dokter. "Bapak harap kalian harus betul-betul mantap..., untuk magang sementara di perusahaan pak.Aditama dengan baik dan jangan buang kesempatan emak ini ya "semangat dosen.
"Siap pak "ujar semangat mahasiswa dan mahasiswi.
..._Aditama Group_ ...
"Hai mas Bram..., aku bawakan roti isi untuk lunch buat mas "ujar Sonya menaruh bekal di meja Bram. Dan mengalungkan lengannya di bahu sang suami.
"Aku tidak tertarik dengan makanan yang kau bawa "abai Bram melepaskan tangan Sonya.
"Tolong keluar dari ruangan ku "pinta Bram menatap datar Sonya. "Mas Bram.., tolong hargai aku sebagai istri di matamu aku takut mas Bram sakit.., karena belum makan siang, tolong cicipi masakan ku sedikit saja "Sonya menampilkan wajah sedihnya.
^^^Kumohon..., aku sudah lelah berakting. Dalam hati Sonya ^^^
__ADS_1
"Oke..., tapi keluar dari ruangan ku "dingin Bram. "Baiklah.., makan dengan habis ya "memeluk tubuh Bram.
"Cepat pergi "usir Bram melepas tangan Sonya. "Hihi..., baiklah mas sampai jumpa "mencium pipi Bram.
"Apa-apaan "geram Bram mengambil tissu dan mengelap pipinya. "Pak Bram.., hari ini jadwal untuk berkunjung ke universitas Harapan maju, dan ny. Sonya sudah ada di mobil "ujar cita sekretaris sementara.
"Apa.., "kaget Bram. "Dia juga ikut bersama ku "di angguki Cita. "Sebenarnya tidak bawa istri juga tidak apa-apa pak.., hanya saja ibu pak Bram "ucap Cita berhenti.
"Oke..., aku tahu "berlalu pergi yang di ikut Cita. Beberapa menit sudah di perjalanan..., Bram dan Sonya sampai di universitas Harapan Maju, Mereka masuk dan di sambut dengan kepala sekolah dan mahasiswa dan mahasiswi yang lain.
Sedangkan Sonya melambaikan tangannya dan berusaha berwibawa itu yg Bram tidak suka dengan sisi lain Sonya yang tidak apa adanya. "Selamat datang pak. Bram.., saya kepala di kampus ini saya Radit "melambaikan tangan.
"Iya pak "menyambut tangan pak. Radit sang kepala sekolah itu. Sambil melihat-lihat lorong, ruangan, tempat olahraga, laboratorium atau teater dan sebagainya.
__ADS_1
Kita bahas ke Cessa yang sedang berada di kantin yang kosong hanya penjual pedagang yang menemaninya. "Cessa kenapa kamu gak kedepan aula kampus sih, tamunya ganteng asal kamu tahu ya..., terus istrinya cantik pula glowing kaya pantulan cermin. "Ceritanya.
"Haha..., lucu kamu Zuri "tawa Cessa. "Aku di kantin karena lapar gak sempet kedepan karena badanku lemas.., "Setelah pelajaran selesai aku harus ke toko nek. Citra "ujarnya.
"Pekerja keras sekali kamu.., aku jadi iri aku tidak seperti kamu "ucapnya melow.
"Ais..., aku tidak suka wajah sedih mu "ucapnya pada Zuri. "Kamu selalu begitu "malas Zuri. "Ouh ya aku kapan-kapan mau mampir ke toko di tempat kamu "
"Tentu saja boleh..., siapa yang melarang kamu "merangkul bahu Zuri. "Kenapa wajahmu "melihat wajah Cessa meringis.
"Perutku sakit..., ke toilet dulu ya "izinnya pergi berlari. "Eh.., ish main tinggal aja "ujar Zuri.
Toilet
__ADS_1
Saat Cessa akan masuk dirinya tidak sengaja menabrak bahu laki-laki yang keluar dari toilet, hal hasil Cessa meminta maaf namun apa yang di dapat justru kedua laki-laki tersebut mendorong Cessa ke dinding.