
My IG \= author_a.s
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Khalisa yang menangis terdiam saat berada di gendongan ibunya. Wajah polos baby Khalisa menatap sang ibu yang menangis.
Tangan mungilnya memegang telunjuk ibunya dan tersenyum mengatakan bahwa dia baik-baik saja. "Kenapa tersenyum hah...,selama ini ibu mengkhawatirkan kamu..,apa kamu baik-baik saja dan "melihat putrinya tertawan membalas menangapi ucapan nya.
"Putri nakal "mencium kening putrinya. "Oa...,h "celoteh baby Khalisa. "Apa nak..,mau bicara apa "tersenyum teduh pada putrinya.
"Kamu lapar...,iya nak "membawa masuk putrinya ke dalam rumah. Sedangkan Bram melihat ke samping dan tidak melihat Cessa. Indera pendengarannya mendengar lantunan yang buat ia tenang.
Bram keluar dari kamarnya dan menuruni tangga melihat istrinya menggendong seorang bayi. Cessa melihat ke arahnya dengan senyuman yang terpancar ceria.
Cessa mematikan cd dan menghampiri Bram. "Mas Bram...,putri kita "senang Cessa memegang tangan Bram.
"Ya..,"Bram kaget. "Hah..,putriku kembali "senang Bram mencium kening Cessa dan mengelus kepala putrinya.
__ADS_1
"Kamu menemukan Khalisa dimana? "tanya Bram. "Depan pintu "santai Cessa. Bram melihat ke arah pintu dan ada sebuah keranjang.
Bram mengambil keranjang tersebut dan melihat ada secarik kertas. "Yank...,ada yang meninggalkan surat "ujar Bram duduk di sofa.
"Benarkah..."duduk di samping suaminya. Bram membuka kertas tersebut dan keduanya membaca bersama-sama dalam hati.
..."Untuk tante dan om..,jaga Khalisa dengan baik dan sampai besar. Karena aku menyanginya ❤..,dan jangan marahi Khalisa om..,tante 😐. Karena kalau aku sudah besar aku akan menjaga nya..,simpan suratnya ya om...,tante untuk di lihat sama Khalisa..,muach. " ...
*To : Om, tante dan Khalisa
^^^Salam : Pria milik Khalisa* ^^^
"Ck..,hah dasar bocah "Bram geleng-geleng kepala.
"Aku kabari ibu dan ayah ya mas "ucap Cessa menelpon ibu dan ayah mertua.
Beberapa menit kemudian..,Arana dan Burhan masuk ke dalam rumah Bram dengan semangat. Keduanya tersenyum bahagia melihat cucu mereka telah kembali.
"Cucuku...,akhirnya pulang ya "senang Arana memberikan ciuman bertubi-tubi.
__ADS_1
"Bram..,Sonya dan Jhon "
"Mereka tidak bisa di lacak dan mereka jadi buronan "ujar Bram.
"Hah..,"membuang nafas.
^^^Aku tidak akan biarkan kalian lolos...,aku akan memenjarakan kalian berdua, dalam hati Bram. ^^^
Kedua tangan mungil milik Khalisa bergerak seperti minta di gendong oleh sang oma. Arana pun dengan senang hati menggendong cucunya tersebut. "Hoamm "baby Khalisa menguap.
"Cucu oppa ngantuk ya "Burhan mengelus kepala mungil baby Khalisa.
Arana dan Burhan berjalan ke arah kamar milik Khalisa, Cessa memeluk Bram erat dan di balas Bram erat pula. Dan tanpa henti-hentinya mencium kening istrinya.
Satu bulan kemudian...
Brakks...,Sonya kaget dengan gebrakan Bram saat di ruang interogasi. "Maafkan aku Bram...,aku janji tidak akan mengganggu mu ataupun istri mu...,aku mohon putraku membutuhkan ku "mohon Sonya berlutut.
"Aku yakin putramu tidak mau kamu menjadi ibunya...,putramu aman sekarang dia lebih bahagia daripada dengan mu "ucap Bram.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan pada putraku....,putraku tidak boleh di adopsi. Mereka tidak menyanginya. Aku ibu kandungnya "teriak Sonya.