
"Lalu..., sedang apa dia di sana "tanya Bram. "Aku takut hubungan kita terbongkar.., sebelum terlambat kita akhiri saja hubungan haram kita ya "pinta Cessa.
"Jangan bicarakan begitu.., aku tidak suka dan tidak setuju. Cessa aku menyangimu jauh lebih dari Sonya sendiri "memegang tangan Cessa erat.
"Tapi mas..., cepat atau lambat hubungan kita pasti ketahuan "ujar Cessa. "Tujuan kita akan sampai Cessa..., setelah kamu wisuda aku akan melamar mu dan menikahi mu secepatnya, jangan pikirkan tentang Sonya.., keluarga ku..., atau apapun itu., kita raih dulu kebahagiaan kita lalu pelan-pelan kita jelaskan "memeluk erat Cessa.
"Janji mas "pinta Cessa. "Ya..., janji "mantap Bram. Waktu menunjukkan pukul 00:00 malam.., Sonya masih setia menunggu kepulangan suaminya.
Sekitar 45 menit menuggu tapi tidak kelihatan batang hidung suaminya. Sonya yakin jika suaminya memang memiliki simpanan. Sonya menelpon nomor suaminya pun tidak di angkat.
Fix ia akan minta bantuan pada jasa mata-mata, sementara itu Bram dan Cessa merayakan ulang tahun dengan sederhana dan makan yang di masak oleh Cessa.
Setelah makan selesai Bram membawa Cessa ke kamar, mereka tidur dengan nyaman dan memeluk tanpa ehem-ehem. Siang harinya mereka kembali ke rutinitas masing-masing seperti semula.
__ADS_1
Cessa pulang dari kampus langsung ke Toko kue, setelahnya menuju tempat bekerja nya yang menjadi sumber uang selama ini membantu mengurangi bebannya.
Cessa memberikan surat pengunduran diri pada bosnya setelah mendapat gaji terakhir dan kembali ke rumah, Cessa berhenti di tengah jalan ia melihat ibu yang sedang sakit..., dan adiknya berada di luar rumah.
"Bu..., dek kenapa kalian di luar "tanya Cessa. "Kak..., pemilik rumah ini sudah menjual rumahnya ke seseorang dan kita harus pergi dari kampung ini "jawab Aldo.
^^^Kenapa semua orang tega sekali. Dalam hati Cessa ^^^
"Kita bawa ibu ke rumah sakit dek, ayo bantu kakak "merangkul tangan ibunya.
Sekarang ibunya mendapat perawatan yang layak di rumah sakit, Cessa menelpon Bram untuk menemuinya di RS, setelah selesai berbicara Cessa masuk ke dalam ruangan ibunya.
Cessa ingin sekali menangis karena ibunya menderita kanker otak, tak sanggub melihat kondisi ibunya yang melemah hari ke hari. Jam sudah menunjukkan pukul 23:30 malam.
__ADS_1
Bram juga belum datang di tambah Cessa takut dengan kondisi sang ibu yang dibawa ke UGD. "Kak...."ucap Aldo duduk di samping kakaknya.
"Apa..., "menengok melihat wajah Aldo. "Aku..., "beberapa menit kemudian. "Apa..., kenapa kamu berhenti sekolah "kaget Cessa.
"Aku tidak mau merepotkan kakak..., di tambah kondisi ibu kritis..., izinkan aku bekerja bantu kakak dan kita sama-sama merawat ibu "pinta Aldo."Hiks..., "menangisi.
Satu minggu sudah berlalu..., saat itu Aldo benar-benar mencari pekerjaan dan Cessa masih setia menunggu ibunya. "Aldo Soebroto "panggil seorang wanita.
"Saya mbak "semangat Aldo. "Masuk.., "titah nya. Aldo masuk ke dalam ruangan untuk di tanyai pertanyaan soal pengalaman.
Beberapa menit sudah Aldo keluar dengan wajah murung, sedih dan kecewa. Karena ia tidak di terima bekerja. Apa yang harus ia lakukan kemana lagi ia harus mencari pekerjaan.
Aldo tidak mau terus-menerus merepotkan sang kakak, Aldo berjalan sambil melamun dirinya putus asa.
__ADS_1
Memang dirinya belum memiliki pengalaman apa pun ia berniat menyebrang zebra cross, namun rambu lalu lintas sudah berganti hijau truk besar di sampingnya tidak tahu ia lewat dan ttiittt..., Brakks....