Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 08


__ADS_3

Satu..., dua jam Cessa berdiri hingga beberapa menit kemudian air matanya keluar dengan pelan dan..., deras seketika.


Detik kemudian Cessa menangis histeris menggali tanah, yang menjadi tempat tinggal ibu dan adiknya untuk selamanya.


Cessa terus menangis memanggil ibu dan adiknya meminta untuk tidak meninggalkan nya ,Cessa butuh dukungan di hidupnya yang berantakan ini ia merindukan sosok tersebut.


Namun sampai sekarang ia belum bertemu dengan Bram. Mencoba menelpon..., kirim pesan.., selalu tidak di angkat dan di baca. Tidak jauh dari Cessa berada mobil putih seseorang dengan mimik wajah bahagia.


Melihat benalu di kehidupan rumah tangga nya dengan Bram akhirnya ia bisa singkirkan. "Jhon..., kamu hebat bisa memisahkan dia dari hidup ku dan Bram. "Senang Sonya.


"Kamu sangat senang sekali "Jhon melihat mata Sonya lekat.


"Tentu saja.., apa yang kamu inginkan dariku "tawar Sonya.


"Aku tidak tertarik dengan uangmu "tebak Jhon. "Terus apa "melihat Jhon.


"Dirimu "senyum penuh arti dan Sonya tahu hal itu apa.


"03:00 pagi dini hari..., Sonya belum pulang "mendengar bunyi ponsel.


Bram yang berada di tepian kasur membuka laci dan mengambil ponsel, melihat ada pesan dari atas nama "Belahan Hatiku" .

__ADS_1


"***Mas Bram... ,kamu dimana sudah satu minggu kamu tidak menemuiku "


"Mas Bram.., ibu dan adikku sudah meniggal aku sebatang kara.., dan tidak punya tempat tinggal lagi "


"Mas seseorang telah menyiarkan berita tentang hubungan kita dan kemesraan kita "


"Aku kembali bekerja di club..., maafkan aku. Karena aku tidak punya pilihan lain lagi "


"Mas tolong balas pesanku atau telp balik aku "


"Aku membutuhkan kamu di samping ku mas*** "


Begitulah pesan yang di kirim "Belahan Hatiku" tersebut di ponsel miliknya yang lama. Bram bingung siapa ia dan apa hubungannya dengan wanita itu.


Paginya Bram bangun dan melihat ke sampingnya dan tidak ada tanda-tanda Sonya tidur di sampingnya. "Kamu kemana "menerka-nerka.


Di tempat lain sejoli yang belum terikat pernikahan sedang bercocok tanam di pagi hari..., Jhon dan Sonya saling menghangatkan tubuh polos mereka dan mencapai puncak nirwana bersama-sama.


"Hah...."erangan Jhon dan Sonya. "Sudah ya.., aku harus pulang Bram menuggu ky " mendorong dada Jhon.


Sementara itu seorang gadis yang tidak cukup baik hatinya, sedang melamun di meja bartender.

__ADS_1


Cessa melihat pesan yang ia kirim di baca namun Bram tidak menelpon balik. Cessa kembali berpikir mana mungkin hidup dunia berpihak kepada nya.


Cessa seorang kupu-kupu malam mana mungkin menemukan cintanya, kebahagiaan nya, dan pria sejati.


Satu bulan lamanya Cessa menjalani pekerjaan nya lagi dan tidak ada kabar dari seseorang..., yang ia sangat rindukan.


Sudah cukup berharap selama satu bulan ini, Cessa sudah bulat dengan pikirannya dan hatinya untuk melupakan kenangan indah dengan Bram.


Dan kini tidak ada yang melarang dan ia bebas memilih jalan hidupnya.


^^^Baguslah sikap mas Bram seperti ini..., mudah sekali menyingkirkan Cessa. Sekarang dan selamanya mas Bram hanya milikku. Batin Sonya ^^^


"Mas mau ambilkan makanan apa "melihat Bram melihat-lihat makanan. "Jengkol dong..., "pinta Bram.


^^^Jengkol..., sejak kapan mas Bram suka jengkol. Dalam hati Sonya ^^^


"Baiklah.... "mengambil piring berisi jengkol.


...----------------...


...Giman-gimana...., alur ceritanya nanti beda ya reader. ...

__ADS_1


...komentar di bawah yang banyak. ...


__ADS_2