
My IG \= author_a.s
__________________________________________
...Dalam situasi ini..., ibu dan ayah bisa tenang dengan masalah yang aku buat. Dan Khalisa tentu saja adikku ini mengeluarkan kekesalannya, dalam hati Mateo ...
"Malamnya apa ibu dan ayah bisa bantu aku untuk melamar Ayla "ujar Mateo. "Sungguh "kaget Cessa dan Bram.
Sementara itu..., Khalisa dan Heller saat ini sedang berada di kafe. Minum kopi bersama sedangkan Dalla dan Indira di meja terpisah dengan bos mereka.
"Kamu berani sekali memarahi kakak mu "ujar Heller. "Apa yang harus aku lakukan lagi.., gara-gara kekanak-kanakan mereka yang kabur, kedua orangtua ku harus menerima cacian dari orang tua mantan asisten ku. Dan calon mertua dari kak.Mateo "kesal Khalisa makan roti dengan gemas.
"Haha "tawa Heller melihat ocehan Khalisa yang dengan lahap makan. "Kenapa..., kamu tidak makan "ucapnya mengunyah makanan.
"Ini aku makan "makan roti dengan tersenyum.
"Kenapa tersenyum "aneh Khalisa. "Suka-suka lah "
__ADS_1
"Bu.Khalisa dan Pak.Heller akrab ya "ujar Indira minum cappucino.
"Ya "singkat Dalla..., wajah Indira berubah rata mendengar ucapan datar dari Dalla tersebut. Esok harinya.....
"Apa kamu bilang "marah Fatih. "Ya om..., saya sudah menikah dengan wanita lain dan saya membawa uang tunai untuk mengganti kerugian om "senyum Mateo mendorong koper yang berisi uang tersebut.
Fatih tidak berbuat apa-apa lagi.., Mateo berdiri dari duduknya dan berjalan keluar saat membuka pintu Feby berdiri di depannya sekarang.
"Hi..., aku harap kamu mendapatkan yang lebih dari aku "memegang bahu Feby dan berlalu pergi meninggalkan kantor.
Satu tahun sudah pernikahan Mateo dan Ayla yang di karuniai seorang anak bernama "Anggrea Richard"..., dan usianya sudah satu bulan lebih.
"Aku berangkat dulu..., bye "mencium pipi ibu dan ayahnya. "Hati-hati nak "kompak Cessa dan Bram.
Khalisa keluar dengan terburu-buru dan membuka pager disana ia melihat sebuah mobil yang terparkir. Senyumnya terus mengembang tak kala seorang pria keluar dari mobil.
"Sudah siap nona "senyum Heller. "Ya "angguk nya.
Khalisa berjalan dengan pelan menuju Heller dengan senyuman yang terus mengembang....
__ADS_1
"Kita mau kemana "tanya Khalisa. "Kebun teh "jawab Heller. "☺....😐, apa...., ke.., kebun teh "
"Iya kenapa "
"Tidak apa-apa..., hanya saja apa bagusnya "jujurnya. "Ayo masuk "menarik tangan Khalisa untuk masuk ke dalam mobil.
"😭😭😭"tangis baby Anggrea. Ayla yang sedang melipat baju...,terhenti dan berjalan menuju box bayi dan menggendong putrinya lalu di beri asi.
"Jadi ibu rumah tangga ternyata capek juga "mengelus kepala mungil putrinya. "Mmm "memegang baju sang ibu. "Ibu disini nak "menimang-nimang baby Anggrea.
Ya Ayla sudah tidak bekerja lagi saat menikah dengan Mateo, melahirkan anak dan sekarang sungguh menjadi ibu rumah tangga.
Masak...., mencuci..., ngepel... dll semua Ayla yang kerjakan. Dari mulai mandikan Anggrea memakai baju.., ceboknya dll.
Masih banyak lagi yang harus Ayla lakukan sendiri hingga lupa merawat diri. Ayla pun sempat mengalami baby blues saat menjadi ibu baru dan belum bisa menerima bayinya.
Atau apa yang ia lakukan sekarang dan ingin bercerai dari Mateo dan kembali ke kehidupan nya yang awal. Tapi Mateo menghadapinya dengan sabar dan mencoba selalu ada untuk istrinya meski sibuk bekerja.
Khalisa terus menunjukkan wajah datar dan pepohonan kiri-kanan menuju kebun teh, Heller mengendarai mobil sambil telepon soal pekerjaan lagi.
__ADS_1
"Ini kan kencan kita..., kenapa harus bekerja Indira aku kasih cuti karena aku kencan dan kafe ku tutup "sindir Khalisa.