
Selamat membaca dan enjoy.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aduh "ringis Khalisa.
"Turun..., apa-apaan kamu sudah besar juga "omel Cessa yang siap memukul pantat putrinya lagi.
"Ah iya.., ampun "turun dari gendongan sang adik.
"Memangnya kenapa sih kan Irham ototnya geude kaya atlet olahraga..., bahkan tinggi badannya melebihi tinggi badanku, jadi tidak apa-apa aku bergelayut di badan sispek nya "jawab Khalisa.
"Bocah ini "kesal Cessa. "Irham baru datang dan harus istirahat "omel Cessa.
"Tapi aku mau menghabiskan waktu dengan adikku sebelum aku di ambil calon suami ku "memeluk leher adiknya.
"Kenapa kalian ini..., Irham di rebutin kan dia seperti itu karena aku juga "Bram tidak mau kalah.
Khalisa,Irham dan Cessa diam melihat ke arah Bram yang tengah cemburu.
^^^Meja Makan ^^^
"Sungguh..., dia orang korea "tanya Irham.
"Eum "mengunyah makanan dan mengganguk. "Tapi dia bisa bahasa kita "
__ADS_1
"Dia ada perlu apa "timpal Bram.
"Entahlah "menaikkan kedua bahunya.
Di tempat lain...."Kita akhiri hubungan yang tidak jelas ini "ucap Heller duduk di samping wanita.
"Hubungan yang sudah terjalin 10 tahun.., itu yang namanya hubungan tidak jelas "ujar Kang Sujin.
"Sujin "melihat ke arah Sujin. "Saat itu kita sama-sama membutuhkan dan orang tua kita sama-sama tidak merestui hubungan kita, lalu apa lagi yang harus pertahanan kan "
"Itu mau mu tapi aku tidak mau "menunduk. "Aku hamil "terisak.
"Uhukk uhuk "terbatuk. "Sungguh...., dengar aku tidak bisa menikahimu kau tahu bukan aku yg melakukan nya "kaget Heller berdiri dari duduknya.
"Hiks..., aku tahu tapi "menghapus air mata. "Dia milih pergi dengan wanita lain dan dan menikah "cerita Sujin.
"Sujin tenanglah dulu.., aku akan cari solusi dan bicarakan pada calon istriku "memegang bahu Sujin.
"Apa..., kamu akan menikah "masih dengan isakan tangis. "Ya...."jawabnya.
"Aku bahkan sangat mencintai nya "tersenyum sambil menghayal melihat wajah Khalisa.
"Tenanglah Sujin..., ☺aku akan bantu kamu sesuai kemampuan ku "duduk dan memegang bahu Sujin.
"Terima kasih.., hiks "terisak. "Ya "menjauhkan tangan dari bahu Sujin.
__ADS_1
Khalisa meneteskan air matanya dan meninggalkan Heller bersama Kang Sujin. Khalisa masuk ke dalam mobil dan menyimpan plastik berisi barang belanjaan nya.
"Hah "meremat stir mobil.
Hari **H**.....,Hari ini dimana pernikahan Khalisa dan Heller. Tentu saja tamu berdatangan sangat banyak bahkan kursi yang sudah di sediakan kurang.
Mata para tamu tertuju pada sepasang pengantin yang cantik dan tampan. ibu dan bapak yang ada disana ingin memeluk menantu seperti mereka (Heller dan Khalisa).
"Apa kamu tidak apa-apa "Heller menggemgam tangan sang istri.
"☺..., aku baik "senyum terpaksanya.
^^^Ayolah..., jangan overthinking sekarang yakinlah dan percaya pada Heller yang sudah jadi suamimu, dia tidak akan berani selingkuh, dalam hati Khalisa ^^^
"Sayang "panggil Heller. "Uwok "hampir muntah. "Kenapa? "tanya Heller.
"Tolong.., jangan panggil begitu di depan ku "pinta Khalisa.
"Tapi kenapa?..., itu "berhenti bicara. "Cukup "Khalisa menempatkan satu jari telunjuk di bibir suaminya.
"Aku tahu..., itu aish kata-kata itu menggelikan "menjauhkan jarinya dari bibir sang suami.
"Baiklah..., jika itu membuatmu menggangu aku tidak akan ucapkan "ujar Heller. "Baguslah "duduk di kursi pelaminan.
"Kamu lelah "tanya Heller. "Tentu saja..., aku pegal berdiri terus pakai sepatu hak tinggi ini "menaikkan gaun nya sebatas tumit kaki.
__ADS_1
Bersambung....