
...Maaf reader telat update..., author kurang enak badan. ...
__________________________________________
"Ada apa..., jangan kaget "Sonya melirik Cessa. "Apa dia tidak akan memberitahu Bram "memeluk pinggang Sonya dan mengelus perut Sonya.
"Tentu saja tidak akan..., dia juga simpanan suamiku mana berani "sindir Sonya.
Cessa kaget menatap Sonya dan Jhon yang melihatnya sulit di baca, Cessa berjalan ingin ke kamar namun tangan nya di cekal oleh Jhon dengan kuat.
"Lepaskan saya "pinta Cessa. "Tidak-tidak.., kamu pasti kabur atau memberitahukan Bram "Jhon membawa Cessa ke gudang.
"Apa yang kalian lakukan lepas "berontak Cessa. Jhon dan Sonya memaksa Cessa untuk berjalan dan menjebloskan nya ke gudang lalu mengunci pintu tersebut.
"Tidak..., tolong buka pintunya "teriak Cessa dan mengetuk pintu. Jhon dan Sonya tersenyum bahagia dan meninggalkan Cessa di gudang yang banyak debu dan sunyi.
"Hah..., mas Bram "tangis Cessa duduk di lantai.
__ADS_1
Sementara itu..., Jhon dan Sonya sedang menghabiskan waktu bersama di ruang TV dan di sudut ruangan tersebut.
"Kamu yakin dengan rencana kamu itu "ujar Jhon. "Ya..., kamu akan pura-pura dengan Cessa saat pagi hari nanti.., setelah Bram pulang dan melihat mu dengan Cessa "ucap Sonya.
"Oke.., aku akan bantu "lanjut mengelus perut Sonya. Beberapa jam sudah Cessa di kurung di gudang.
Ceklek..., pintu terbuka menampakkan Jhon dan Sonya masuk ke dalam gudang. "Kami membawakan roti untuk mu.., pasti lapar bukan "ujar Sonya.
Cessa hanya diam dan merapatkan tubuhnya, Sonya menyimpan sebungkus roti dan pergi tapi Jhon melihat Cessa dengan lekat.
"Pergilah tuan.., "usir Cessa. "Tidak.., aku tertarik padamu "senyum penuh arti.
Namun sang empu berontak dan menggigit tangan Jhon. "Aaa "teriak nya. "Beraninya kamu "menjambak rambut Cessa.
"Pergi..., atau aku adukan pada mas Bram "ancam nya. "Hah.., apa mas haha "tawa Jhon.
"Kita lihat saja "menempatkan sapu tangan di hidung Cessa.
__ADS_1
Cessa mencoba melepaskan tangan Jhon namun tidak bisa hal hasil kesadarannya hilang, matanya dengan perlahan menutup mata dan seluruh badannya lemas tidak ada tenaga. "Hah..., "melihat Cessa pingsan.
Brakks...."Ada apa "kaget Sonya. "Tidak apa-apa "kalem Jhon membopong Cessa keluar dari gudang.
"Apa yang terjadi dengan nya "tanya Sonya. "Tidak...., mmm dia berontak jadi aku bius dia "jawab Jhon.
"Ouh.."nganguk-nganguk. Jhon menempatkan Cessa di tempat tidur dan menyelimuti-nya, setelahnya berlalu ke luar dan menemui Sonya.
Jam terus berganti sampai pagi pun tiba dan matahari perlahan menampakkan wujudnya, Bram memarkirkan mobilnya dan berjalan ke dalam rumah.
Bram melihat baju yang berserakan ia tahu siapa pemilik baju tersebut, Bram buru-buru berlari ke arah kamar Cessa dan membukanya.
Namun tidak bisa..., Bram mendobrak nya dan melihat Cessa tengah tidur di kasur dan ia marah melihat ada seorang laki-laki tengah mempunggungi Cessa dengan telanjang.
Bram mengepalkan tangannya dan menarik tangan pria tersebut. Bruk.., tubuh Jhon terjatuh ke lantai dan melihat Bram dengan mata merah.
"Apa yang kau lakukan kesini "mengepalkan tangan. "Bram kau sudah pulang "ujar Jhon mendekat.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Sonya datang dan menutup mulutnya seolah-olah terkejut.