
My IG \= author_a.s
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bibi sini biar saya yang nyiapin makanan ini..., bibi kerjakan yang lain saja "titah Cessa.
"Iya nyonya "
Pria tua janggotan itu tengah melihat sang istri sedang menyiapkan makanan, dan dari lihat atas sampai bawah tidak ada yang berubah seperti awal ketemu.
Bram memeluk Cessa dari belakang dan mencium leher Cessa. "Ish.., ☺.., pria tua tidak malu "memukul pelan bahu suaminya. "Jika ada yang lihat bagaimana "malunya.
"Biarkan saja ☺..., kenapa kamu jadi malu-malu seperti ini kita sudah senior dan biarkan anak-anak kita lihat.., betapa romantis nya kita "bersandar di bahu Cessa.
Cessa mencubit pinggang peot suaminya untuk menjauh, karena menggangunya yang sedang masak.
"Dengar anak-anak tidak usah lihat kita bermesraan justru yg ada kita malu dan anak-anak menertawakan..., bulu jenggot mu sudah ubanan tidak cocok "sindir Cessa.
"Kamu ini.., "duduk di kursi. "Maaf-maaf jangan marah aduh pinggang ku sakit "ringis Bram.
__ADS_1
"Apa aku bilang jangan sok..sok-an jadi pria muda. Sudah tua renta diam saja jangan menjadi-jadi "pukul Cessa.
"Aduh "ringis Bram. "Pijat...., pijat pinggang ku "titah Bram. Meski Cessa dan Bram sudah tua dan seperti sedang bertengkar tapi romantis seperti..., awal ketemu atau dua kali bertemu.
Mateo dan Khalisa melihat nya..., mereka saling pandang dan mengatur nafas. "Ya.., ya..., ya jangan mengoceh terus nenek "canda Bram.
"Apa..., pak tua "timpal Cessa. "Hah.., "tawa keduanya.
"Sudah tidak teras kita sudah tua..., ubanan dan "Bram mikir.
"Dan apa "memijat punggung Bram. "Cucu "lanjut Bram. "Hah..., benar juga kita sudah lama tidak mendengar tangisan bayi. Tangisan Irham..., dan anak itu milih kuliah di luar negeri dari pada di negeri nya sendiri "omel Cessa.
"Haha "tawa Bram mendengar omelan nenek tua tersebut.
"Ada yang datang "ucap Cessa. "Ya sudah buka "titah Bram. Cessa berjalan ke pintu utama dan membukanya terlihat seorang pria berdiri tegab.
"Siapa..., cari siapa "ucap Cessa.
"Selamat siang nyonya "mencium telapak tangan Cessa. Plak...."Aduh "ringis pria tersebut.
"Mas "kesal Cessa. "Heh..., jangan cari kesempatan yang udah punya pasangan.., cari sana "ujar Bram.
__ADS_1
"Mas...., jangan gitu malu "
"Mau apa "tanya Bram.
...Ya ampun ni aki-aki sewot banget, dalam hati pria tersebut. ...
"Ma..., yah aku berangkat dulu "mencium pipi Cessa dan Bram.
Khalisa sempat berada pandang dengan pria yang ada di hadapan nya dan masuk ke dalam mobil. "Ma..., pa.., aku berangkat "ucap Mateo.
"Kamu kenal dengan nya "tanya Bram. "Tidak "berlalu pergi.
"Kamu kesini mau ngapain "tanya datar Bram. "Ehem..., salah rumah ternyata maaf om tante "berlari buru-buru.
"Apaansih "mengandeng Cessa masuk ke dalam rumah. Heller berjalan lagi di sebelah rumah yang ia salah masuki, di depan pagar ia melihat note.
"Bibi sedang di pasar..., masuk saja tidak di kunci "ucap pelan Heller. "Bibi ini kalau ada maling bagaimana nulis nota di depan pagar "membuka pager rumah.
Heller kembali melihat rumah yang saat ini ia masuk ke rumah bibinya ternyata salah.
...Ternyata rumah ayah dan ibu calon mertua..., hehe, dalam hati Heller ...
__ADS_1
Heller masuk ke dalam rumah sang bibi dan menutup pintunya, lalu duduk di kursi tamu.
"Kesha dan Cessa.., ucapan nama bibi hampir sama dengan calon ibu mertua ku "ucap pelan Heller.