Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 18


__ADS_3

"Mas Bram.., Jhon "ucapnya lirih. "Sstt..., aku tahu tenang saja mereka sudah pergi "memeluk tubuh mungil istrinya.


"Mas.., sudah mengingat semuanya "lirih Cessa. "Itu..., hah "menunduk. "Mas Bram "memegang kedua bahu Bram.


"Dua hari yang lalu "melihat lekat wajah Cessa. "Malamnya aku bermimpi tentang kecelakaan ku yang mengakibatkan aku hilang ingatan "ucapnya. "Mas kecelakaan "khawatir Cessa.


"Saat kamu menelpon ku untuk ke rumah sakit.., di perjalanan ada mobil putih menabrak mobil di belakang ku hingga aku oleng dan menabrak pembatas jalan dan mobil lain "mengingat kecelakaan yang menimpa padanya.


"Aku turut berduka cita..., saat itu aku tidak di samping mu "tulus Bram menangis. Cessa tersenyum terenyuh dan kedua matanya berair, tangannya mengelus pipi berewokan Bram dan memeluknya erat.


Bram membalas pelukan Cessa dan mencium kepala istrinya. Malamnya Cessa dan Bram sedang menonton televisi bersama-sama Bram memeluk bahu istrinya dan di temani dengan camilan untuk mereka berdua.


"Kamu mau melanjutkan kuliah lagi "tawar Bram. "Apa mas.., "kaget Cessa. "Am.., aku takut "lirih Cessa.


"Jangan takut.., kita pilih universitas lain.., tenang saja "mengelus kepala Cessa. "Baiklah "senyum Cessa.


"Emm.., mas aku mual "Cessa berdiri dan berjalan ke kamar mandi. "Apa Cessa.., "menerka-nerka.

__ADS_1


Bram berjalan mengikuti Cessa dan mengelus tengkuk istrinya yang terus saja muntah-muntah. "Kamu istirahat saja.., aku panggil dokter "titah Bram menggendong istrinya.


"Mas.., "melihat Bram dengan wajah meringis. "Kenapa "berjalan menaiki tangga. "Apa aku hamil "tebaknya.


"Bagus dong "tenang Bram. "Aku takut saat kuliah..., aku tidak konsen "risau Cessa. "Jangan pusingin hal itu.., kan bisa kuliah online "membuka pintu kamar.


Bram membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan dan menyelimuti-nya. "Mas..."memegang tangan Bram. "Jangan pergi tetap di sini "pinta Cessa.


Bram berbaring di samping istrinya dan memeluk erat Cessa hingga tidak ada jarak. Bram mencium pipi gemas Cessa yang tidur. Dan memeluk tangan nya Bram lupa apa yang harus ia lakukan? .


Siang harinya Cessa berjalan ke arah ruang kerja Bram dan memberikan nya sesuatu. "Apa ini "melihat garis dua. "Kamu benar-benar hamil "senang Bram.


"Ini kabar berita yang bagus "senang Bram. "Aku harus memberi tahu semuanya kalau kamu dan aku akan punya anak "senang Bram.


"Jangan.., ingat mas kalau aku ini mantan kupu-kupu malam mereka bukan bahagia melihat bos mereka akan punya anak..., tapi nyinyir tentang aku dan anakku nantinya "menjauh dari Bram.


"Cessa.., hanya karyawan ku "ucapnya. "Jangan..., nantinya mempermalukan ku "pergi dari ruang kerja Bram.

__ADS_1


^^^Apa aku salah..., apa yang harus aku lakukan. Dalam hati Bram. ^^^


Bram melihat Cessa sedang menjemur baju di halaman belakang..., ia berjalan dan berdiri di belakang Cessa.


"Aku minta maaf..., aku janji tidak akan melakukan nya "ucap maaf Bram. "😐..."diam dan kembali meremas baju.


"Cessa..., jawab aku "ujar Bram. "Sorenya aku mau pergi "


"Kemana "tanya cepat Cessa. "☺..., ke rumah sakit untuk USG perut mu "berjalan pelan dan memeluk pinggang Cessa.


"Benarkah..., tidak ada yang lain "curiga Cessa.


Rumah sakit...


"Itu apanya dok "tanya Bram.


"Ini janinnya pak baru sebesar biji kacang..., kandungan nya sehat dan pola makan di atur. Jangan stres ya bu "ujar dokter.

__ADS_1


"Usianya dok "Bram penasaran. "6 minggu pak "ujar Dokter.


"Ouh..., "Bram melihat layar monitor.


__ADS_2