
...Enggal atuh..., follow Instagram author na yuk merapat. ...
...🍀 🍀 🍀 ...
Sudah satu pekan putrinya belum juga di temukan..., Cessa terus banyak melamun memikirkan putrinya yang saat ini belum ketemu.
Bram terus mencari putrinya berada.., begitu pun dengan Sonya dan Jhon. Bram tidak tega melihat istrinya depresi kehilangan putri mereka. Setiap ia pulang dan selalu melihat Cessa berada di dalam kamar putri mereka.
Cessa mengoyang-goyangkan tempat tidur Khalisa seakan putrinya sedang tidur, air asi-nya yang keluar begitu deras Cessa hiraukan..., mandi dan makan pun malas Cessa selalu banyak melamun dan menunggu putrinya pulang.
Bram yang melihat itu tidak tega..., secepat mungkin dirinya harus menemukan putrinya. "Bram.., bagaimana sudah ketemu "ucap Arana.
"Ya Bram.., kamu bisa lacak kan saat Sonya dan Jhon menarik uang di ATM "timpal Burhan.
__ADS_1
"Mereka mengambil uangnya dan pergi tanpa jejak.., putriku masih pada mereka "lemas Bram.
"Hah.., ibu mau bujuk Cessa makan "berlalu pergi. Ceklek..., Arana menyimpan nampan dan duduk di samping menantunya.
"Nak.., kamu harus makan, supaya kamu gak sakit "bujuk Arana. Cessa tidak menanggapi ucapan ibu mertua nya. Cessa tetap mengoyang-goyangkan tempat tidur putrinya.
Perlahan air matanya keluar tanpa ia minta. Arana menghapus air mata menantunya yang jatuh dan Cessa melihat ke arah sang ibu mertua.
"Aku ingin putriku kembali..., kapan mas Bram bawa Khalisa padaku. Hiks.., apa Khalisa tidak merindukan ibunya "lirih Cessa pada ibu mertua.
Arana yang mendengar itu hanya diam dan menangis, Arana memeluk erat menantunya dan menenangkan nya. Sementara itu... "Ayah mau di kemanakan adik Khalisa "cemberut bocah laki-laki tersebut.
"Heller.., adik Khalisa sangat merindukan ibunya dia butuh ibunya "ujar Hector.
"Biarkan adik Heller tetap disini "rengek Heller. "Dengar putra ayah..., Khalisa masih punya keluarga. Keluarga nya mencari keberadaan putri dan cucu mereka "mengelus kepala putranya.
__ADS_1
"Adik Heller lebih bahagia di rumah kita "keukeuh Heller. "Heller mengertilah "Hector membujuk putranya.
"Heller.., kamu lupa saat adik Khalisa menangis tanpa henti dan kamu memberinya susu formula. Apa adik Khalisa mau "tanyanya.
Heller mengeleng sambil menyentuh tangan mungil Khalisa dengan bibir maju. " Itu artinya..., "tanya Hector lagi.
"Adik Khalisa butuh asi dari ibunya "jawab Heller jutek. "☺.., nah itu tahu "mengelus kepala putranya.
"Ayah..., apa boleh aku tulis surat untuk kedua orang tua adik Khalisa "pinta Heller.
"Boleh...., tapi ingat jangan tulis surat yang aneh-aneh ya..., apa lagi mengancam "tegur Hector. "Tidak akan "senyum penuh arti.
Pagi pun tiba Cessa yang sedang tidur mendengar suara tangisan bayi, Cessa membuka mata dan memutuskan untuk mencari sumber suara tersebut.
Menuruni anak tangga dan berdiri tepat di depan pintu utama. Semua penghuni masih terlelap tidur karena jam menunjukkan pukul 05:59 pagi.
__ADS_1
Cessa membuka pintu dan melihat ke bawah ada keranjang dari rotan dan melihat bayi yang ia rindukan selama ini, Cessa menangis sambil menggendong bayinya dan mencium seluruh wajah putrinya.