
Dan menghalanginya dengan kedua tangan pria tersebut, hal hasil Cessa jadi terpojok oleh pria asing tersenyum.
"Hallo cantik..., berapa tarif yang harus aku bayar permalam "ucap pria kulit putih namun mata sipit. "Eh..., ayam kampus "menoyor kening Cessa. "Enyah saja kau.., gak malu masih berani ke kampus dan pura-pura gak terjadi apa-apa "ucap pria kulit sawo matang.
"Apa salahku pada kalian..., kenapa menggangu ku "lirih Cessa hampir menangis. "Kau jangan menghakiminya..., berikan nomor ponselmu biar aku bisa menghubungi jika butuh servis mu "ucap tidak sopan pria tersebut.
"Hahaha "tawa puas kedua pria tersebut. "Pergilah jangan mengganggu ku "pinta Cessa. Kedua pria tersebut tidak mendengarkan kata-kata Cessa yang di anggab angin lalu dan terus merayu Cessa.
Saat itu Cessa melihat Bram yang masuk ke toilet, berharap akan membantunya tapi Bram tetap masuk ke toilet air mata Cessa lolos keluar dari pertahanan nya.
"Cup cup cup..., sayangku nangis "canda pria kulit putih mencoba menyentuh pipi Cessa. Namun sang empu memalingkan wajahnya.
"AAA...."teriak pria tersebut. Bugh Bugh Bugh.., Bram meninju pria tersebut keras pria sawo matang tersebut. Ingin membantu akan tetapi malah menerima bogeman dari Bram.
Cessa menghapus air matanya dan memegang tangan Bram untuk membiarkan mereka pergi. "Kenapa menghentikan ku "kesal Bram.
__ADS_1
"Aku belum puas meninju mereka..., awas kalian jika menggangu dia lagi "menatap tajam kedua pria tersebut dan melihat Cessa.
"Aku mohon sudahlah..., hiks aku capek tolong jangan menambah masalah di hidupku "lirih Cessa menangis.
"Lalu aku diam saja begitu..., melihat mu di perlakuan oleh pria itu "lirihnya melihat Cessa menghapus air matanya.
^^^Perutku tambah Sakit.., dalam hati Cessa ^^^
Cessa merasa ada yg keluar dan dengan cepat tangan kirinya menyentuh di belakang, dan melihat noda darah..., ia kaget dan menyembunyikan nya di belakang dah menempelkan diri di dinding.
"Saya sedang datang tamu bulanan "malu Cessa menunduk. Bram pipinya merah dan mengatur nafasnya, lalu ia melepas jasnya dan berjalan menghampiri Cessa dan mengikat jas tersebut di belakang tubuh Cessa.
Keduanya saling pandang dan tak terasa detak jantung mereka berdegub kencang. "Tuan.., tidak akan beritahu hal ini pada siapa pun "ucapnya menatap mata Bram.
"Kamu mengira aku akan beritahu hal itu pada sepupuku, karyawanku...hah...lalu bagaimana denganmu kamu akan memberitahukan aku pernah ke club kepada teman-teman mu "tanya balik nya.
__ADS_1
Cessa diam dan menunduk ada benarnya juga ucapan Bram tersebut, Cessa mendongak dan melihat Bram yang juga melihatnya dengan teduh.
Dengan perlahan Bram maju dan menempelkan bibir mereka dan sedikit **********. Cessa hampir mendorong dada Bram karena kaget, namun Bram mengalungkan tangan Cessa untuk mengalung di lehernya.
Seperkian detik ciuman tersebut menjadi berirama, keduanya larut dalam ehem-ehem tersebut.
Singkatnya setelah selesai Bram mengusap bibir ranum Cessa. "Maaf aku lancang.., aku tidak tahu kenapa aku seperti ini.., sebagai ganti rugi catat telponku jika butuh sesuatu "ucapnya Bram gugub dan menunjukkan ponselnya.
"Hmm..., "tersenyum. "Baiklah "mencatat nomor telepon. "Modus tuan sangat bagus "ucap Cessa berlalu pergi ke toilet.
"Hah..."tertawa sendiri.
Bersambung
...gimana nih ceritanya setelah di revisi ulang.., komen ya reader. ...
__ADS_1