Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 02


__ADS_3

"Duduklah..., "tangannya menepuk sofa di tengah-tengah. Cessa pun mau tidak mau duduk di tengah kedua pria tersebut dengan canggung.


Cessa menuangkan minuman beralkohol tersebut di dua gelas, dan memberikan nya pada Jhon lalu beralih pada Bram. Keduanya canggung dan Bram menerima gelas tersebut dan meminumnya.


Detak jantung mereka berdetak kencang dan saat ini Bram maupun Cessa tidak karuan. Beberapa menit kemudian Cessa melayani dua tamunya dan menyiapkan makan untuk mereka juga.


"Hah..., "Bram bersandar di sandaran sofa dan menengok ke arah Jhon, namun saat bersamaan Cessa menghadap padanya..., hingga mata sucinya ternodai melihat belahan dada gemuk milik Cessa.


Glek..., Bram menelan ludahnya dan buru-buru berbalik badan dan mengatur nafasnya.


^^^Tenang...., tenang, tarik nafas. Dalam hati Bram ^^^


Cessa yang melihat itu binggung dan diam saja, dirasa selesai Cessa kembali membawa nampan dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Lihatlah Bram..., wanita yang tadi disini cantik-cantik dan tubuhnya saja terbentuk indah "Jhon terbayang-bayang wajah Cessa.


"Diamlah..., aku tidak mau berhubungan apa lagi dengan istriku sendiri "geram Bram yang terpengaruh alkohol.


"Cessa kemarilah "pangil Jhon. "Ada yang bisa saya bantu tuan "


"Duduklah..., temani sepupuku dulu aku ada urusan sebentar "ucap nya berlalu pergi. "Tap.., tapi tuan "melihat Jhon menghilang dari kerumunan.


"Hah.., "melihat Bram memijat pelipisnya. Cessa duduk di sofa jarak antara ia dan Bram hanya beberapa cm saja. "Tuan.., "pangilnya. "Bram Aditama Putra "ujar ngelantur nya. "Cessa Soebroto "sambungnya.


"Kamu sudah menikah..., atau janda "Bram duduk menghadap Cessa. "Saya mahasiswi "jawabnya. "Mahasiswi.., tapi kenapa kamu mau menjadi kupu-kupu malam "melihat mata Cessa berair.


"Jika kau tidak mau cerita..., tidak apa-apa aku di jodohkan oleh orang tuaku dengan istriku yang sekarang. Aku bahkan belum menyentuhnya..., haha "cerita Bram menertawakan diri sendiri.

__ADS_1


"Tuan..., sebaiknya pulang saja "ucap Cessa. "Cessa terima kasih sudah menemani Bram.., dia biar aku yg urus "


"Baik..., saya permisi, masih ada pekerjaan yang lain "berlalu pergi. Setelah kepergian Cessa membuat Bram tidak sabar untuk bertemu dengannya lagi.


Ia tidak biasanya menjadi aneh dan semacamnya di depan orang yang baru di kenalinya, secara tidak sadar senyum-senyum sendiri karena kelakuannya memperkenalkan nama.


Dan ia buat tambah senyum wanita tersebut memperkenalkan nama lengkapnya pula. Menjelang pagi Cessa segera menyiapkan sarapan pagi untuk ibu dan adiknya.


Setelah itu ia menyiapkan uang saku di meja makan untuk adiknya, terus ia segeralah berangkat ke kampus karena kuliah pagi sepulangnya kuliah Cessa membantu nnk Citra di toko kue..., nenek Citra adalah tetangga nya sewaktu ia sekolah SMP.


Ia selalu membantu nnk Citra berjualan kue di toko saat ramai banyak pelanggan. Tibanya di kampus dan masuk kelasnya Cessa duduk dan mengeluarkan buku untuk di baca menuggu kelas di mulai.


Tak berselang lama bell pun bunyi.., setelah semua mahasiswa dan mahasiswi masuk dan memulai pelajaran nya, sang dosen menghentikan pelajaran nya sementara di tengah-tengah penjelasannya.

__ADS_1


Dosen pun mulai berbicara tentang hal tamu yang akan datang ke kampus tersebut. "Anak-anak..., bapak mau mengumumkan setelah pelajaran selesai kita akan kedatangan tamu dari Group Aditama Company. "Jedanya.


" Perusahaan yang tersohor itu akan berkunjung melihat-lihat kampus kita "jelas sang dosen.


__ADS_2