Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 33


__ADS_3

"S.J..., itu siapa "tanya Khalisa. "Aku tidak tahu..., aku tidak punya teman berinisial SJ "elaknya.


"Benarkah "memicingkan mata. "Sungguh Khalisa "berusaha tenang. "Oke..., santai aja mari kita buka kadonya "membuka kado.


Dan nampaklah jam tangan berwarna hitam. "Jam..., aku tidak terlalu suka hitam teman-teman ku tahu itu "aneh Khalisa.


"Am.., Khalisa mungkin itu dari tamu yang lain. Yang kita tidak kenal dan tidak tahu apa yang kita suka dan tidak suka "penjelasan Heller.


"Baiklah.., kamu saja yang pakai ya "memasangkan jam di pergelangan tangan Heller.


"Ta..., tapi "


"Ayolah ini cocok untuk mu..., aku tidak suka warna hitam "mengelus kaca jam tangan.


"Bagus "senyum Khalisa. Heller menghembuskan nafasnya dan bersandar di kursi. Sedangkan Khalisa sibuk dengan membuka kado.


...Apa yang dia mau, dalam hati Heller...


"Begini mbak Cessa..., bagaimana jikalau pernikahan Khalisa dan Heller keponakan ku di percepat. Kan kita tidak akan tahu kedepan nya apa yang terjadi "usul Kesha.

__ADS_1


"Benar juga..., kita tidak akan tahu pada mereka berdua. Jaman anak-anak sekarang tidak bisa kita tebak "ujar Cessa paham.


"Jadi pernikahannya mau kapan "timpal Bram. "☺..., 3 hari lagi bagaimana "usul Kesha.


"Apa itu tidak terlalu cepat "tanya Cessa. "Lebih Cepat lebih baik "ujar Bram.


"Baiklah aku setuju "Bram memegang tangan istrinya. "Ya..., aku juga setuju "balas Cessa.


"Wah..., syukurlah kalau begitu, aku akan kasih tahu Heller dan sebaliknya "senang Kesha.


"Ah iya "angguk Bram dan Cessa


"Apa "kaget Khalisa dan Heller. "Apa ini tidak terlalu cepat "ucap Heller. "Loh..., kenapa lebih cepat lebih baik untuk kalian jangan menunggu hari yang tak pasti...,Heller hampir kepala tiga dan kamu Khalisa sudah cocok jadi istri "Kesha melihat Heller dan Khalisa diam.


"Ya ampun "kaget Heller memegang pipi. "Hahaha "tawa Kesha. Khalisa keluar dengan senyum yang terpancar dari rumah bibi Kesha.


Setelah menutup pagar ia berhenti karena ada seorang wanita yang berdiri.., membelakangi bibi Kesha keduanya saling pandang dan wanita tersebut mengunggingkan senyuman padanya.


Khalisa pun membalas nya dan berdiri di hadapan wanita tersebut. "Apa..., kamu tersesat atau sedang mencari alamat "tanya Khalisa.

__ADS_1


"☺.., tidak keduanya aku sudah tahu rumah yang aku tuju "balas wanita tersebut. Khalisa bengong dan menatap rumah bibi Kesha lalu beralih lagi pada wanita tersebut.


"Rumah ini..., masuk saja bibi Kesha ada di dalam "ujar Khalisa.


"Hah.., ☺aku tidak ada keperluan dengan bibi Kesha "melihat Khalisa dari bawah sampai atas.


"Kalau bukan dengan bibi dengan siapa "tanyanya.


"☺..., apa kita bisa berkenalan "


"Ah tentu saja Khalisa Aditama Soebroto Putri "melambaikan tangan.


"Wah panjang sekali "kagetnya. "Kang Su Jin "menjabat tangan Khalisa. "Panggil Sujin saja "melihat mobil terparkir.


"Mobil ku tiba sampai ketemu "masuk ke dalam mobil.


"Bye Sujin "senyum Khalisa.


Khalisa melihat kepergian mobil kang Sujin dirinya kembali masuk ke dalam rumah. Ceklek...."Suprise "teriak sang adik.

__ADS_1


"Wah...."kaget Khalisa menutup mata. "Irham "panggil nya.


"Iya kakak "merentangkan tangan nya. Dengan semangat Khalisa berlari..., dan menghampiri ke pelukan sang adik seperti koala perpeganggan pada pohon.


__ADS_2