Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 07


__ADS_3

Sementara itu..., Cessa baru sampai di kampus dirinya menjadi pusat perhatian mahasiswa dan mahasiswi lainnya. Hingga berhenti di mading semua mata..., sorotan tajam orang-orang menatap jijik tertuju padanya.


Cessa menerobos orang-orang di mading.., alangkah kagetnya ia melihat photo-photo kemesraan dirinya dengan Bram saat berada di club ,hotel ,lorong gang dan masih banyak lagi.


Cessa menutup mulutnya dengan kedua tangan dan mencopot-copoti photo tersebut, dan merobeknya dengan rasa malu.


"**Eh percuma loe copot itu photo, semuanya orang udah tahu semuanya.., dasar ayam kampus "


"Malu-malin kampus aja loe "


"Enyah loe ayam kampus "


"Pergi-pergi wooo** "


Semua hinaan dan umpatan dari seluruh orang yang menonton ,Cessa tidak bisa membendung air mata nya dan menangis tanpa suara.


Kepala sekolah menghampiri Cessa berdiri...."Cessa..., saya tidak habis pikir kamu gadis baik-baik dengan apa adanya, bukti dan itu benar photomu semua pihak dan dosen-dosen yang lain sepakat mengeluarkan mu dari kampus "ucap Pak kepala sekolah.

__ADS_1


"Pak..., tolong jangan sebentar lagi saya wisuda tolong beri satu kesempatan lagi "pinta Cessa memohon.


Kepala sekolah hanya diam..., salah satu mahasiswa menyeret tangan Cessa untuk pergi. Semua orang terus bersorak, menghina dan menyumpahi Cessa.


Setelah sampai di gerbang Cessa di dorong hingga mencium tanah, satu persatu mahasiswa dan mahasiswi melemparkan bola kertas, botol, telur dan tomat.


Dan menyemprotkan air dari selang..., semuanya terlihat puas dan pergi meninggalkan Cessa lalu mengunci gerbang.


Mahasiswi yang menatap Cessa dengan kasihan hanya mampu diam dan tidak bisa menolongmu, bukan tidak bisa jika satu banding 2000 pasti dirinya kalah.


"Terima kasih..., Zuri aku sangat bahagia kamu mau menjadi temanku. Aku minta maaf karena tidak jujur aku kupu-kupu malam "berusaha tegar.


"Terima kasih untuk semuanya.., aku pamit "tersenyum ke arah Zuri dan berlalu pergi.


Rumah Sakit...


Bram membuka matanya dengan perlahan tangan nya bergerak untuk menyentuh kepalanya, kenapa kepalanya di perban dan di mana dia.., ruangan serba putih cahaya lampu neon dan sepi.

__ADS_1


Bram berusaha mengingat tapi malah sakit kepalanya dan terdengar pintu terbuka. "Mas Bram..., syukurlah sudah siuman "senang Sonya.


"Kamu siapa "tanya Bram. "Aku istrimu mas.., kamu kecelakaan seminggu yang lalu tunggu ya aku panggil dokter "berlalu pergi.


"Kecelakaan "mencoba mengingat. Di tempat lain pihak rumah sakit menyatakan bahwa nyawanya sudah tidak tertolong. Cessa hampir pingsan mendengar kabar tersebut.


Di tambah ia melihat sang adik di bawa ke ruangan UGD dengan beberapa luka. Linglung Cessa bersandar di dinding rumah sakit dan duduk di lantai.


Ia tidak tahu harus apa mendengar ibunya meniggal dan melihat adiknya kecelakaan. "Mbak.., baik-baik saja "Dokter memegang bahu Cessa.


"😐"diam dan melamun, beberapa jam operasi sang adik. Cessa kembali mendapat kabar buruk dua kali lipat.


Nyawa adiknya tidak tertolong.., hidup macam apa ini Cessa terus mendapat cobaan demi cobaan, sekarang ibu dan adiknya meniggal.


Sisa dirinya seorang diri hidup kejam sekali tidak memmberinya kebahagiaan secuil pun. Cessa berdiri di depan dua makam yang masih baru.


Makam tersebut ibu dan adiknya Cessa melihat nanar makam tersebut.

__ADS_1


__ADS_2