Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
17. Ale pendarahan


__ADS_3

Hai Readers!!


Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cerita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!


Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;


Happy reading!!


***


“Sayang, maafkan ke khilafan, mas! Mas benar benar tidak sengaja menduakan kamu.” Kata Ray dengan nada lirih, ia merasa bersalah, tapi ia juga merasa bersyukur karena ia bisa menikmati percintaan dengan wanita lain tanpa berselingkuh dan tanpa berdosa, karena Rara itu sah baginya.


“Hmm, lalu kemana uang miliaran yang ada di rekening bersama kita? Bukankah itu sebenarnya adalah uang aku dan juga Alex? Mengapa kamu pakai uang itu?” tanya Ale dengan nada dingin.


“Ehm yah itu kan juga ada uang aku juga. Jadi emang Rara meminta mahar yang cukup tinggi karena aku sudah mengambil keperawanannya..”


“Maharku saja waktu iitu tidak miliaran rupiah. Bahkan aku masih harus bekerja keras saat aku hamil Alex. Padahal waktu kamu menikahiku pun aku juga masih perawan dan kamulah yang pertama bagiku.” Balas Ale dengan nada dingin.


Ray salah tingkah serta sontak membisu, dan tidak bisa berkata kata lagi. Ya iyalah semua perkataannya itu membuktikan kalau Ray itu tidak adil.


“Saayang, mas bener bener minta maaf karena sudah mengambil uang tabungan itu untuk mahar…”


“Miliaran rupiah lo mas! Aku kerja juga sambil banting tulang, walau aku sedang hamil.” Kata Ale yang sudah mulai berkaca kaca. Hatinya sangat sakit, suaminya hanya bisa berkata maaf maaf maaf saja.


Emang dengan berkata maaf kemudian semua yang terjadi itu bisa kembali seperti semula.


Apakah dengan kata maaf dirinya akan merasa lega dan tidak tersakiti?

__ADS_1


“Tapi mas benar benar tidak sengaja, dan ini hanya cara mas untuk menebus kesalahan mas kepada wanita itu.” Kata Ray dengan tampang polos.


“  Mas, kamu tahu kalau kamu itu sudah menyakiti aku dan anak kamu. Lalu apa kamu bisa memberikan kepadaku kompensasi yang sama besarnya? Padahal aku ini sudah memberikan kepada kamu keturunan.”


“Mas ngerti, mas akan menebus semuanya.”


“Dengan apa? Dengan bercerai?” tanya Ale dengan sinis.


“Jangan!! Aku tidak bisa hidup tanpa kamu.”


“Kalau begitu ceraikan dia.”


“Tapi, aku tidak bisa menceraikan begitu saja..” padahal Ray juga mulai berat menceraikan Rara karena sudah mulai kecanduan dengan percintaan panas mereka.


“Ya sudah! Sementara kamu balik saja ke rumah papa kamu, karena aku tidak bisa di madu, apalagi aku tidak pernah kamu mintain ijin, dan selama 3 bulan ini kamu malah menghindar dariku, menjauhi anakmu, darah dagingmu sendiri.” Kata Ale sambil menahan tangisan yang akan keluar dari pelupuk matanya.


“Tidak, aku tidak mau dimadu!!”


“Begini saja sayang, aku akan menceraikan dia, tapi tentunya aku harus memberinya kompensasi. Biarlah rumah di Batam kita berikan saja kepadanya..”


“Apa??? 5 miliar untuk uang mahar, kantor AleRa Batam kamu berikan sama dia, bahkan kamu mengganti surat kepemilikan tanah di kantor, tanpa sepengetahuan aku dan sekarang kamu mau kasih dia sertifikat rumah disana? SIlahkan kamu ajukan cerai, atau aku yang menuntut cerai!” sahut Alesya murka.


Dia sudah malas menghadapi Ray yang kelewat batas, sudah dikasih hati minta ampela. Ale sudah dipuncak rasa amarahnya jadi tanpa mempedulikan suaminya itu ia berlalu untuk menemui Gani dan juga Zaki yang menunggu dirinya di ruang kerja mereka. Tapi rupanya Ray masih belum puas. Ia marah karena ia seakan diabaikan.


“ Kenapa sih kamu sekarang sukanya membantah omongan suami? Apa karena laki laki yang bernama Zaki itu? Jangan salahkan aku selingkuh dan menikahi madu kamu itu ya? Nah, karena hal inilah yang buat aku merasa lega menikahi Rara, Dia berbeda dari kamu. Paling tidak dia tidak pernah membantah omongan aku dan meninggalkan suaminya saat suaminya masih berbicara padanya.” Kata Ray dengan sarkas ketika melihat istrinya malah pergi padahal ia belum selesai ngomong. 


Bagi Ale sudah cukup apa yang dikatakan Ray. Ini sudah kelewat menoreh luka padanya, dan perkataanya barusan menabur garam di atas luka itu.

__ADS_1


“Silahkan kalau kamu mau menikahi dia, bukankah aku ini tukang membantah suami?” kata Ale dengan nada dingin. Ray menyesal mengatakan tentang itu, seharusnya dia tidak mengatakan begitu. Tapi karena egonya yang tinggi membuat dirinya merasa bahwa apa yang ia lakukan jangan disalahkan.


“ Kamu ini dengerin kalau suami lagi ngomong.” Katanya sambil menyentak lengan Ale dengan kasar sehingga Ale yang tidak siap lalu terpelanting jatuh ke lantai dan menabrak meja tamu. Membuat Ale memucat  seketika karena ia merasakan perutnya kram.Kemudian Ale shock melihat ada darah yang keluar dari kakinya. Ia langsung menjerit kepada Gani dan Zaki yang kebetulan mendekat, karena mendengar dirinya bertengkar dengan Ray.


“Gan, tolong! Anakku!” jerit Ale yang langsung tanpa banyak bicara Zaki mendekati Ale dan menggendongnya. Ia juga turut panik dan langsung berlari keluar menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah.


Ray menjadi bingung dengan kondisi itu, ia juga menyesal karena telah berbuat kasar dengan Ale. Tapi kejadiannya itu sangat cepat.


“Lebih baik sekarang kamu cepat pergi dari sini, dan aku akan melaporkan tindakan kamu kepada Ale tadi ke kepolisian supaya kamu tahu apa yang kamu lakukan itu ban**at!!! Kamu menyakiti istri yang mati matian bekerja keras walau dalam kondisi hamil!” bentak Gani sambil mengusir dan mendorong tubuh Ray yang membatu keluar dari rumah besar itu, karena peristiwa yang barusan terjadi.


Ray kebingungan dengan rentetan peristiwa yang terjadi. Gani langsung menghilang dari hadapan Ray yang masih bengong, dan mungkin ia langsung mengikuti Zaki dan Ale yang sudah pergi dengan cepat  ke rumah sakit. 


“Ale hamil? Anak siapa?”  monolognya bingung. Sejuta pikiran negative keluar dari otaknya, apa mungkin Ale hamil anaknya si Zaki itu dan karena itu ia meminta cerai?  Dimana anaknya sekarang? Ia juga rindu sama Alex. Tapi sebentar, ia harus memastikan kalau Ale selamat dan ia juga bisa menyelidiki anak siapa yang ada di dalam kandungan Ale saat ini.


Ia cemburu karena Zaki lah yang menggendong istrinya itu ke rumah sakit. Ia juga cemburu karena zaki menatap istrinya dengan tatapan cemas.


Ia pastikan kalau ia tidak akan meninggalkan istrinya. Egonya terluka saat ada laki laki yang juga mapan dan tampan menyukai istrinya, ia tidak rela melepaskan Ale, dan ia tidak akan menceraikan Ale sampai kapan pun.


Dia hanya perlu menyelidiki anak siapakah yang ada di dalam kandungan Ale, istrinya itu. Mungkin itu adalah anaknya karena sebelum dia pergi ke Batam, Ale dan dirinya sudah sepakat untuk tidak lagi menggunakan pelindung, karena ia dan Ale menginginkan untuk memiliki seorang anak perempuan. Bisa jadi itu emang anaknya, ia langsung bergeas mencari ojek online dan menyusul ke rumah sakit langganannya bersama dengan Ale.


.


.


.


TBC      

__ADS_1


Hari ini mungkin Thor hanya up 1x .. lagi lemes nih. Disemangatin pake like gift dan vote ya... Banyak banhet yang ongoing. Belum lagi bikin yang mengubah takdir😭😭😭gara gara serakahhhhhh!!!🤣🤣🤣


__ADS_2