
Di sebuah Pemukiman elit, Ray harus bertahan dengan rasa kesalnya karena Zaki dan juga para pengawal yang dimintanya tidak kunjung datang.
Dari tadi Ray hanya mondar-mandir kesana kemari meneliti setiap rumah-rumah elit yang dia lalui dan melihat kearah halaman rumah itu apakah mobil hitam itu ada di sana.
Tapi tentu saja hasilnya adalah nihil Ray sama sekali tidak menemukan satupun dari rumah rumah itu yang ada mobil hitam seperti yang mengangkut istrinya tadi.
Ray mulai geram dengan Zaki dan juga para pengawal yang tidak kunjung datang sedangkan Gani berkali-kali menelepon untuk memastikan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan bodoh dengan memasuki areal pemukiman orang-orang kaya itu.
Bisa-bisa bukannya dia menemukan istrinya malah nanti akan jadi kacau kalau pihak kepolisian sampai menangkapnya gara-gara memasuki properti orang tanpa seizin si pemilik rumah.
Ray mengacak-acak rambutnya dengan perasaan frustasi yang tidak bisa ia hilangkan, tiba tiba salah satu rumah terbuka dan sebuah mobil SUV hitam dengan no polisi yang sama seperti yang ada di ingatannya keluar dari sana.
" Itu... itu kan?.. Aduh mana dia sudah ke arah balik seperti waktu dia datang. Apa jangan jangan mereka memindahkan lokasi Ale?" tanya Ray dalam hati.
Dia bergegas memencet nomor ponsel milik Gani yaitu asistennya Ale. Ray langsung menginformasikan kepada Gani bahwa mobil hitam itu keluar dari sebuah rumah dengan pekarangan yang cukup lebat sehingga tertutup bagi orang luar yang ingin menengok ke dalam. Rumah itu memang sangat cocok untuk digunakan tempat persembunyian karena orang luar hanya bisa melihat rimbunnya belukar yang tertata apik sehingga menyerupai pagar yang sangat lebat.
Ray bergegas mendekati tempat itu dan melihat apakah ada orang yang menjaga di seputaran pintu depan. Tapi karena tempat itu pelukannya cukup banyak jadi dia sama sekali tidak bisa menengok ke dalam, apakah ada penjaganya atau tidak?
Ray menginformasikan kepada Gani agar Gani bisa langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mengejar mobil SUV warna hitam itu dengan nomor polisi yang sudah diberitahukan langsung kepada Gani.
Ray juga memberitahukan lokasi dimana Rumah itu berada sehingga Zaki tidak usah lagi untuk mencari-cari rumah properti yang dimiliki oleh Tuan Ridwan, dan agar mempersingkat waktu Zaki dan juga para pengawal yang ada bisa langsung menuju ke rumah yang dimaksud oleh Ray.
Tapi Ray tidak sabar lagi dengan penantiannya. Ia langsung berusaha mencari jalan masuk kedalam rumah besar itu supaya dia bisa menyelidiki Apakah Ale ada di dalam atau tidak.
***
Sementara, Zaki yang berusaha mencari info tentang property ayahnya, mendapati kenyataan bahwa wa ternyata ayahnya menaruh Rara di sebuah properti perumahan elit di tempat Ray Menunggu disana. Jadi kemungkinan Ray bertemu dengan Rara adalah sangat besar. Bahkan Zaki juga terlampau yakin bahwa saat ini Rara sedang melakukan sesuatu yang buruk terhadap Ale.
__ADS_1
Pihak kepolisian sudah menangkap orang yang dicurigai mengemudikan mobil hitam yang tadi menculik Ale. Mereka sudah mencoba menginterogasi sopir yang mengemudikan mobil hitam itu. Ternyata dia berkata bahwa bos nya adalah seorang wanita cantik.
Zaki langsung mengemudikan mobilnya dengan Gaspol. Perasaan Zaki merasakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap Ray. Mudah-mudahan saja Ray tidak bertindak bodoh dengan masuk terlebih dahulu sebelum dia sampai di sana.
Namun ketika dia menghubungi Gani Gani mengatakan bahwa Ray sudah tidak dapat dihubungi kembali. Zaki memukul-mukul kemudinya dengan kesal karena dia merasa Ray sudah masuk kedalam rumah besar itu, entah bagaimana caranya nya.
" Bodohhh!!!" umpat Zaki kesal. Tapi dia sadar kalau kecemasan Ray pasti dua kali lipat lebih besar daripada dirinya apalagi anak yang ada di dalam kandungan Ale itu sudah kelihatan besar, jadi pasti Ray tidak sabar untuk memyelamatkan istri dan anaknya.
Gani juga mengabarkan bahwa pengawal dari dirinya sudah sampai ke lokasi tapi tidak menemukan Ray dimana-mana bahkan mobil Ray hanya teronggok di pinggir jalan begitu saja.
" Sialan itu si Ray pasti masuk ke dalam untuk mengorbankan diri, Gan!" kata Zaki sambil memukul mukul setirnya.
Sekalipun dirinya tidak menyukai Ray tapi dia juga tidak ingin kalau Ray sampai kena jebakan Rara.
Kadang Zaki juga sangat kesal dengan ayahnya yang melindungi Rara begitu rupa.
" Ish.. rasakan nanti kalian akan membusuk di dalam penjara berdua!!" janji Zaki akan memenjarakan ayah dan juga Rara, saat dia bisa menemukan Ale dengan selamat.
Paling tidak dengan masuknya Ayah Zaki ke penjara bisa membuat ayahnya itu sedikit Jera bahwa tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang saja, dan bahwa keinginan itu bisa jadi.
Dan apabila ada keinginan yang buruk seperti keinginan Rara untuk menghabisi Ale mestinya Ya jangan dituruti. Bukankah tindakan seperti itu adalah tindakan yang berdosa masa iya ayahnya Zaki yang sudah berumur tidak tahu bahwa tindakan menyakiti orang lain itu berdosa di mata Tuhan.
Kayaknya ini semua karena tuan Ridwan dibutakan oleh cinta dengan dalih pengorbanan untuk mendapatkan cinta itu sendiri.
Sesampainya Zaki di rumah yang dimaksud oleh Ray, dia melihat beberapa pengawal yang dikirim oleh Gani sudah bersiap sedia di sana dengan senjata lengkap.
Bahkan pihak kepolisian pun sudah turut datang ke tempat kejadian perkara. Rupanya pihak kepolisian sudah berhasil mengorek keterangan tentang di mana Ale disembunyikan.
__ADS_1
Sopir yang membawa mobil hitam tersebut sudah berada di lokasi sebagai saksi tindak penculikan itu. menurut Zaki Ini adalah kerja kepolisian yang tercepat karena bukti-bukti dan saksi-saksi sudah ada di tempat. Mungkin juga karena pelaporan dari Ray yang lengkap beserta dengan lokasi kejadian membuat polisi ini juga lebih mudah untuk menangkap orang yang dimaksud.
" Pak Zaki, rupanya pak Ray sudah masuk ke dalam." lapor salah seorang temannya yang merupakan komandan polisi yang bertugas saat itu.
Sebenarnya tak heran kalau Zaky memiliki banyak teman teman yang berasal dari anggota Kepolisian, karena memang sehari-hari Zaki berkecimpung di dunia yang melibatkan anggota polisi dan juga pihak kejaksaan.
" Baiklah, kayaknya Kita juga harus segera masuk kedalam karena saya kira Rara juga berada di sana. Saya hanya cemas dengan kondisi Ale yang berbadan dua." kata Zaki sambil berjalan bersama komandan polisi. Kemuadian sang bawahan membawakan rompi anti peluru untuk berjaga karena kata pak supir, bos nya membawa senjata api juga.
.
.
.
TBC
Hai readers.. jangan lupa untuk cek karya Mbuna Banafsha yang ini ya...terus..
❤difavoritkan
🧡dilike
💙dikasih gift
💚Bintang 5 juga
💛Jangan lupa votenyaaa🤣makasih..
__ADS_1