Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
29. Alex sakit (2)


__ADS_3

Tok Tok Tok..


Tiba tiba suaminya sudah masuk dengan wajah cemas, membuat Ale mengalihkan perhatiannya dari Zaki kepada Ray.


Ray juga sangat terkejut saat mendapati Zaki ada di dalam ruangan yang sama dengan Ale bersama dengan Alex yang sedang tertidur lelap.


Sebenarnya Ray tidak dapat lagi menahan rasa cemburu yang keluar dari dirinya, maklumlah Ray adalah tipe tipe suami yang posesif, Mengingat bahwa istrinya itu sangatlah cantik dan menarik, dirinya juga sadar bahwa Ale itu sebuah paket komplit dari seorang istri yang didambakan oleh semua laki-laki.


Tapi Ray juga sadar kalau dirinyalah yang pertama kali bersalah, jadi alih-alih marah, Ray hanya memendam rasa cemburunya itu dengan memasang ekspresi wajah datar datar datarnya dan suara yang dibuat dingin.


" Kenapa dengan Alex, sayang?" katanya Ray dengan nada dingin namun masih memakai panggilan sayang yang biasa dia pakai saat berbicara dengan istrinya itu.


Dia diam-diam juga melirik kearah ekspresi wajah Zaki yang tampak kusut dan Sendu. ini yang membuat Ray berpikir bahwa ada pembicaraan yang berakhir cukup alot, melihat dari ekspresi wajah Zaki yang jelek.


Berbeda dengan ekspresi wajah istrinya yang masih tampak cantik walaupun Alex sedang sakit dan dirinya sedang hamil muda.


Bahkan menurutnya istrinya ini tambah cantik 10 kali lipat dibanding biasanya karena kehamilannya itu.


Ingin rasanya Ray, memeluk tubuh istrinya untuk sekedar melepas rasa kangen dan rindu yang mendalam terhadap Duo kesayangannya itu.


Tapi ia sadar kalau kesalahan yang dia buat Beberapa bulan yang lalu itu memang sangatlah fatal dan dirinya bahkan tidak bisa memaafkan apa yang sudah dia perbuat.


Bahkan tanpa dirinya sadari Ray juga tampak kurus dan menyedihkan walaupun ketampanan wajahnya tidak berkurang sedikitpun.


Ale juga menyadari bahwa suaminya itu terlihat kurus dan tidak terurus, Walaupun Kalau boleh dia bilang wajahnya masih tetap tampan seperti biasa.


Entah kenapa dirinya rindu untuk bisa memeluk tubuh suaminya itu itu dan menikmati otot-otot tubuh suaminya yang selalu bisa membuat dia melayang.

__ADS_1


Dia sadar bahwa saat ini hormon kehamilan itu membuat dirinya berpikir yang tidak-tidak akan suaminya.


Mungkin bisa jadi apa yang dia rasakan itu sebagian dari keinginan anaknya yang ada di dalam kandungan untuk bisa selalu dekat dengan ayahnya.


Zaki merasa tidak tahan dengan tatapan penuh Binar Binar cinta yang yang dia lihat dari tatapan Ale kepada suaminya, begitu pula dengan Ray yang menatap Ale dengan penuh Kerinduan.


Kondisi ini membuat Zaki semakin terpuruk karena merasa bahwa dirinya masuk diantara dua orang yang sedang jatuh cinta.


Tapi dia sungguh tidak rela Ale sendirian bersama dengan suaminya itu, karena bisa jadi Ale akan kembali kepada suaminya dan rujuk bersama suaminya lagi. Zaki merasa tinggal selangkah lagi dia akan bisa mendapatkan Ale, dia tidak tahu bahwa Ale memiliki alasan yang sangat kuat untuk tidak bersama dengan Zaki.


" Ehm, Zak.. bisa kamu kasih aku waktu sebentar bersama Mas Ray untuk membicarakan masalah Alex dan juga membicarakan masalah gugatan perceraian yang sudah kulayangkan ke pengadilan agama.?" tanya Ali dengan nada hati-hati dia tidak mau terkesan bahwa dia mengusir keadaan lagi di situ tapi dia memang butuh untuk berbicara dari hati ke hati kepada Ray untuk menentukan masa depan dari anak laki-lakinya itu serta anak yang ada di dalam kandungannya.


" Tentu, aku akan mencari makanan untuk kamu makan, karena sedari tadi pagi kamu belum makan apa-apa. Aku keluar dulu ya, kalau ada apa-apa langsung kamu hubungi aku aja." kata Zaki dengan terpaksa karena sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan Ale hanya berdua dengan Ray.


Zaki keluar dari ruangan rawat inap milik Alex itu dengan langkah yang sedikit gontai, jujur dia merasa kesal karena lagi-lagi Ale lebih memilih untuk berada di ruangan rawat inap itu bersama dengan Alex.


Dia tidak habis pikir kenapa si Ale dengan mudah bisa memaafkan Ray, suaminya itu. Padahal di dalam pemikiran Zaki yang terdalam dia berharap supaya Ale marah sama Ray, terus kemudian mencakar-cakar wajah tampan dari Ray atau melakukan tindakan anarkis lainnya.


Padahal dirinya lah yang pertama kali kenal dengan Alesya, dirinyalah yang pertama kali jatuh cinta dengan gadis pujaannya itu.


Bahkan kalau dilihat dari segi tampang dirinya juga tidak kalah dengan ketampanan Ray, Memang sih kalau Ray kulitnya lebih putih dan tampangnya mirip kebule Bulean, kalau dia lebih condong ke Arab.


Tapi Zaki yakin kalau masalah tampang dia tidak kalah Kalau dibandingkan dengan Ray.


***


Sedang di dalam ruangan rawat inap milik Alex, terjadi sedikit Kecanggungan antara suami dan istri itu.

__ADS_1


Maklumlah mereka sudah lama tidak bertemu dan terakhir pertemuan mereka di warnai dengan pertengkaran apalagi permasalahan gugatan perceraian membayangi di dalam hubungan suami istri ini.


" Ehm, apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu bercerai dari aku dan menikah dengan pengacara kamu itu?" tanya Ray dengan suara datar.


Sejujurnya dia menahan perih yang menyiksa di dalam hatinya saat melihat kedekatan Zaki dan juga Ale. Tapi karena kesalahan yang dia lakukan maka dia tidak berani sama sekali untuk mengusik ataupun menawar keputusan dari istrinya itu. Tapi dia tetap bertekad untuk memperjuangkan istrinya sampai titik darah penghabisan.


" Aku tidak ada keinginan untuk menikah dengan siapa pun, mas!" sahutnya dengan suara bergetar. Kenapa lagi lagi suaminya tidak percaya kalau dirinya benar benar tidak ada perasaan apa pun dengan pengacaranya itu.


" Sayang, mas berusaha untuk melakukan apapun untuk membuat kamu dan Alex serta anak kita yang ada di dalam kandungan mu kembali ke pelukan mas lagi. Walau mas tahu kesalahan mas sungguh tak termaafkan. Maka dari itu mas tidak bisa lagi cemburu sama kedekatan kamu dengan pengacara kamu itu. Walau rasa cemburu melihat kedekatan kamu dengan si arab itu tidak bisa hilang dari hati mas. Maka dari itu mas sadar betapa sakitnya perasaan kamu melihat kelakuan mas yang lalu. Tapi percayalah akan niat mas untuk memperbaiki semuanya. Mas tahu kalau kamu mungkin tidak percaya dengan apa yang Mas katakan tapi Yakinlah bahwa suatu saat nanti mas akan membuktikan bahwa nyawa pun akan mas serahkan untuk mengganti semua rasa sakit yang kamu rasakan." kata Ray dengan nada sendu.


Membuat Ale menjadi bimbang. Jalan manakah yang harus ia pilih. Dan.lagi ia tidak mau egois dan tetap memikirkan anak anaknya. Masa ia tidak memikirkan anak yang ada di dalam kandungannya? Begitu lahir ia akan seperti tidak punya ayah.


" Argh, Mommy. I want Daddy!!" suara serak milik Alex terdengar di telinga mereka, dan membuyarkan kesenduan yang terjadi di antara mereka berdua.


.


.


.


TBC


Jangan lupa untuk selalu like, vote dan juga gift ya!!


Thor juga mau promo karya author yang satunya...


__ADS_1



jangan lupa baca dan tinggalkan like, fav, gift dan vote yaaa💋💋


__ADS_2