Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
60. Alexandra Izaac


__ADS_3

Sudah genap 2 bulan Ray masih dalam kondisi koma. Sekalipun menurut dokter semua pantauannya, alat alat vital penunjang tubuhnya berjalan normal, namun  ada sesuatu di dalam otaknya yang memaksanya dalam kondisi tertidur.


“Bagaimana kondisinya, dok?” tanya Alesya dan Gani yang saat itu menemani Alesya di ruang intensif tempat pertama kali Ray ditempatkan.


“Pak Ray sama sekali tidak memiliki semangat untuk hidup. Dirinya tidak merespon rangsangan dari luar. Mungkin dirinya memiliki trauma untuk bangun dari tidurnya sehingga ia tidak mau bangun dari komanya. Ini sebetulnya masalah psikologis yang hanya diketahui oleh si penderita dan keluarga atau kerabat dekatnya.” Kata dokter 


Gani hanya menatap Alesya dengan mendesah, ia dan Alesya saama sama tahu penyebab dari ketidak inginan Ray untuk bangun dari komanya pasti adalah karena Ale tidak mau balik    kembali bersama Ray. 


Ale sadar kalau ia harus memutuskan segera.


“Tapi selain itu tidak ada penyakit lain atau mungkin karena gegar otak dan lainnya?” tanya Ale kembali.


Sang dokter hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata.


“Semuanya normal dan tidak ada tanda tanda penurunan sama sekali. Hanya keinginan pak Ray untuk bangun itu memang harus dimotivasi kembali.” Kata dokter sambil menutup catatan yang dipegangnya, lalu bersama dengan seorang suster yang menemaninya un tuk kontrol pasien, ia lalu meminta diri untuk mengontrol pasien yang lainnya juga.


Setelah sang dokter pergi, Alesya langsung menangis lagi.


Gani sebenarnya tidak suka melihat Ale yang akhir akhir ini menjadi cengeng karena masalah Ray. Ia tahu kalau sebelum Ray masuk ke rumah sakit, Ray sudah berubah, menurutnya seharusnya dia putuskan dengan tegas, mau balik atau tidak.


“Ale, sekarang jangan pikir itu dulu. Coba kamu motivasikan kepada Ray untuk bisa menjaga anak yang ada di dalam kandungan kamu. Misalnya kamu pura pura sakit perut dan ingin melahirkan trus kamu bilang sama dia untuk segera bangun dan menolongnya, gitu!” kata Gani sambil berbisik, kata dokter sang pasien itu bisa mendengar suara kita walau tidak bisa membalasnya.


Tapi Gani tiba tiba heran kenapa Ale sama sekali tidak menjawab perkataannya. Ketika ia menoleh ke arah Alesya, ia kaget karena Ale tampak sedang menahan sakit dan wajahnya menjadi seputih kertas, belum lagi peluh di keningnya yang bercucuran. Ale tampak menggigit bibirnya.


“Kenapa kamu malah praktek sekarang sih,Le! Jangan nakut nakutin aku, Alesya!” kata Gani yang kebingungan melihat Ale yang tampak begitu piawai memainkan perannya.

__ADS_1


“Gan.. aku..” kata Ale terbata bata.


“Ale… jangan menakuti aku! Kamu kenapa? Sudah mau lahiran?” tanya Gani yang belum berpengalaman dengan wanita yang hamil dan ingin melahirkan.


“ Aku.. aku.” Lanjut Ale lagi tanpa bisa berkata kata lagi.


“Ale, astagah! Ray gimana nih! Ale pendarahan.. Tolong dok! Tolong..” kata Gani kebingungan. Dia malah lupa kalau sekarang kan di rumah sakit, bisa saja langsung mengatakan pada dokter dengan memencet tombol di samping tempat tidur Ray.


Gani kemudian teringat dengan tombol darurat yang ada di samping ranjang besar milik Ray dan memencetnya berkali kali.


“Aduh, sebentar Ale, jangan pingsan dulu!” katanya sambil  terus memencet tombol darurat itu saking paniknya.


Tiba tiba, dokter dan juga suster berhamburan masuk ke dalam ruang intensif hendak menghalau Gani dan juga Ale, karena dipikir yang sedang dalam kondisi gawat adalah Ray, namun setelah melihat kondisi Ale yang sudah dalam kondisi pendarahan, mereka langsung membawa Ale menggunakan brankar rumah sakit dan segera di tangani di dalam ruangan VK, dengan status darurat.


“ Aduh, aku lupa. Seharusnya aku memberitahu Melva dan juga Zaki kalau keponakan mereka segera lahir.” Monolog Gani sendiri, lalu ia segera menghubungi istri dan juga pengacara Ale, sehingga paling tidak mereka tidak harus merasakan deg degan seorang diri.


Sebelum ia memencet no ponsel istri dan juga pengacara Ale, tiba tiba ada suara tangisan bayi yang memekakan telinga tanda anak Ale dan Ray sudha lahir, Gani jadi lupa kalau ia hendak emmberitahu Melva dan juga Zaki. Ia malah mondar mandir tak jelas menunggu dokter keluar dari ruangan keramat itu.


Lalu Gani melihat kalau seorang suster keluar dari ruangan VK itu, tanpa sungkan Gani kangsung mencegatnya dan meminta keterangan kepada suster itu.


“ Sus, gimana kondisi teman saya.”


“Ibunya dalam kondisi normal dan bayinya juga sehat, pak! Maaf, saya harus segera mengambil keperluan sang baby.” Kata suster itu langsung meninggalkan Gani yang gembira mendengar perkatan sang suster tadi. Ia senag karena Ale dalam kondisi baik baik saja, sedangkan bayinya pun dalam kondisi yang tak kalah baiknya.


“Aduh! Aku lupa lagi!” katanya sambil menepuk jidatnya. Kali ini ia langsung menelepon istri dan juga Zaki sehingga mereka yang menerima kabar langsung menyanggupi kalau ia bakalan datang.

__ADS_1


Dokter yang keluar dari ruangan VK langsung memanggil Gani.


“Keluarga ibu Alesya?” tanya dokter itu dnegna seger.


“Ya, saya dok!”


“Kondisi ibu Ale dan bayinya normal ya! Keluarga bisa langsung membayar administrasi dan memilih kamar untuk keperluan pemindahan ibu dan bayinya.” Kata dokter itu, setelah Gani menyanggupi dan memilih VVIP room sebagi kamar tempat Ale dan bayinya, dokter dan suster langsung menyiapkan kamar dan memindahkan Ale dan sang bayi ke ruangan yang di maksud.


“Alexandra Izaac.” Gunam Gani dengan suara gembira. Alesya sudah memandatkan nama itu untuk nama anak perempuannya. Gani hanya bisa melakukan saja apa yang dimandatkan Ale kepadanya. Dialah yang bakal mengurus semua surat surat dari Baby Sansan.


“Mudah mudahan baby Sansan akan menjadi penerang jalan papa dan mamanya, amin!!” katanya sambil mensyukuri kelahiran baby Sansan.


Gani  bergegas mengurus administrasi milik Ale dan baby Sansan secepatnya semoga mereka baik baik saja dan bisa langsung pulang 2 hari kemudian.


.


.


.


TBC


Hai readers, finaly baby Sansan lahir, Jangan lupa untuk memberikan like, gift dan juga vote yang banyak untuk mendukung author dan ngasih kado buat baby Sansan ya guyss!!. Komen positif juga selalu dinantikan oleh author ..Happy reading!! 


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2