
Ray yang beberapa hari ini sering membuntuti Ale kemanapun Ale pergi, mulai sedikit putus asa karena ternyata ancaman dari Rara itu tidak terbukti secara eksplisit. Bahkan keadaannya saat ini kelihatan aman-aman saja dan damai damai saja.
Ray tahu pasti bahwa mantan istri siri-nya itu memang sedikit gila dan terlalu Obsesi dengan dirinya. Jadi Ia yakin bahwa sebenarnya Rara pasti sudah mempersiapkan sebuah rencana di waktu yang mendadak sehingga mereka tengah lengah dalam melindungi Ale.
Disaat semua pengawal istrinya itu sedang lengah dan santai, Ray sama sekali tidak mengendurkan pengawasannya terhadap istrinya itu. Dirinya tidak peduli kalau dia dianggap terlalu over protektif dengan istrinya, dia selalu mengikuti pergerakan Ale kemanapun istrinya pergi, walaupun ale sendiri tidak setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Ray, dia menganggap bahwa itu akan membuat Ray tidak produktif dalam bekerja, karena Ale tahu bahwa Ray sekarang sudah bekerja ikut sahabat dari Papa mertuanya itu.
Begitu pula di hari ini, Ray tetap bersikeras untuk mengikuti Ale. Saat ini, Ale usai mengantarkan Alex ke rumah Gani dan Melva, agar Melva menjaganya. Ia berlaku begitu karena hari ini dirinya harus menghadiri sebuah meeting penting bersama seorang klien baru yang katanya ingin menjalin hubungan kerjasama bersama dengan dirinya.
Selepas Ale mengantar Alex, dirinya langsung diantar oleh sopir pribadi beserta 2 Bodyguard yang berjaga di belakang mobil Ale.
Ale akan mengadakan pertemuan itu di sebuah cafe di bilangan Jakarta Selatan. Ray yang tidak peduli dengan keberatan Ale, terus membuntuti Ale menggunakan mobil yang dia beli dengan keringatnya sendiri. Mobil biasa yang tidak terlalu mencolok perhatian orang banyak, warnanya hitam sesuai dengan misi Rai sekarang yaitu untuk membuntuti istrinya itu.
Selepas Ale masuk ke dalam kafe di bilangan Jakarta Selatan itu, Ray bergegas ikut masuk ke dalamnya. Tapi belum saja dia sampai ke ruangan di mana Ale akan mengadakan meeting, tiba-tiba matanya tertumbuk pada seseorang yang gelagatnya sangat mencurigakan.
Perasaan Ray saat ini tidak enak jadi dia memutuskan untuk bersembunyi di dekat ruangan VIP yang tadinya hendak dibuat pertemuan Ale bersama dengan client barunya.
Perasaan Ray semakin tidak enak ketika dia melihat bahwa klien baru dari Ale adalah orang yang sama yang tadi ia anggap sebagai seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan.
Tak berapa lama ketika orang itu masuk ke dalam, tiba-tiba orang itu keluar dan tidak kembali lagi ke tempat itu. Dan yang lebih mengherankan adalah tidak ada aktivitas pelayan yang masuk mengantarkan makanan atau minuman ke dalam ruangan tersebut.
Ray yang sangat curiga kemudian berusaha menghubungi Gani, asisten istrinya itu dan menanyakan apakah benar Ale mengadakan meeting di kafe tersebut dengan nomor ruang yang Ray sebutkan.
__ADS_1
Kecurigaan Rai bertambah setelah Gani mengatakan bahwa apa yang disebutkan oleh Ray itu benar adanya. Tanpa berpikir panjang Rai mengetuk pintu itu ruangan itu Dan berharap dia masih bisa menemukan Ale yang berada di sana. Tapi ternyata ruangan itu sudah kosong.
Biasanya saat Ale bertemu dengan klien atau mengadakan meeting, istrinya itu tidak pernah membawa satupun Bodyguard bersamanya. Karena Ale pikir pertemuan dengan klien itu sangatlah privasi.
Serta biasanya meeting itu kan dilakukan di Areal areal publik, sehingga Ale merasa tidak mungkin dirinya diculik kalau dirinya ada di ruang publik seperti itu. Dan inilah Celah yang dipakai oleh para penculik itu, yang kemungkinan besar sudah memantau pergerakan Ale dimana istrinya itu tanpa pengawalan sama sekali.
Ray langsung meninju tembok di mana ruang pertemuan itu berada. dia merasa kelolosan karena sekarang Ale ada di tangan para penculik itu yang kemungkinan besar adalah suruan dari mantan istri siri-nya yang gila dan psychopath.
Tapi Ray merasa bahwa dirinya tidak boleh terlalu kecewa dengan peristiwa ini, dia harus segera mendapatkan istrinya kembali sebelum Rara turun tangan menyiksa istrinya atau bahkan membunuh anak di dalam kandungan nya.
Ray segera menghubungi Gani dan mengatakan bahwa Ali diculik! Gani langsung merasa marah dan memaki-maki semua pengawal yang saat itu ada juga bersama dengan dirinya.
Gani mengabarkan bahwa dia sudah menelepon pihak klien besar yang hendak menyewa jasa pihak kantor Ale, yang bernama PT. Makmur Sejahtera. Namun ternyata, setelah dihubungi balik oleh Gani, PT Makmur Sejahtera tidak pernah memiliki keinginan untuk bekerja sama dengan Ale.
Dalam hal ini Gani sudah ceroboh tidak meneliti terlebih dahulu calon klien yang akan bekerjasama dengan kantornya. Bahkan Gani pulalah yang sudah merancangkan pertemuan pada pagi hari itu itu antara Ale dan juga calon klien barunya. Gani merasa menyesal karena dia telah bertindak ceroboh yang mengakibatkan Ali sekarang diculik.
" Gimana Ray, perkembangan Ale? Apa kamu sudah tahu jejaknya ke mana?" tanya Gani dengan suara cemas.
Ray hanya bisa mengacak-ngacak rambutnya dengan frustasi karena dirinya pun belum mendapatkan petunjuk apa-apa apa namun dia juga bingung bagaimana menceritakan hal itu kepada asisten dari istrinya itu.
" Belum, Gan!!" akhirnya dirinya hanya bisa berkata seperti itu kepada asisten dari istrinya, sebenarnya Gani pun saat ini sedang mengalami rasa bersalah yang begitu rupa gara-gara Dirinya belum mengecek keberadaan dari klien barunya sehingga mengakibatkan Ali diculik.
__ADS_1
Dan dia mengungkapkan rasa bersalahnya itu kepada Ray Karena dirinya tidak bisa tahan lagi untuk mengutuki dirinya sendiri karena kecerobohannya itu.
" Sudahlah saat ini aku akan langsung mencari ke parkiran Siapa tahu Ali masih berada di sana." kata Ray sambil bergegas berlari ke arah parkiran gimana mobilnya dan juga mobil dari Ale nangkring manis di sana.
Setelah dia sampai ke parkiran Ray langsung berkoordinasi dengan kedua pengawal dan juga supir pribadi yang membawa Ale ke sini.
Salah satu dari pengawal Ale mengatakan bahwa dirinya mencurigai adanya aktivitas mobil pengangkut makanan yang berupa van berwarna putih dengan stiker catering di sisi kanan mobil itu.
Pengawal itu mencurigai karena mobilnya yang terlihat baru ditempel dengan stiker, tapi beruntungnya ia senpat melihat ke arah no polisi mobil itu.
Ray bergegas menyuruh kedua pengawal itu untuk mengikuti arah mobil Van yang baru saja keluar dari tempat itu. Berharap agar itulah mobil yang membawa Ale.
.
.
.
TBC
crazy up 2 ya, jangan lupa beri like, gift dan vote, agar author semangat untuk crazy up ke 3, mengganti kemarin thor ga up.
__ADS_1