
Hai Readers!!
Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cetita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!
Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;
Happy reading!!
***
“Saya yang perlu kesana, karena saya yang mewakili kamu disana.” Kata Zaki sambil menunjuk dadanya.
“Kamu kan gak perlu ikutan, Le! Cukup kuasa hukum kamu saja yang mengurus segalanya.” Kata Gani.
“Maaf, emang kenapa kalau Sasya ikutan ke Batam? Takut emosi gitu ya?” tanya Zaki yang berpikir kalau si Gani ini mungkin menyukai Sasya dalam arti sebagai wanita dan pria.
“Dia sedang hamil muda, jadi dia tidak boleh pergi kemana mana!” kata Gani menegaskan, tapi itu membuat Zaki melotot tidak percaya.
“Hamil?” kata Zaki lagi keheranan.
“Iya, hamil!” sahut Gani lagi dengan tegas, ia melihat sorot pengharapan di mata Zaki. Gani bukan orang bodoh, ia tahu kalau Zaki ini memiliki rasa dengan sahabatnya ini. Tapi itu tidak mungkin terjadi, ia sudah menyelidiki latar belakang Zaki dan ia tahu kalau pernikahan bagi keduanya adalah sebuah hal yang mustahil.
“ Dengan? Pak Ray?” tanya Zaki lagi dengan hati hati.
“ Ya iyalah, masa sama saya? Kan saya bukan suaminya.”Sahut Gani lagi yang membuat Suci dan Ale hanya bisa tersenyum dikulum. Gani tampak menggebu gebu, sedangkan Zaki hanya mangap mangap kayak ikan mas koki kurang air.
“ Sebenernya saya tuh nanyanya sama Sasya, bukan sama pak Gani yang terhormat. Tapi saya heran kok Sasya sekarang suaranya laki laki.” Sahut Zaki dengan nada sarkas. Wajahnya terlihat kesal.
“Bukan begitu, daripada Ale kehabisan energy buat menjawab hal yang saya juga ketahui, maka lebih baik kalau saya saja yang menjawab, mewakili bos saya itu.” Kata Gani dengan nada enteng. Dia cukup puas bisa membuat Zaki marah, syukurin! Dasar pengacara ganjen, jangan tebar pesona sama Ale, dia gak mempan di gombalin kayak anak ABG.
__ADS_1
“Tapi..”
“Sudahlah! Memang bener yang dikatakan oleh Gani tadi, kamu gak usah ambil hati tingkah Gani, dia memang asistenku yang handal. Selain asiisten, dia juga sepupu dan sahabat aku. Jadi wajar dia tahu semuanya.” Kata Ale melerai pertengkaran tak berguna mereka itu.
“Sorry sis! Aku hanya membantu saja.” Kata Gani sambil menyeringai. Dia senang bisa membuat Zaki kheki.
“ Jadi besok aku akan berangkat ke BAtam mengurus pelaporan adanya tindakan kecurangan, pemindah alihan nama Ale Ra menjadi RaRA itu ya.” Kata Zaki sambil mencatat di notes miliknya.
“Benar! Mereka di duga melakukan pemindah alihan itu dibulan September minggu kedua.” Kata Gani lagi. Soalnya semua data itu ia hapal di luar otaknya.
“ Jadi menurut detektif yang kita kirim, mereka melakukan pernikahan di bawah tangan pada bulan September awal. Sedangkan sekarang sudah bulan oktober.” Kata Gani sambil melihat catatan yang diberikan oleh detektif yang ia sewa.
“Darimana sumber info yang anda miliki, pak Gani. Itu sangat penting bagi saya karena kita tidak bisa berjalan dengan angan angan, tapi harus dengan data yang konkreet dan terpercaya sumbernya.” Kata Zaki yang ingin tahu secara pasti dari manakah sumber info dari si Gani ini.
“Aku sewa detektif terkenal. Aku gak sebutin nama ya. Aku ada bukti bukti sampai foto foto juga. Termasuk form pemindahan dan pengalihan nama menjadi Rara.Oh ya juga transferan dari rekening bersama yang dimiliki oleh Ale dan Ray suaminya sebesar 5 miliar rupiah ke rekening atas nama Laura Elevosa. Aku juga punya print outnya.”
“Emang kenapa? Pernikahan di bawah tangan kan sering terjadi, untuk mengesahkan sebuah perseliungkuhan dengan dalih agar tidak berbuat dosa.” Kata Gani dengan nada sinis.
“Ada hukum yang mengatur juga, kalau kita tidak mengantongi ijin dari si istri pertama, maka itu ada sanksinya. Pasal 58 Kompilasi Hukum Islam:
(1) Selain syarat utama yang disebut pada pasal 55 ayat (2) maka untuk memperoleh izin pengadilan Agama, harus pula dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan pada pasal 5 Undang-Undang No.1 Tahun 1974 yaitu :
a. adanya pesetujuan istri;
b. adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istrI-istri dan anak-anak mereka.
Jadi jelas bahwa bila suami ingin menikah lagi ia wajib mendapat izin terlebih dahulu dari istri pertama atau istri-istri yang terdahulu. Bila tidak mendapat izin, maka secara hukum pernikahan tersebut adalah cacat hukum sehingga batal demi hukum. “ kata Zaki menjelaskan hukum hukumnya dengan jelas kepada Gani dan juga Syasa.
“Bahkan kasus disini adalah, bila si suami tahu bahwa dia sudah dalam ikatan perkawinan namun tetap menikah dengan orang lain tanpa izin dari istri pertama atau istri terdahulu, maka kepadanya bisa dikenakan Pasal 279 KUHP dengan ancaman 5 sampai 7 tahun penjara.” Kata Zaki dengan tegas, sambil menatap Syasa, apakah Syasa tega memasukan suaminya ke penjara adalah pertanyaannya, karena jelas sekali bahwa istri pertama belum dimintain ijin dan tanda tangan surat apapun. Karena biasanya sang wanita lemah dengan ke khilafan suami, apalagi mereka sudah memiliki anak dan sedang menantikan anak ke dua.
__ADS_1
“Wah, berarti kita bisa menuntut sang suami dong ya? Dan maksudnya nikahnya jadi gak sah juga kan?” tanya Gani sambil mengerlingkan matanya kepada Ale yang hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Zaki.
Dia menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskannya dengan kasar karena ia merasa terintimidasi dengan tatapan Gani dan Zaki serta Suci. Seakan mereka sedang menghakini dirinya.
“ Jadi kalian berharap aku bercerai dengannya? Dan membuat pelakor itu dengan enaknya menikamti uang hasil kerja kerasku bersama dnegan Ray? Kalaupun aku ingin bercerai aku harus pastikan kalau mereka tidak akan mendapatkan apa apa!” ujar Ale dengan tegas.
Dia tidak terima kalau si pelakor mendapatkan apa yang ia inginkan. Kalau Ray ingin diambil sih silahkan saj, tapi jangan dengan harta bersama yang Ale miliki.
“Tentunya kamu bisa saja mendapatkan semuanya. Karena disini kamulah korbannya.” Kata Zaki dengan nada yakin.
“Masalahnya kamu akan tega atau tidak dengan masuknya Ray ke penjara.” Lanjut Zaki dengan sedikit mendesak Syasa. Membuktikan apakah wanitanya dulu itu masih mencintai suaminya atau sudah mati rasa. Rasanya masih ada dengan wanita yang masih cantik walau kini sedang hamil anak yang kedua. Gani mencebik kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Zaki, kelihatan banget kalu Zaki masih ngarep dengan sahabatnya itu.
“ Aku belum tahu dnegan langkah selanjutnya, Zak! Bisa kamu bahas dulu masalah pengalihan hak itu, bisakah aku mendapatkannya kembali?” tanya Ale menghindar.
“Kalau kamu mau mengkasuskan dia, dengan tuntutan pidana, kamu malah bisa mendapat semuanya. Bukan hanya hak asuh tapi juga seluruh harta bersama. Bisa jadi Rara malah cuman dapat dudanya saja. “ kata Zaki dengan senyum misterius di wajahnya.
Ale lagi menimbang nimbang apakah ia akan memasukan Ray ke dalam penjara?
Kebersamaan dia bersama dengan Ray bukan sehari dua hari. Dia sudah menjalin hubungan percintaan selama 4 tahun pernikahan, belum lagi masa pacaran. Mereka menikah karena saling cinta. Bukan karena dijodohkan. Ia hanya tidak menyangka kalau suaminya itu akan melakukan hal yang menjijikan macam ini.
“Pikirkanlah dulu, baru kamu katakan kepadaku.” Kata Zaki sambil membereskan seluruh berkas yang ia milki karena besok ia harus segera beraksi mengurus semuanya di Batam.
.
.
.
TBC
__ADS_1