
Zaki langsung masuk ke dalam ruang rawat inap ibunya, di sana dia melihat ibunya yang sedang tertidur juga ditungguin oleh Mbok Siti yang sama-sama sedang beristirahat di sofa dekat ranjang ibunya.
Zaki mengerti bahwa tidurnya ibunya saat ini adalah berkat obat yang disuntikkan di dalam infus seperti biasanya.
Zaki juga sadar bahwa apa yang dikatakan oleh dokter Devia itu ada benarnya. Ibunya membutuhkan pertolongan dari psikologi untuk bisa memulihkan trauma pasca KDRT dan juga memulihkan kembali hatinya yang mungkin pecah.
Zaki sadar bahwa ibunya masih sangat mencintai Pak Ridwan, ayahnya itu namun perilaku apa yang sudah dia terima dari Pak Ridwan membuatnya trauma dan tidak bisa menerima Pak Ridwan bersama-sama di dalam satu ruang dengan ibunya.
Dan inilah yang diperlukan saat ini, pertolongan seorang psikologi yang akan mengarahkan dan menata kembali hati ibunya yang sebenarnya masih cinta kepada ayahnya namun takut akan trauma pada kekerasan di dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Pak Ridwan di masa lalu.
Zaki kemudian mengilas balik apa yang saat ini dia alami menghadapi perceraian dari kedua orang tuanya. Mungkin inilah yang saat ini dialami oleh si kecil Alex dan juga bayi Alexandra.
Alex dan Alexa pasti menginginkan kedua orangtuanya untuk rujuk bersama, sama seperti apa yang saat ini dialaminya. Sekalipun dia tahu ayahnya bersalah dengan berhubungan intim pelacur-pelacur yang digaulinya. Bahkan Jauh sebelum Zaki dewasa, namun jauh didalam Lubuk hatinya dia ingin ketika ayahnya bertaubat seperti ini, ibunya memberikan kesempatan kepada ayahnya untuk bisa menjalin sebuah Mahligai rumah tangga berdua bersama.
Padahal dirinya sudah bisa mencari kesenangan dan kebahagiaan di tempat lain, namun Entah kenapa ketika perasaannya itu melihat ibu dan ayahnya bersatu bersama, ada kebahagiaan yang berbeda dibandingkan apabila dia melihat ayahnya memiliki istri baru dan ibunya memiliki suami baru.
Mungkin inilah yang saat ini dirasakan oleh Alex, dan ia juga tahu kalau Alexandra masih terlalu kecil untuk mengetahui hal-hal seperti ini.
Namun Alex pasti tahu dengan jelas tentang keputusan berpisah yang dilakukan oleh Ray dan juga Ale. Alex pasti merasakan hal di mana dia ingin bahwa papa dan Mamanya bersatu tinggal di dalam rumah yang sama dan tidur bersama dengan mereka.
Zaki sadar sebaik apapun dirinya sebagai calon ayah tiri dari Alex nanti maupun dari Alexandra, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Ayah yang sebenarnya dari ayah kandung Alex itu sendiri.
Apalagi dia tahu persis bahwa Ale sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap dirinya, mungkin karena ini memang sudah terlambat baginya untuk kembali kepada Ale dan menjalin hubungan suami istri bersamanya.
__ADS_1
Zaki menarik nafasnya dengan kencang dan menghembuskannya dengan kasar. Dia harus segera mengambil tindakan yang tegas, menyerah dan mencari orang lain yang bisa menggantikan posisi Ale di hatinya. Katanya move on itu paling cepat apabila bisa mencari penggantinya lagi. Dan itulah keputusannya.
***
Sementara itu ditempat lain, Ale masih yang setia merawat Ray yang masih kondisi yang lemah dan tidak berdaya. Ray masih harus memulihkan banyak energinya serta berlatih untuk menggerakkan badannya yang sudah tidak pernah dia lakukan selama 4 bulan ini karena terbaring tidak sadarkan diri.
" Mau minum mas?" tanya Ale yang kelihatan ingin menggapai minuman di nakas samping ranjang tempat tidurnya.
" Iya,..tolong!" katanya dengan lirih sambil mengedipkan matanya. Ia masih belum bisa menganggukkan kepalanya karena ia akan mengalami sakit kepala yang hebat saat ia melakukan hal itu.
" Ale.. maaf!" kata Ray sambil meneteskan air mata. Dirinya merasa bersalah karena saat susah seperti ini Ale masih ada bersamanya. Menungguinya bahkan melayani dirinya layaknya seorang istri yang baik. Memang Ale adalah seorang istri yang baik dirinyalah yang tidak baik. Ray jadi teringat dengan apa yang dikatakan oleh ibunya, dia harus berusaha mengambil hati dari Ale yang masih mencintainya. Rey bisa melihat itu dari sorot mata Ale dan juga perhatian yang diberikan Ale kepadanya.
" Iya mas! Yang penting kamu harus cepat sembuh sehingga kamu bisa beraktifitas seperti semula. ingat bahwa anak-anak itu menunggu kamu menemani mereka bermain dan juga menemani mereka untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari." sahut Ale dengan nada lembut.
Ale sudah sangat senang saat terakhir Ray bisa sadar dan ia yakin kedua anaknya, terutama Alex pun pasti senang kalau Ray bisa menjadi papa mereka kembali.
" Apakah kamu masih bisa memberikan kesempatan kedua buat Mas untuk menebus semua kesalahan yang sudah mas lakukan kepada kamu yang tentunya sudah sangat menyakiti hati kamu?" tanya Ray dengan nada tergagap. Karena sejujurnya energi yang ada di dalam tubuhnya Ray itu belum sepenuhnya kembali, tapi dia tidak bisa menunggu sampai nanti karena dia takut kalau sampai Zaki yang akan merebut kesempatannya itu.
" Mas, kita bicarakan kalau kamu sudah benar benar sembuh ya." kata Ale melihat nafas Ray yang masih tersengal saat berbicara tadi.
" Apa kamu masih berhubungan dekat sama dengan Zaki?" tanya Ray dengan nada rendah diri.
" Kamu itu ngomong apa sih mas? Zaki itu pengacara ku, jelas dia akan selalu berhubungan dekat denganku." kata Ale dengan lembut dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah karena dia sadar kalau suaminya itu masih saja mencurigai hubungannya dengan Zaki. Padahal dia berulang kali bilang bahwa dirinya tidak pernah menyukai maupun berhubungan dekat dengan Zaki selain hubungan antara pengacara dan juga kliennya. sedangkan kalau di luar hubungan Ale dan juga Zaki adalah sebagai pertemanan saja.
__ADS_1
" Dia baik dan selalu tampil sebagai pembela buat kamu. sedangkan Mas selalu menyakiti kamu." kata Ray dengan nada sendu, dia sadar bahwa dirinya terlampau banyak menyakiti hati dari istrinya itu mudah-mudahan perjuangannya tidak gagal dan dirinya masih bisa untuk mendapatkan hati dari istrinya.
" Terus terang saja aku memaafkan kamu karena Alex dan Alexandra. Aku tidak mau Egois dengan mereka berdua. Aku tahu mereka sangat membutuhkan kehadiran Papanya. Bahkan mereka juga sangat membutuhkan kasih sayang daripada seorang papa, namun aku mau berterus terang saja, aku memaafkan kamu dengan syarat." kata Ale yang langsung dipotong dengan cepat oleh Ray sambil tangannya memegang erat tangan yang bersandar di ranjang tempat dirinya tidur dan beristirahat.
" Apa? Apapun syaratnya aku akan betusaha menepatinya." kata Ray dengan antusias.
" Jangan mengulanginya lagi karena kesempatanmu ini adalah kesempatan yang terakhir, dan saat kamu menodai kepercayaanku lagi kamu tidak akan pernah bisa berbalik kembali!" kata Ale dengan nada tegas. Memang benar masih ada rasa cinta di dalam hatinya namun cintanya juga tidak bodoh. Dia mengambil pelajaran dari semua yang sudah terjadi, bahwa harta dan kekayaan bukanlah patokan yang paling segalanya di dalam sebuah pernikahan. Kebersamaan dan saling menjaga itu sangat penting dibandingkan harta kekayaan yang didapatkan mereka di masa yang lampau.
" Benarkah Ale? Sayang! Aku senang sekali dengan keputusan kamu. Aku janji kalau aku ga akan menyia nyiakan kesempatan yang sudah kamu berikan kepadaku saat ini."
" Sudahlah jangan kebanyakan berjanji yang penting adalah melakukan dan menepatinya dengan benar! Dan sekarang yang paling penting adalah memulai segalanya dari nol."
" Iya sayang, kita mulai semuanya dari nol." kata Ray mengaminkan.
.
.
.
TBC
Sudah hampir END ya... wkw wkw, nanti akan ada extrapart tentang Zaki, Melva-Gani, Tuan Ridwan dan juga Rara, kalian pasti senemg, mau gak???
__ADS_1
Komen yang mau pertama diceritain dulu ya. Jangan lupa like, hadiahnya yang banyak dan VoTE!!! Happy reading!!
Oh ya kalau ingat judul ini kayak inget kalau di SPBU ya, " mas, mulai dari nol ya?" " Iya mbak, kita bisa mulai bersama sama yang penting bisa saling menerima apa adanya aja... " #EhBaper