Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
50. Rumah kosong


__ADS_3

Merujuk kepada barang bukti yang ditemukan di depan rumah sebelah kanan rumah milik Tuan Ridwan, membuat pihak kepolisian harus memulai dari sana.


Pelaporan yang dilakukan oleh Zaki juga sudah ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian.


Kali ini Zaki tidak turun tangan sendiri dalam melakukan pelaporan terhadap tingkah laku ayahnya dan juga Rara. Tetapi dia memasrahkan semuanya kepada anak buah yang ada di kantor Zaki and partners.


Zaki akan lupa kalau hari ini dia belum memasukkan nasi kedalam perutnya sama sekali, karena dia masih saja berada di tempat kejadian perkara.


Gani pun menelepon karena dia juga ingin berada ditempat kejadian perkara, hati mereka sangat cemas dengan kondisi yang akan dialami oleh Ale Karena bagaimanapun Ale itu masih dalam keadaan hamil.


Gani pun turut cemas dengan kondisi Ray yang katanya tertembak. Memang mereka belum tahu secara pasti Apakah si Ray tertembak juga oleh Rara. Bagaimanapun kelakuan Ray di masa yang lalu, akan tetapi mengingat juga bahwa Ray itu pernah menjadi teman seperjuangan Gani, membuat Gani Aku juga merasa kasihan dengan kondisi Ray saat ini.


Pihak kepolisian yang sedang menyisir semua tempat beradius 100 m dari tempat kejadian perkara menemukan hal-hal yang aneh justru di rumah kosong di belakang tempat kejadian perkara.


Setelah memastikan bahwa Ayah Zaki dan juga Rara sedang sibuk dengan pihak pengacara karena tuntutan dari pihak kepolisian untuk segera menandatangani berkas penangkapan dan juga pelaporan yang dilakukan oleh Zaki, memantapkan Zaki untuk memeriksa rumah kosong yang terlihat terabaikan selama bertahun-tahun.


Zaki justru malah heran melihat penampakan rumah kosong itu karena seperti baru saja dimasuki oleh seseorang. Setelah melihat kesana kemari dia hanya bersama petugas kepolisian karena yang lainnya masih menyisir daerah yang lain. sedangkan anak buah yang lainnya menunggu Dani di depan tempat kejadian perkara dan Zaki hanya berjalan di sana seorang diri bersama seorang petugas kepolisian saja. Kemudian Zaki hanya bisa saling tatap dengan petugas kepolisian karena dirinya mendengar ada bunyi orang berjalan di dalam rumah kosong itu.


Jangan bilang kalau Zaki tidak takut dengan kenyataan yang saat ini dihadapi. Rumah kosong yang saat ini dia akan masuki itu sangat mengerikan. Sepertinya rumah kosong itu sudah ditinggalkan selama bertahun-tahun namun aura layaknya rumah hantu yang tidak bersahabat itu membuat Zaki bergidik ngeri.


Suara suara aneh membuat bulu kuduk Zaki merinding, sehingga tanpa sadar Dia memegang lengan dari seorang anggota polisi yang masuk bersama-sama dengan dirinya.


Kemudian petugas kepolisian itu melihat satu bukti lagi yang membuat penyakit menjadi yakin bahwa Ray dan Rara kemungkinan besar ada di dalam tempat itu.


" Darah!" bisik petugas kepolisian itu dengan nada Lirih. Zaki hanya bisa menganggukan kepalanya tadi dia mengerti kode dari petugas polisi itu bahwa darah Ini kemungkinan adalah darah yang sama yang ditemukan di gudang penyimpanan bawah tanah itu.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian dengan hati-hati merangsek masuk ke dalam rumah kosong itu, berharap bahwa mereka akan menemukan sesuatu. Ternyata mereka mendengar seseorang wanita yang menangis menambah kengerian di dalam hati Zaki.


Mungkin Zaki bukannya takut namun dia hanya seram mendengar ada suara wanita menangis di sebuah rumah kosong.


Tanpa sadar Zaki kembali meremas lengan dari petugas kepolisian itu membuat petugas kepolisian ini sedikit mengaduh kesakitan karena ditekan oleh Zaki.


" Pak!!" serunya lirih, sambil mengkode dengan matanya bahwa sakit sudah menekan hubungannya dengan keras. Zaki sadar kemudian melepaskan lengan petugas itu sambil meminta maaf tanpa suara.


" Kita masuk.." lanjut petugas polisi itu yang mengkode Zaki juga tanpa suara. dia hanya ingin memastikan bahwa tidak ada orang yang yang terluka di dalam sana. karena dia mendengar dengan jelas suara tangisan lirih dari seorang wanita.


saat Zaki dan seorang petugas polisi itu sudah masuk ke dalam rumah kosong yang tampak kotor dan gelap. suara tangisan Itu tampak jelas terdengar, Zaki merasa bahwa suara itu sangat familiar di telinganya. tanpa menunggu petugas polisi itu yang berjalan dengan sangat hati-hati, Zaki langsung merangsek masuk untuk lebih cepat menemukan Siapa wanita yang sedang menangis. dan matanya membulat saat melihat raya yang berlumuran darah dan Ale yang sedang menangis terisak-isak.


" Ale?" sapa Zaki dengan hati-hati karena Ale sama sekali tidak memperhatikan dirinya yang berhasil masuk ke dalam rumah kosong itu.


" Syasa?"


" Tolong Ray, Zak! Toolong dia!" katanya sambil terisak lirih. Kayanya kondisi Ale juga menyedihkan.


Tapi Ray tampak sudah tidak sadarkan diri. Membuat Zaki tahu bahwa kondisi Ray lebih mengkhawatirkan.


Zaki berusaha memisahkan Ale yang masih memeluk Ray dengan erat. Tujuannya Zaki bukan karena cemburu, tapi agar dirinya bisa melihat kondisi Ale, Apakah Ale baik-baik saja atau Ale juga mengalami luka yang sama dengan Ray.


" Bagaimana dengan penculik penculik itu, Sya? Bagaimana Ray bisa terluka seperti ini?"


" Ceritanya panjang sekali aku tidak bisa menjelaskan sekarang yang penting tolong ke rumah sakit terlebih dahulu karena dia tertembak untuk menyelamatkan kami berdua." kata Ale dengan nada frustasi.

__ADS_1


Tanpa disuruh petugas polisi yang mengikuti Zaki tadi langsung melapor kepada komandan nya untuk mendatangkan mobil ambulans agar bisa menyelamatkan Ray secepat mungkin.


Juga agar bisa memeriksa kondisi Ale yang tampak trauma dan Shock. Apa lagi perutnya yang sudah membuncit membuat Ale tampak menyedihkan.


" Ale Tenanglah Aku ingin memeriksa kondisi kamu juga apakah kamu terluka atau tidak?" tanya Zaki dengan lembut.


" Dia menyelamatkan aku. Aku berusaha menekan lukanya agar tidak ada darah yang keluar. Tapi ternyata sampai disini lukanya tambah parah... dan.. dann.. aku tidak bisa membawanya keliar dari sini." Ale tampak tersengal.


" Tenang dulu... oke oke.. tenanglah. Ambil nafas panjang dan hembuskan pelahan." Zaki bukan hanya cemas dengan Ale, perut Ale itu membuat Zaki cemas.


Ale mengikuti apa yang diperintahkan oleh Zaki dan dia mencoba menenangkan diri agar kontraksi di perutnya tidak semakin parah.


" Ray kena apa, Sya?" tanyanya.dengan lembut. Melihat mata kosong Ale hanya terisi dengan rasa cemas kepada Ray tak.urung membuat Zaki pedih.


" Awalnya di kena pisau yang tadi diarahkan kepadaku. Di rumah tadi semua penjaga ingin membunuh ku dengan pisau, dihalangi oleh Ray. Sehingga pisau itu menancap di dadanya. Aku berusaha menahan darahnya dengan menekannya. Lalu saat ada orang yang akan datang, mereka membawa kami lewat lorong. Ray yang masih kuat, mencoba berkelahi dengan 2 penculik, dan menarik aku lari di pintu belakang. Malang, ia terserempet peluru di bagian kepala. Ia masih bisa saja menarik aku untuk sembunyi disini. Mungkin mereka mengira aku dan Ray ke arah depan rumah, padahal Ray hanya lari ke rumah kosong ini. Mungkin juga mereka melarikan diri karena polisi udah datang." kata Ale terengah engah menjelaskan...


Zaki sedikit bingung namun, pihak ambulans dan perawat sudah masuk untuk Ray dan juga Ale.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2