
Zaki segera membawa ibunya dan juga Mbok Siti ke rumah sakit. Selain akan melakukan visum terhadap mereka berdua, Zaki juga sudah menyuruh seorang temannya seorang detektif untuk mengurus masalah CCTV yang ada di rumah besar milik ibunya itu.
Zaki sudah tidak peduli lagi apakah Ayah Ridwan ada di situ atau tidak. Ia juga sekalian mengumpulkan bukti-bukti yang lainnya yang mungkin tertinggal di rumah itu. Karena Zaki saat ini sedang fokus untuk kesembuhan dari Mbok Siti dan juga ibunya.
Apalagi Bos itu yang kondisinya agak sedikit parah dengan memar dan luka yang cukup mengerikan untuk seorang yang sudah berusia lanjut seperti Mbok Siti. Ibunya pun dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Zaki jadi geram dia ingin memukul-mukul tembok rumah sakit dan menghancurkannya kalau mendengar dan melihat lagi dari kronologi yang diceritakan oleh ibunya.
" Ish kalau memukul.orang tidak masuk tindak kejahatan, maka aku sudah hancurkan ayah yang biadap macam Ridwan." kata Zaki tanpa rasa hormat dan sopan sedikit pun terhadap ayahnya yang sudah menggoreskan luka begitu dalam terhadap dirinya.
Kenyataan bahwa sang Ibu harus dirawat di rumah sakit dengan luka dan jahitan yang cukup lumayan membuat Zaki menjadi meradang.
" Aku pastikan kamu akan jera berada di penjara bersama dengan selingkuhan kamu.!!" kata Zaki dengan nada emosi.
Ddrttt, drttt..
Dia sedikit melirik ke arah ponselnya dimana disitu tertera Gani sebagai penelepon.
Ada apa lagi mereka menelepon? pikir Zaki dalam hati.
" Halo, ada apa Gan.. So sorry aku gak bisa kesana karena aku harus mengurus ibuku yang masuk rumah sakit."
" Oh maaf banget mengganggumu! Aku .. ehm .."
" Ada apa? " tanya Zaki yang curiga.
__ADS_1
" Ale diculik!"
" Sialan si bandot tua!! Aku akan segera mengurus Ale." Zaki menduga ini pasti ada hubungannya dengan Ridwan, ayahnya. Zaki meraup wajahnya dengan frustasi.
" Ray mengejar penculik itu, kita tunggu saja kabar darinya."
"Kok bisa dia mengejar Ale?"
" Ceritanya sangat panjang, nanti saja aku ceritakan kalau kamu kesini, tapi menurutku kamu jagain dulu ibu kamu supaya semuanya berjalan dengan lancar." kata Gani sembari menutup sambungan teleponnya. setelah Gani menutup sambungan teleponnya Zaki pun merasa tidak bisa terus menunggu saja, dia langsung menelepon sebuah nomor yang membuatnya kesal dan marah hari hari ini.
Setelah sambungan ponsel yang di pencet barusan diangkat oleh orang yang dituju, Zaki langsung berkata tanpa menyapa terlebih dahulu.
" Di manakah Ale?" Tanya Zaki dengan nada emosi yang memuncak.
" Apa-apaan kamu ini! Memangnya kamu tidak punya sopan santun lagi sehingga kamu menelepon tanpa menyapa ayahmu terlebih dahulu?" tanya ayahnya dengan nada kesal. Zaki sadar bahwa dirinya sudah bertindak kurang ajar dengan melakukan seperti ini. akan tetapi dia merasa bahwa ayahnya itu bukan orang yang bisa diberi kesopanan yang seharusnya dia berikan kepada orang yang lebih tua.
Dia terus menghela nafasnya pendek-pendek supaya dia bisa mengeluarkan rasa sesak yang ada didalam dadanya.
Sejujurnya Zaki tidak bisa berpikir lagi, dia merasa hancur ketika tahu ayahnya melakukan perbuatan yang menjijikan seperti itu.
Tapi yang lebih parahnya lagi adalah saat ini Ayahnya juga sudah berani melakukan kekerasan di dalam rumah tangga terhadap ibunya, wanita yang lemah yang seharusnya membutuhkan dorongan dan kasih sayang dari suaminya sendiri.
" Ayah tidak mengerti dengan apa yang sedang kamu bicarakan ini. marilah kita bertemu supaya kamu bisa mendinginkan dulu otakmu yang sudah panas. Dan lagi jangan cuma melihat suatu permasalahan dari salah satu sudut pandang saja. Mestinya kamu sebagai seorang pengacara yang terkenal tahu bahwa kamu harus mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada ada semua orang yang saat ini kamu hadapi." kata ayahnya dengan nada suara yang sedikit mencemooh serta sedikit memprovokasi anaknya untuk lebih marah lagi. Dan benar saja, Zaki meradang dengan ungkapan yang sudah diberikan kepada ayahnya yang seakan mengejek menghina kredibilitasnya sebagai seorang pengacara. Namun sekalipun dirinya diprovokasi begitu rupa oleh ayahnya sendiri, tapi hebatnya Zaki adalah dia tidak mengeluarkan kata-kata yang nantinya bisa dipakai oleh ayahnya untuk dituntut balik.
" Saya akan mengedepankan asas praduga tak bersalah, ketika saya tidak melihat kenyataan yang sebenarnya. Tapi saat ini yang lebih menyakitkan adalah ketika saya harus mengedepankan asas praduga tak bersalah padahal saya sendiri melihat kenyataan yang sebenarnya, yaitu Ayah yang saya hormati dari sejak saya kecil sampai dewasa seperti ini, adalah orang yang sama yang menyiksa dan mengkhianati Ibu saya sebegitu rupa. Sekarang pertanyaan itu saya kembalikan kepada anda, tuan Ridwan terhormat. Ketika anda melihat nenek diperlakukan tidak adil dengan kakek terus kemudian kakek ternyata juga berselingkuh dengan wanita lain selain nenek, Emangnya Tuan Ridwan terhormat akan melakukan apa? Membunuh kakek? Menjebloskan kakek ke dalam penjara karena sudah melakukan kekerasan di dalam rumah tangga? Atau membunuh selingkuhan kakek? Sekarang jawab pertanyaan saya !Apa yang saya harus lakukan?" kata Zaki dengan suara yang sudah meninggi.
__ADS_1
Sejujurnya dia ingin menjerit dan menangis sekeras-kerasnya. Dia bukan sebuah batu karang yang bisa berdiri dengan teguh ketika badai ombak itu terus menerus datang menghantam. Dia juga bukan manusia yang tanpa darah yang tidak bisa menangis darah saat melihat kondisi ibunya yang yang menyedihkan, melihat kondisi rumah tangga yang hancur hancuran. Dan melihat kondisi bahwa ayahnya sendirilah yang sudah menghancurkan semua tatanan rumah tangga yang terlihat harmonis di awal-awal dahulu.
" Jangan salahkan Ayah kamu yang berselingkuh. Terkadang ada permasalahan rumah tangga yang tidak kamu mengerti sebagai seorang anak. Memang ada kesalahan ayah di sini namun bukan berarti bahwa ibumu tidak ada salah sama ayah." kata ayahnya yang kini sudah bernada sedikit lembut.
" Memangnya kalian sebagai orang yang sudah dewasa bahkan sekarang anda itu sudah tua, tidak mengerti ya cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik tanpa membuat masalah semakin besar? Sudahlah jangan berbelit-belit! Sekarang yang saya ingin tanyakan adalah Di manakah kalian menyembunyikan Ale! Dan jangan bilang anda tidak tahu karena pasti anda sudah tahu tentang keberadaan Ale sekarang." tegas Zaki karena dirinya tahu bahwa saat ini sebenarnya ayahnya sedang yang mengajaknya berputar-putar putar supaya dia lupa dengan keberadaan Ale yang hilang.
.
.
.
TBC
Bakal crazy up, jadi siapkan like, vote dan juga gift ya,supaya Ale cepat ketemu. Happy reading!!
oh ya thor mau kasi tahu
Ada buku bagus karya AG Sweetie
Jangan lupa setelah dibaca, difavoritkan, di like, gift dan vote juga di kasi bintang 5 ya.... 💋💋
j
__ADS_1