
" Biarlah korban kami bawa dulu ke rumah sakit, pak Zaki." kata petugas polisi itu yang tahu bahwa Zaki sedang mengintrogasi Ale.
Dia melihat bahwa Ale dalam kondisi yang sangat menyedihkan, baju yang dipakai pun sudah berlumuran darah. Petugas polisi ini merasa bhwa Ray sudah melakukan tugas dengan luar biasa karena bisa menyelamatkan korban penculikan itu walaupun akhirnya dirinya sendiri yang menjadi korban karena tertembak sekaligus tertusuk benda tajam.
Perawat segera menyelamatkan Ray dan juga Ale, membawa mereka ke rumah sakit dan merawat mereka di UGD.
Kondisi Ale baik-baik saja selain syok dan terkejut, dia tidak mengalami luka-luka yang berarti. Sekalipun dia mengeluh bahwa kandungannya yang sudah beranjak di bulan yang ketujuh ini, tampak mengeras karena kontraksi dan juga membuatnya sedikit kesakitan. Tapi selebihnya tidak ada masalah dengan kandungan Ale.
" Bagaimana dengan kondisi Ray, Zak? " tanya Ale dengan segera ketika melihat SmZaki memasuki ruangan rawat inap miliknya.
" Maaf, Sya! Ray masih belum sadarkan diri. Saat ini dirinya masih dirawat di ruang intensif supaya dokter bisa memantau kondisinya. Pisau yang tadinya melukai dadanya, mungkin hanya merobek sebagian dari otot dadanya, namun karena posisinya masih jauh dari organ penting tubuh maka Ray masih bisa diselamatkan. Namun yang parah adalah luka yang ada di kepalanya. Itu sedikit membuat dirinya tidak sadarkan diri sampai sekarang. Darah yang banyak hilang pun mengakibatkan tubuhnya trauma dan membuatnya sedikit lebih lama lagi untuk bisa menerima rangsangan dari luar. Untungnya mungkin dia selalu menjaga tubuhnya dengan olahraga yang baik sehingga respon tubuhnya itu itu sedikit lebih cepat untuk memacu pemulihan badannya." jelas Zaki sedikit ambigu kepada Ale karena dia tidak bisa menjelaskan secara detil kepada pujaan hatinya itu sebab Ia takut kalau Ale akan memaksa dirinya untuk mengantar Ale ruangan intensif tersebut.
__ADS_1
Benar saja beberapa saat kemudian Ale memaksa Zaki untuk mengantarkannya ke ruangan intensif yang saat ini digunakan oleh Ray memulihkan cedera tubuhnya.
Zaki meminta Ale untuk menunggu terlebih dahulu supaya dirinya sendiri sudah bisa memulihkan kondisi tubuhnya sakit mengingatkan kepada Ale, bahwa saat ini bukan hanya keselamatan dirinya saja yang harus dijaga namun juga anak yang ada di dalam kandungan Ale.
" Sya, kamu sendiri masih lemah. Jangan paksa dirimu untuk melakukan sesuatu di luar batas dirimu. Ingat akan kandungan kamu."
Ale tersadar dengan perkataan yang diucapkan oleh Zaki Lalu dia tidak lagi memaksa Zaki untuk mengantarnya ke ruangan yang dipakai oleh Ray.
" Bagaimana Ray bisa masuk ke dalam? Apakah Rara juga ada disana? Dan bagainana kamu bisa diculik?" Tanya Zaki dengan bertubi-tubi. Zaki sudah tidak tahan lagi menahan rasa ingin tahunya dalam prosesi penculikan Ale dan juga masuknya Ray sebagai penolong di sana.
" Awalnya mungkin kamu sudah tahu bahwa aku ada pertemuan dengan seorang klien baru yang menurut Gani cukup besar. Jadi aku mendatangi restoran atau kafe di bilangan Jakarta Selatan itu bersama dengan para pengawal dan juga sopir pribadiku. Aku datang ke sana menemui orang itu namun ternyata orang yang dikatakan sebagai klien besar itu tidak kunjung datang. Asisten yang dikirim oleh klien besar itu sudah memesan makanan karena berharap bahwa setelah bosnya datang mereka akan langsung makan dulu sembari membicarakan hubungan kerja sama kita. Kuakui waktu itu mungkin aku sedikit lengah sehingga aku meminum minuman yang memang sudah disediakan oleh pihak Cafe. Setelah itu, aku sudah tidak ingat apa-apa lagi!" jelas Ale dengan suara lirih. Sebetulnya dia sudah tidak ingin mengingat kejadian itu tapi dia sadar bahwa kronologi cerita itu penting untuk Zaki sebagai pengacaranya.
__ADS_1
" Lalu?" Zaki merasa bahwa cerita yang akan dibeberkan oleh Ali itu belum selesai, Dia sedang memikirkan, Apakah ada korelasinya penculikan ini dengan Rara?
" Setelah aku sadar, posisi aku sudah tidak di Cafe tersebut. Aku ada di sebuah ruangan, di dalam rumah mewah tadi. Para penculik ku itu memiliki keinginan untuk membunuh aku saat aku sudah sadar. Katanya supaya aku bisa lebih merasakan rasa sakit ketika tidak ada seorangpun yang yang bisa menolong alias tidak berdaya. Namun saat aku menjerit karena putus asa tiba-tiba Ray datang dan menerima tusukan senjata tajam yang mestinya ditujukan buat aku. Kedua penculik itu sedikit kaget karena yang dilukai bukanlah aku namun malah orang lain. Mereka berhenti memperlakukan aku dengan kasar, lalu menyuruh orang yang di luar ruangan di mana Aku di sekap, untuk pergi ke suatu tempat yang aku tidak ngerti. Mungkin sekitar 10 menit atau 15 menit kemudian mereka berdua kembali balik ke ruangan itu, aku yang sudah khawatir dengan kondisi Rai memohon kepada mereka supaya mengantarkan Ray ke rumah sakit. Tapi Ray meyakinkan aku bahwa luka-lukanya itu tidak parah. Aku yang sudah tidak lagi bisa berpikir hanya berharap supaya para penculik itu tidak melanjutkan niatnya untuk membunuh Ray. Kemudian beebrapa waktu kemudian, sang penculik yang tadinya berada di luar ruangan itu dan meninggalkan kami berdua di situ, secara tiba-tiba masuk ke dalam ruangan lalu menyuruh kami untuk ikut mereka entah kemana." Ale mengambil nafas dalam-dalam berusaha mengisi rongga paru-parunya agar bisa melanjutkan cerita detil kronologi Penculikan yang dialaminya.
Zaki masih dengan setia menunggu Apa yang hendak dikatakan oleh Ale. Dia juga membiarkan Ale untuk mengambil nafas terlebih dahulu mengingat Ale sampai terengah-engah.
" Aku lupa persisnya bagaimana, Ray tiba-tiba melawan kedua orang itu sampai kedua orang itu terjatuh dan salah satunya sempat tidak sadarkan diri, saat berada di lorong menuju pintu keluar. Ray kemudian menarik aku dan mendorong untuk segera keluar dari pintu, karena gerakanku masih kurang cepat saat aku sudah melewati pintu itu Ray tertembak oleh salah satu dari kedua penculik yang masih sadar. Tembakan yang meleset, karena peluru hanya menyerempet atas telinga Ray. Namun memang darah banyak sekali keluar dari sana juga. Ray masih sempat mendorong aku untuk lari, sebelum penculik bisa menemukannya. Ray menarik aku ke dalam rumah kosong itu. Ray masih sempat minta maaf kepadaku dan berjanji akan menyelesaikan, supaya aku tidak lagi terganggu. Namun setlah itu dengan tubuh yang sedikit mengejang, dia tidak sadarkan diri. Aku tidak.bisa keluar karena tubuhku gemetar dan mati rasa. Aku hanya bisa menangis lemah berharap ada yang menolong. Suaraku seakan habis tak bisa membuatku berteriak. Lagian aku juga takut kalau penculik itu bisa menemukanku lagi. Aku takut!! Aku takut!!" kata Ale dengan suara lirih. Tubuhnya kini gemetar tak karuan.
.
.
__ADS_1
.
TBC