Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
44. Kehilangan jejak


__ADS_3

Tapi karena bukan hanya mobil itu saja yang keluar bersamaan dengan hilangnya Ale, Maka Ia memutuskan untuk membagi orang yang ada untuk mengikuti dua mobil yang berlawanan arah.


Mobil milik catering tadi sudah diikuti oleh ke-2 pengawal Ale, sedangkan satu orang lagi diikuti oleh sopir pribadi milik Ale yaitu sebuah mobil sedan tanpa plat nomor yang jelas.


Sekarang Ray malah yang jadi bingung dirinya harus mengikuti yang mana karena hanya dua mobil yang mencurigakan itulah yang keluar setelah Ale hilang.


tapi tiba-tiba dia dikejutkan dengan sebuah mobil yang berwarna hitam berbentuk es keluaran terbaru yang berhenti di sana, anehnya orang yang ada di dalam mobil itu tidak keluar dari mobil sama sekali. Untunglah Rai sudah masuk ke dalam mobil sembari menunggu kepastian Apakah dia mengikuti kedua pengawal Ali atau malah mengikuti supir pribadi Ali.


Mobil hitam itu menunggu orang dari dalam cafe di bilangan Jakarta Selatan itu. Ray melihat bahwa orang yang ada di dalam Cafe tiba-tiba keluar bersama seorang yang tampak tidak sadarkan diri. Orang yang tidak sadarkan diri perawakannya mirip sekali dengan istrinya. Ray langsung menyembunyikan tubuhnya sehingga orang tersebut tidak bisa melihat dirinya.


Tapi karena kebetulan parkiran itu sangat sepi sehingga dia bisa mendengar bahwa orang itu menyebut kata pengawal dan juga sopir pribadi Ale yang sudah pergi.


Mereka kemudian berangkat menggunakan mobil SUV warna hitam yang sudah direkam nomor polisinya oleh Ray dengan ponselnya. Karena dia sudah tidak sempat lagi untuk menghubungi Gani jadi dia hanya mengirimkan nomor polisi itu kepada Gani, agar asisten dari istrinya itu bisa segera mencari nomor polisi yang bersangkutan.


Asisten dari istrinya itu juga sudah melaporkan tindak penculikan ini kepada polisi yang direkomendasikan oleh Zaki. Sedangkan Zaki sendiri sedang berusaha mengorek keterangan dari ayahnya yang diduga adalah pelaku di balik penculikan istrinya ini.


Setelah kira-kira beberapa menit terakhir Ray langsung cabut dan mengikuti mobil ketiga yang yang dia yakini membawa istrinya entah kemana. Dia juga menyuruh Gani untuk menyusul ke arah yang ia tuju saat ini.


Da juga mengaktifkan GPS posisi lokasi yang dia bagikan kepada Gani. Pihak kepolisian pun sudah memantau lokasi yang dituju oleh Rai saat ini. Memang mereka tidak pernah juga bahwa untuk mengikuti orang yang dicurigai oleh Ray.

__ADS_1


Saat ini Ray mengikuti dengan jarak yang sangat aman kira-kira 3 sampai 4 mobil di depan baru dia menemukan SUV warna hitam itu.


Dia berharap agar orang itu tetap tidak mengetahui keberadaannya yang mengikuti mobil mereka dari jarak yang lumayan jauh.


Mobil itu menuju ke arah perumahan elit yang terletak di pinggiran kota, yang memang sangat jauh dari pemukiman penduduk.


Yang ditakutkan oleh Ray saat ini adalah Kalau tidak ada mobil-mobil yang menutupi keberadaannya sehingga tentu saja orang yang ada di yang sedang dia ikuti itu akan mengerti bahwa dirinya mengikuti arah mobil mereka.


Tapi keinginan Ray akhirnya terkabul juga masih banyak mobil yang mengarah ke pemukiman elit yang dituju oleh orang itu. Dia langsung menghubungi Gani untuk segera mengecek Zaki, Apakah arah pemukiman itu adalah salah satu properti yang dimiliki oleh Tuan Ridwan.


Sementara Gani menanyakan kepada Zaki, Ray tetap mengikuti ke arah mana mobil itu pergi. Tapi kali ini bukan keberuntungan yang menghampiri Ray, namun sedikit ketidakberuntungan karena mobil-mobil yang menutupi dirinya satu-persatu sudah berbelok ke arah yang berbeda dengan mobil hitam yang diikutinya.


Ingat bahwa setelah ini dia akan menemui jalan yang berbeda dengan arah yang dituju oleh mobil hitam namun di pertengahan nya jalan itu akan bertemu lagi.


Jadi semacam dia harus belok dulu supaya masuk ke arah yang sama dengan mobil hitam tadi. Ray berusaha mengebut untuk bisa mencapai jalanan yang sama yang akan ditempuh oleh mobil hitam itu. Tapi sayang ketika Ray sudah balik ke ke arah mobil itu ternyata dia sudah tidak mendapati mobil hitam ada di jalan itu.


Berarti mobil itu berbelok ke arah rumah-rumah yang ada di sepanjang jalan ini saja. yang mengabarkan kepada Gani tentang kehilangannya ini dan meminta pertimbangan dari Gani Apa yang harus dilakukan.


Gani masih belum bisa menghubungi Zaki karena Telepon Zaki dari tadi sibuk melulu. Apakah Zaki sedang mencari informasi melalui ayahnya ataukah Zaki sedang melakukan apa Gani yg masih belum tahu.

__ADS_1


" Ray, kamu jangan gegabah dulu dalam mengambil keputusan. Kamu pantau saja dulu daerah situ supaya kamu bisa pasti Ale Dibawa Kemana." kata Gani dengan nada cemas, dia takut kalau Ray melakukan tindakan yang sembrono yang mengakibatkan Ray sendiri celaka malah mereka tidak bisa menemukan Ale dalam kondisi selamat.


" Aku mengerti dengan semua kekhawatiranmu terhadap aku dan juga istriku serta anak yang ada di dalam kandungan istriku, namun aku tidak bisa kalau tidak bertindak sesuatu. Aku sangat khawatir apabila anakku dan istriku lebih lama lagi di tempat mereka, maka kemungkinan-kemungkinan yang buruk pun akan cepat bisa terjadi." kata Rai dengan suara yang sangat frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya dan meninju ninju setirnya dengan tangannya.


" Sudahlah kamu jangan memikirkan yang buruk dulu, kita harus positive thinking memikirkan bahwa saat ini kita harus bisa menyelamatkan Ale dan mengeluarkan dia dari tempat sang penculik itu. Apakah ada kemungkinan bahwa Zaki atau kamu akan mendapatkan telepon dari orang yang menculik Ale?"


" Bisa jadi!! Bisa jadi!! Sekarang kamu coba hubungi Zaki lagi siapa tahu dialah yang mendapatkan ancaman itu. Soalnya aku sudah memblokir semua kontak Rara di ponselku. Aku rasa saat ini Zaki malah justru akan mendapatkan telepon dari sang penculik yang menginginkan barter keselamatan Ale dengan kebebasan Rara. Bagaimana menurut kamu?" tanya Ray kepada Gani yang mungkin memikirkan skema yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Ray, bahwa sebetulnya Rara dan ayah zaki lah yang berada dibelakang skema penculikan dari Ale.


" Aku akan segera menghubungi Zaki. Ingatlah bahwa kamu Jangan melakukan perbuatan bodoh yang akan kamu sesali di kemudian hari!" kata Gani memberikan nasehat kepada Ray yang saat itu masih mendengarkan suara Gani.


" Iya iya, cerewet banget!" kata baterai sambil menutup sambungan teleponnya dengan Gani.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Crazy up ke3 ya, doakan masih bisa crazy up.. kasih like, vote dan gift dong... supaya author semangat update hari ini.


__ADS_2