
Hai Readers!!
Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cetita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!
Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;
Happy reading!!
***
“Siapa tadi? Zaki? Ada berita apa?” tanya Ale dengan nada ingin tahu.
“Ehm… “
" Ada apa, Gan?" tanya Ale lagi.
" Apakah kamu pernah ada tanda tangan sebuah surat kuasa di mana suami kamu berhak melakukan apa saja di Batam tanpa harus kamu datang untuk menandatangani surat-surat Berkas?" tanya Gani dengan nada hati-hati.
Ale hanya bisa mengernyitkan keningnya tanda dia masih sedang berpikir surat macam apa yang pernah dia tandatangani agar memudahkan suaminya itu untuk memindah alihkan hak miliknya menjadi atas nama orang lain.
Tiba tiba dia sadar pernah menandatangani sebuah surat kuasa yang mempermudah pekerjaan suaminya sehingga kalau di Batam terjadi sesuatu Ray bisa memindahkan atau melakukan tanpa dia harus mendatangkan Ale ke tempat itu.
Ali yang sadar dengan kenyataan itu menjadi kesal kemudian dia merasa bahwa perutnya keram. Gani sebagai temannya ini berusaha menenangkan kali karena paska Ale ingat tentang surat kuasa itu kandungannya mulai bermasalah lagi.
Ale merasa perutnya kram dan juga merasa kesakitan. Gani langsung memanggil dokter yang tersedia buat Ale 24jam.
__ADS_1
Dia langsung membaringkan Ale di ranjang pribadi miliknya yang terdapat di dalam kantor. Gani langsung Berkeringat dingin dan menyesal karena sudah menanyakan itu kepada temannya ini tapi dia tahu juga bahwa dia tidak bisa tidak menanyakan hal ini kepada sahabatnya itu karena ini penting.
" Gan perutku sakit.."
" Sabar, tenang! Kamu harus santai. ingat kalau kamu sampai kenapa-kenapa maka yang senang adalah mereka, dan kamu tidak boleh sampai kenapa-kenapa. Mereka akan senang diatas penderitaan kamu. Kamu harus bisa kuat dan menang atas mereka. Jangan kuatir Aku akan membantu kamu semaksimal mungkin.!" kata Gani menyemangati sahabatnya itu.
Tak berapa lama Suci sekretaris Alesya sudah datang membawa dokter yang memang disediakan khusus untuk Ale selama 24 jam sehari.
Memang dokter ini bukan dokter dari rumah sakit ternama tapi dia memang bekerja untuk 24 jam sehari untuk menjaga kandungan Ale.
Hal ini dilakukan oleh Gani karena mengingat kasus-kasus yang menimpa Ali itu sangat memberatkan pikirannya. Untuk menjaga kandungan nya maka dia harus berusaha mendatangkan dokter yang menjaga ikan dengan sahabatnya itu 24 jam.
Gani sangat over protektif terhadap kali kalau menyangkut masalah anak yang ada di dalam kandungannya. Mengingat gani dan Melva sendiri belum diberi kepercayaan untuk memiliki seorang anak. Alex pun sering sekali diajak menginap di rumahnya karena dia tahu sahabatnya ini butuh beristirahat dengan tenang.
" Bu Ale sedang pikiran jadi ini berpengaruh dengan anak yang ada di dalam kandungannya. Dia harus bedrest dan tidak boleh stress." kata dokter itu dengan nada lembut. Ale sadar dia tidak boleh egois dan menyerah dengan keadaan ini.
" Tenang, aku akan kuat. Tadi aku cuman shock saja." kata Ale dengan nada lirih. Ia berusaha bangun dari tempat tidur dan mau duduk tetapi dilarang oleh dokter kandungan yang dia sewa itu. Pokoknya Ale tidak diizinkan untuk turun terlebih dahulu dari ranjang sampai dokter mengijinkan.
" Sudahlah. Kali ini kamu bedrest dulu. Aku akan suruh Melva menemani kamu.disini. Anggap saja ganti suasana." kata Gani menenangkan.
drrt drtt
Panggilan telepon kembali terdengar di saku Gani, tanda bahwa ponselnya berbunyi. Gani langsung melihat Siapa yang sedang meneleponnya dan dia sedikit takut ketika tahu bahwa yang meneleponnya adalah Zaki. Pasti Zaki ingin menanyakan tentang surat kuasa yang diberikan Ale kepada suaminya.
" Aku izin mengangkat telepon ini di luar dulu ya! Aku pasti kan nanti Melva akan menemani kamu di sini. jangan kuatir karena nanti dokter juga akan menunggu di sini, tugasnya memang dia bekerja merawat kamu 24 jam." kata Gani kembali sambil berlari keluar sebelum mengangkat ponselnya. Sebenarnya Ale bukan orang yang bodoh dia tahu pasti bahwa yang menelepon Gani adalah Zaki. Pasti Zaki ingin menanyakan masalah surat kuasa itu. Karena langkah Zaki akan lebih mudah kalau dia tahu apa yang sudah terjadi pemberian surat itu dari Ale ke suaminya. Ale sedang tidak ingin ambil pusing tentang itu. Dia benar-benar ingin memfokuskan kepada anaknya. Benar saja yang dikatakan Gani kepadanya bahwa dia tidak boleh terpuruk dan dia tidak boleh kalah melawan pelakor dan juga pengkhianat dalam rumah tangganya. Dia selalu mensugesti pikirannya bahwa kalau sampai ada apa-apa dengan dirinya yang senang adalah mereka yang sudah menjadi pengkhianat di dalam rumah tangganya. Dan Dia tidak rela kalau sampai pelakor itu bisa menguasai harta yang menjadi miliknya.
__ADS_1
***
Di luar ruangan Gani mengangkat telepon dari Zaki.
" Ada apa, Zak?" kini sudah tidak lagi menggunakan bahasa formal ketika berbincang dengan Zaki karena Zaki sendiri meminta kepada Gani agar dirinya dianggap juga sebagai sahabat.
" Bagaimana dengan perihal surat kuasa itu? Apakah benar kalau Ale sudah memberikan surat kuasa kepada suaminya?" tanya Zaki langsung tanpa basa basi.
" Benar! Kalau begitu apa yang harus kamu lakukan, Zak!" tanya Gani sambil mengacak-ngacak rambutnya tanda dia juga turut prestasi dengan kasus yang dihadapi oleh sahabatnya itu. Gani merasa bahwa suami dari Ale itu benar-benar kurang ajar.
" Terpaksa aku melakukan pelaporan tindakan kriminal yang dilakukan oleh suami dari Ale agar kasus ini bisa diproses dan berkas yang sudah dibalik nama itu bisa dibatalkan demi hukum. Karena itu bisa menjadi barang bukti bahwa mereka menipu Ale." kata Zaki kepada Gani. Pilihan untuk melaporkan kepada yang berwajib sudah diberikan kepada Ale tetapi waktu itu Ale masih mempertimbangkan rasa cinta yang ada di dalam hatinya kepada suaminya itu. Tapi rasa rasanya ini akan menjadi bom waktu yang bisa sewaktu-waktu meledak. Oleh karena itu Zaki memilih untuk melaporkan tindakan ini sebagai tindakan kriminal supaya ada efek Jera bagi suami Ale dan juga istri muda yang sudah menjebak suaminya itu.
Gani hanya bisa setuju saja dengan apa yang akan dilakukan oleh kuasa hukum mereka itu. Ganii berpikir bahwa Ale tidak usah diberi tahu tentang hal ini supaya dirinya tidak lagi lagi stres dan efek kepada kandungannya.
Dia harus terus-menerus mensugesti sahabatnya itu supaya dirinya menjadi kuat dan bisa melawan penghianat di dalam rumah tangga mereka.
Tiba-tiba Gani mendapatkan laporan yang masuk melalui email yang berada di dalam ponsel yang saat ini masih tersambung dengan Zaki.
Dia bisa mengintip apa yang menjadi isi email itu tanpa harus memutuskan hubungan ponselnya dengan Zaki. Setelah ia melihat Siapa yang mengirim email itu matanya kembali melotot, karena itu adalah surat pemberitahuan dari bank bahwa rekening Ale kembali melakukan transaksi penarikan dalam jumlah yang cukup besar sehingga mencapai limit harian.
Gani sendiri merasa pusing dan bingung harus bagaimana ia bercerita pada Ale.
.
.
__ADS_1
.TBC