Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
32. Zaki akhirnya tahu


__ADS_3

Setelah keluar dari apartemen ayahnya dengan membawa sejumlah bukti, langsung menuju ke rumah besar milik ibunya.


Sudah lama Zaki tidak pernah pulang ke rumah besar milik ibunya itu. Bukannya karena Zaki memiliki hubungan yang buruk dengan ibunya akan tetapi Zaki memiliki apartemen tersendiri yang di terletak dekat dengan tempat kerja serta arah kota.


Jadi menurutnya lebih efisien dirinya untuk tinggal di apartemen daripada ada tinggal di rumah besar keluarga yang letaknya lebih ke arah pinggiran kota.


Namun kali ini karena Zaki ingin menceritakan kepada ibunga semua yang terjadi dengan ayahnya itu maka dia ingin mengambil waktu bersama dengan Ibunya dan memikirkan strategi untuk membuat ayahnya itu ber balik ke arah keluarganya.


mobilnya sampai di daerah pinggiran kota di mana ada kompleks perumahan yang sangat besar dan elite di mana hanya ada orang-orang kaya lah yang menempati tempat eksklusif itu. saat dia menekan klakson mobilnya serta-merta saat kedua satpam yang berjaga di depan pintu gerbang utama langsung membukakan pintu otomatis itu. mereka berdua mengenali bahwa yang datang itu adalah tuan mudanya. mereka sebenarnya sedikit Irene karena tuan mudanya itu hampir tidak pernah tidur di rumah besar. paling kalau misalkan ada makan malam yang dihelat di rumah besar beserta kedua orang tuanya maka Zaki akan tinggal pas Makan malam saja Kemudian setelahnya dia akan pulang ke apartemennya dengan alasan karena lebih dekat tempat kerjanya dengan apartemen. setelah Zaki masuk ke rumah besar itu dia mendapati bahwa rumah itu sangat lengang. dia sadar ini sudah masuk tengah malam Jadi kemungkinan Ibunya sudah tertidur. tiba-tiba seorang art yang sudah cukup umur menyambutnya dengan nada girang.


" Tuan muda? Pulang kerumah besar kok tidak bilang-bilang sama mbok Siti? Kalau tuan muda tadi telepon dulu kan mbok Siti pasti akan menyiapkan makanan kesukaannya tuan muda." katanya dengan nada gembira.


Maklumlah mbok Siti itu adalah pengasuhnya sejak kecil. Jadi Mbok Siti itu sudah seperti ibu kedua baginya. Bahkan Zaki tidak ragu untuk memeluk tubuh Mbok Siti karena memang kedekatan mereka hampir seperti orang tua dan anak.


" Karena Zaki ingin memberikan kepada Mbok Siti dan juga Ibu sebuah kejutan! Malam ini Zaki akan nginep di sini." katanya sambil merangkul bahu Mbok Siti dengan rasa sayang.


Dulu sewaktu dirinya masih kecil orang tuanya sangat sibuk bekerja jadi Mbok Siti lah yang menemani Zaki kecil berada di rumah besar sendirian.


Mbok Siti hanya bisa manggut-manggut dengan senang karena apa yang sudah dikatakan oleh Tuan mudanya itu memang merupakan berita yang menggembirakan sekaligus mengejutkan bagi dirinya.

__ADS_1


Mbok Siti juga yakin kalau nanti Nyonya besarnya bangun pasti juga akan merasakan kegembiraan yang sama seperti yang ia rasakan ini.


" Ya sudah, sekarang tuan muda udah makan apa belum? Kalau tuan muda belum makan nanti akan simbok sediakan ya ? Pokoknya Tuan muda harus makan dahulu sebelum nanti tidur di kamar yang memang selalu simbok bersihkan." katanya sambil menggamit lengan kekar milik Zaki seperti waktu Zaki masih kecil dulu. padahal Zaki tadi sudah makan tapi entah kenapa dia tidak ingin menyakiti hati Mbok Siti yang sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri.


Setelah bercengkrama sekian lama dengan mbok Siti, Zaki pun diantar naik ke kamar yang biasa sakit pakai waktu tidur di rumah besar ini. Benar saja ruangan tempat dulu Zaki kecil tidur masih seperti semula. Tidak ada debu maupun kotoran yang ada di kamar ini, walaupun sebenarnya kamar ini sudah lama ditinggalkan oleh Zaki. Kira-kira Semenjak dia berangkat ke Amerika dan ketika pulang pun dia tidak pernah tidur di rumah besar. Selalu dia menempati apartemen yang yang dibelinya sendiri karena merasa bahwa apartemennya lebih dekat dengan tempat kerjanya.


" Lihat tempat tuan muda beristirahat dirumah besar pun selalu Mbok suruh pelayan untuk membersihkannya. Jadi sewaktu-waktu kalau tuan muda mau mampir dan tidur di sini, tentu lebih nyaman karena kamarnya masih seger sih ketika tuan-muda tempati." sambil tetap membereskan serta membenarkan letak selimut bantal guling yang sebenarnya sudah rapi.


Zaki hanya bisa menatap wanita paruh baya dihadapannya itu dengan rasa sayang yang tidak pernah berkurang. Dan Zaki juga tahu begitu besarnya pula rasa yang dari Mbok Siti sampai rela membujang selamanya hanya untuk mengurus dirinya di waktu dia masih kecil.


" Makasi ya mbok. Zaki sayang sama Mbok Siti. Selamanya mbok Siti akan terus Zaki anggap sebagai orang tua Zaki sendiri. Pokoknya ter the best lahhh!!" katanya sambil.memeluk tubuh wanita paruh baya itu dengan rasa sayang seperti dia menyayangi ibu nya.


" Bukannya bedess, tapi the best yang artinya paling, super, terbaik gitu lo mbok." kata Zaki lagi sambil tersenyum.


" Ha ha ha gitu to? Ya udah, tempat istirahat supaya tubuhnya besok bangun pagi bisa kembali Fit. Sudah simbok juga mau balik ke kamar lagi. tuan muda segera beristirahat saja." Kata Bu Siti sambil mengarahkan tubuhnya untuk keluar dari ruangan tempat tidur dari Tuan mudanya.


Setelah simbok keluar dari ruangan tempat tidur Tuan mudanya itu, Zaki langsung bergegas masuk ke kamar mandi selain untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena tadi dia berkeringat, dia juga ingin mengganti outfit nya menjadi lebih santai dengan hanya mengenakan Boxer dan juga kaos oblong berwarna putih.


Seakan teringat dengan tujuannya pulang Zaki langsung membuka laptopnya beserta bukti-bukti yang tadi direkam melalui ponsel. Zaki segera menyimpan semua video dan juga foto serta rekaman suara yang berhasil ditangkap baik di klub malam maupun di di apartemen milik ayahnya itu di dalam sebuah folder di laptopnya. Nantinya semua bukti-bukti itu akan dia tunjukkan kepada ibunya lalu mereka berdua akan membuat rencana dan strategi agar ayahnya ini bisa kembali kepada keluarga dan tidak lagi melakukan kenakalan kenakalan yang mestinya sudah tidak dilakukan oleh laki-laki yang sudah berkeluarga.

__ADS_1


Dia juga ingin mempersiapkan hati dan pikirannya supaya dia bisa menceritakan tanpa emosi yang berlebihan sehingga apa yang ingin disampaikannya kepada Ibu nya akan sampai dengan sempurna.


.


.


.


TBC


Hai readersss


Kembali thor mau kenalin salah satu karya dari grup Femes bersama...


Yaituuu.. Lusiana Anwar



Jangan lupa untuk.dukung dengan cara klik favofit, like dan juga baca novel ini yaaa... Terimakasihh buat dukungannya. 💋💋

__ADS_1


__ADS_2