Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
48. Ray?


__ADS_3

Mereka berusaha menyisir tempat ini sekali lagi dan berkali-kali Mereka mencoba mencari barang bukti atau setitik jalan terang untuk bisa mendapatkan arah mana yang harus mereka tuju saat ini, untuk bisa menemukan Ale.


Ray masih belum bisa masuk ke dalam daftar pencarian mereka karena mereka tidak yakin Apakah Ray ikut masuk ke dalam rumah ini atau tidak.


Tentu saja dugaan mereka sangat tepat, rumah ini pasti memiliki CCTV dan kamera pengawas. Tapi masalahnya sekarang adalah mereka juga harus mencari di manakah letak ruang controller kamera pengawas rumah ini.


Komandan polisi langsung menempatkan pasukan 1 untuk mencari di areal atas. Rumah mewah ini terbagi dari dua bagian, 1 mengarah ke lantai atas dan yang kedua adalah di daerah bagian dapur ada semacam ruang bawah tanah yang biasa menyimpan barang-barang yang tidak terpakai lagi, semacam gudang.


Pasukan 1 sudah melakukan tugasnya untuk menyisir area lantai 2, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa. Dan pasukan di lantai 1 juga tidak menemukan bukti yang mengarah kepada keberadaan Ale dan juga para penculiknya.


Tapi justru mereka mendapati bahwa di areal bawah tanah itu, ada setetes darah di dekat pintu gudang itu itu yang mengarah ke dapur.


Darah itu benar-benar masih basah, membuat mereka sadar tembakan yang mereka dengar itu benar-benar nyata adanya, dan sudah melukai orang, dengan bukti darah yang mereka temukan itu.


Zaki semakin cemas dengan kenyataan yang dihadapinya saat ini. dengan bukti darah yang ditemukan oleh pihak kepolisian ini menguatkan prasangkanya bahwa memang sudah terjadi sesuatu entah dengan Ale atau dengan Ray.


Pihak kepolisian hanya bisa saling tatap saja dengan Zaki atas penemuan yang mereka dapati itu.


Kepolisian lebih teliti lagi menyisir daerah gudang yang berisi barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi. Mereka ingin mencari bukti karena adanya darah penemuan mereka yang mengarah ke dalam gudang ini. Jangan-jangan gudang ini memiliki pintu keluar yang memungkinkan mereka semua tadi bisa melarikan diri ketika mendapati adanya pihak Kepolisian dan orang-orang orang di rumah ini.


Setelah diteliti lebih lanjut mereka menemukan lorong yang menanjak, sepertinya lorong ini menuju ke arah atas. Tapi pihak kepolisian berjaga-jaga dengan senjata yang siap menembak, karena dikawatirkan lorong ini juga sebuah jebakan.


Tapi ternyata mereka mendapati lorong yang menanjak itu berakhir di sebuah pintu yang berada di langit-langit lorong itu. Komandan polisi langsung memerintahkan kepada salah seorang anak buahnya yang paling cekatan untuk mendorong pintu itu ke arah luar. Sembari semuanya berjaga-jaga di bawah, sehingga ketika musuh ternyata menembaki mereka paling tidak mereka sudah bisa melawan langsung.

__ADS_1


Anggota polisi yang disuruh membuka pintu itu segera akan meloncat ke bawah jika didapati ada orang yang hendak menembak. Ternyata perkiraan Mereka salah lagi, tidak ada seorangpun yang berjaga di atas pintu itu. Karena mereka mendapati pintu itu ternyata terhubung dengan jalan di belakang rumah besar tersebut.


Mereka kecolongan sekali lagi, karena ternyata mereka memiliki akses keluar dari rumah itu itu ke belakang rumah. Lalu asumsi dari pihak kepolisian setelah mereka keluar dari pintu belakang Lalu memutar dan menyelamatkan si sopir yang ada di mobil tahanan.


Zaki meremas dan mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Sekarang bukan hanya Ale yang hilang namun Ray juga turut raib.


komandan polisi hanya bisa menepuk-nepuk bahu Zaki dengan Iba, memang yang ini tidak tidak dapat dihindarkan karena peristiwa seperti ini benar-benar tidak bisa diprediksi oleh mereka. artinya sekalipun amatir mereka sudah mempersiapkan adanya jalan keluar saat mereka terkepung.


Dan Zaki sangat yakin kalau Ayahnya ada di balik semuanya ini. Karena sudah kepalang tanggung hari ini juga dia melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian dibantu oleh asisten dan juga sekretaris nya di kantor Elshaka lawyer and partners.


Zaki yakin kalau penculik dari Ale sudah diberitahu tentang kedatangannya ke rumah ini. Dan siapa lagi yang memberitahukan kalau bukan ayahnya sendiri.


Sebenarnya Zaki berada di dalam dilema yang besar dalam melaporkan tindakan bejat dan anarkis dari ayahnya itu kepada pihak Kepolisian.


Sungguh ini adalah pilihan terakhir yang harus dilakukan Zaki supaya ayahnya ini tidak serta-merta melakukan hal-hal yang buruk hanya karena dia memiliki banyak uang.


Pihak kepolisian akan langsung menciduk Rara setelah pelaporannya ini, begitu pula dengan ayahnya Zaki.


Ini sudah termasuk tindakan kriminal yang sudah tidak ada obatnya. Artinya mereka berdua akan ada di dalam sel sembari menunggu pihak Kejaksaan melemparkan kasus ini ke pengadilan. Ini terhitung kasus kriminal besar karena penculikan pembunuhan dan juga penganiayaan termasuk kasus besar yang tidak mungkin bisa ditangguhkan dengan hanya memberikan jaminan.


Pelaporan yang dilakukan melalui kantor Firma hukum milik Zaki segera ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian. Kasus ini termasuk kasus besar karena menyangkut nama orang yang cukup terkenal dan dikenal oleh khalayak ramai. Jadi pihak kepolisian langsung memproses secara cepat pelaporan ini. Apalagi didukung dengan data-data serta bukti visum dan juga pelaporan kekerasan di dalam rumah tangga yang dilakukan oleh ayahnya Zaki kepada ibu nya Zaki.


Zaki dan juga pihak kepolisian yang masih ada di rumah besar yang merupakan properti milik Tuan Ridwan masih melakukan penyisiran di lokasi tempat itu karena mungkin saja mereka masih meninggalkan bukti-bukti atau petunjuk untuk bisa menemukan keberadaan Ale dan juga Ray.

__ADS_1


" Kami menemukan sebuah sapu tangan dan juga sebuah cincin pernikahan yang didalamnya tertulis seperti ini" kata seorang petugas kepolisian yang melakukan penyisiran di luar pintu yang tadi mereka temukan.


Zaki mengenakan sarung tangan terlebih dahulu sebelum mengambil barang bukti yang sudah ditemukan oleh petugas Kepolisian. Memang ini sudah merupakan sebuah prosedur yang dilakukan oleh pihak kepolisian.


Kalau memegang barang bukti harus menggunakan sarung tangan karet terlebih dahulu supaya sidik jari yang ada di barang bukti masih tertempel dengan rapi.


" Ini adalah milik Ray. jadi aku asumsikan bahwa Ray bersama dengan mereka." kata Zaki dengan wajah keruh. Pihak kepolisian sedang memeriksa tetesan darah yang tadi mereka temukan di gudang rumah milik Tuan Ridwan.


" Bagaimana kamu tahu?" tanya petugas polisi dan komandan polisi yang ada di sana.


" Ini ada tulisannya di balik cincin ini. Alesya ❤ Raymond. Karena aku tahu milik Syasa, tulisannya Raymond ❤ Alesya." katanya memancarkan nada sendu. Mereka sedang berdua. Tapi ia juga bersyukur, setidaknya Ale tidak sendirian menghadapi teror Rara.


.


.


.


TBC


Mau up lagi ga?? Langsung kasih like dan gift yang besar nanti aku up lagi.. okeeee?


Sambil nunggu ini up lagi, mampir ke karya thor yang lain.

__ADS_1



jangan lupa untuk tinggalkan like, gift dan juga vote yaaa.. 💋💋


__ADS_2