Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
62. Bangun, Ray!!!


__ADS_3

Hay readers,


Maaf ya kalau up baru satu. Diusahakan kalau bisa segera end.


Kalau bisa🤭😂!! Makanya jangan lupa kasih ❤Like ❤Gift ❤Vote ❤Keep Favorit juga ya gengs, ada extrapart jugaaa💙💙 yuk cuzz baca.


Ale tidak putus asa untuk segera membuat Ray terbangun. Dia ingin memulai segalanya dari awal. Ia akan mencoba memberi Ray kesempatan demi kedua buah hatinya. Hari ini ia juga mengajak Alex ke tempat ini, bersama dengan baby Sansan mencoba membuat Papa Ray terbangun dengan mukjijatNya.


" Hai, mas.. kamu kok sekarang malas sih, lihat ini Alex dan juga baby Sandra yang cantik sudah ada disini. Masa kamu gak mau menyapa mereka, terutama baby Sansan yang menunggumu." kata Ale sambil menggendong baby San san dan menaruhnya di dalam pelukan Ray dan memeganginya takut kalau baby Sandra itu akan melorot. Namun si Alex menarik baju Ale karena ia juga ingin tidur di samping papanya.


" Mama, Alex juga mau kayak adek." kata Alex sambil merengut kesal.


" Iya iya bentar ya, mama gendong adek dulu, jadi Alex bisa tidur di samping papa ya!" kata Ale sambil mengambil Baby Sansan dan meletakannya di bouncer milik baby Sansan yang ditaruhnya di dekat sofa besar yang biasa dibuatnya beristirahat.


" Ayo big boynya papa, adek udah mengalah buat kakak, biar kakak yang jagain papa Ray dulu di kasur. Jangan lupa papanya diajak bicara ya." kata Ale sambil mengangkat Alex dan menidurkan Alex di samping tangan papanya yang tidak ada selang infusnya.


" Siap mama, Alex cerita apa ya?" katanya sambil berpikir keras dan membuat gaya yang lucu saat itu sehingga Ale tertawa terbahak-bahak melihatnya.


" Kamu cetita kegiatan kamu di sekolah dong!" suruh Ale kepada anaknya itu.


" Oh iya Alex mau cerita tentang kegiatan di sekolah saja. Sebenarnya akhir minggu besok akan ada acara di sekolah Alex. Dan acara ini buat ayah dan anak. Alex kepinginnya sih kalau papa sudah bangun, Alex ingin ikut acara itu bareng papa Ray! Tapi sayang papa Ray, belum mau bangun." kata alex dengan wajah lesu. Ia berbaring miring dan posisinya memeluk tubuh kurus papanya. Padahal dulu otot Ray terbentuk sempurna serta begitu kencang tubuhnya namun sekarang benar benar kurus dalam kurun hampir 4 bukan terbaring ta berdaya di ranjang rumah sakit. Namun kini untungnya Ray tidak lagi berada di ruangan intensif tapi sudah dipindahkan ke ruangan perawatan biasa.

__ADS_1


" Makanya papanya dibanginkan dong, Lex! Kamu percaya kalau papa bisa bangun kan?" tanya Ale dengan suara sendu. Ia perhatikan interaksi antara ayah dan anak itu serta merasa sedih ketika melihat bahwa Ray masih dalam posisi semua yaitu tertidur lelap tanpa bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya saat ini.


" Percaya, ma! Alex terus menerus bangunin papa! Tapi papa tidak mau bangun!" Adu Alex kepada Mamanya itu. Sedangkan mamanya hanya bisa tersenyum sendiri melihat bahwa Alex masih tetap gigih untuk membangunkan Papanya itu, Sedangkan Papanya hanya diam saja.


Tapi Ale sama sekali tidak menyadari bahwa saat ini Ray bisa mendengar apa yang dikatakan oleh anak laki-lakinya itu.


Bahkan salah satu tangannya jari jemarinya mulai bergerak-gerak tanda dia sudah mulai ada di ambang sadar nya.


anak laki-lakinya yang ada di dalam pelukan dirinya pun tidak menyadari bahwa Papanya sudah mulai menggerak-gerakkan jari jemarinya untuk bisa menyentuh anak laki-lakinya itu. Namun karena sudah lama tidak menggunakan tubuh dan semua anggota nya jadi Ray pun merasa kesulitan saat ingin menyentuh anak laki-lakinya yang diletakkan di dalam pelukannya serta sedang memeluk dirinya.


Sedangkan Ale yang saat ini sedang menyusui anaknya yang masih bayi tidak terlalu menatap keberadaan Ray yang sedang kesulitan untuk meraih anak laki-lakinya yang ada di dalam pelukannya.


Ale masih belum mendengar panggilan dari suaminya itu. Sedangkan Ray yang menyadari bahwa Alex yang ada di dalam pelukannya sedang tertidur, dia pun tidak berani berteriak karena selain dirinya sudah tidak mampu untuk melakuaknnya, juga dia takut untuk membangunkan anaknya yang baru saja tertidur lelap di dalam pelukannya. Ini sebuah kejadian yang sangat langka, karena semenjak Alex lahir 3 tahun lebih yang lalu dirinya tidak pernah berusaha untuk berada dekat dan memberikan kasih sayang secara limpah kepada Alex.


Dirinya hanya mementingkan masalah pekerjaan dan juga keinginan jasmaninya sendiri tanpa berusaha memikirkan orang-orang yang ada di sampingnya.


Kejadian pengkhianatan dan penembakan terhdp dirinya membuatny sdr ia telah menyia- yiakan ketiga harta yang paling berharga dalam hidupnya.


Dia menatap Alex yng ada di dlam pelukannya dan menjadikan dirinya sebagai bantal hidup. Ia merasa sangat bersalah kepada anak laki-lakinya itu yang tumbuh tanpa kasih sayang dan perlindungan dari dirinya sebagai seorang papa.


Dia menatap Ale yang tanpa lelah harus mengurus kedua anaknya, juga harus bekerja, serta harus mendampingi dirinya. Betapa berdosanya dia di masa yang lalu, sehingga dia menorehkan penghianatan yang menggores tajam kehidupan istri dan juga kedua anaknya itu. Bahkan bukan saja terhadap Alex dan Ale tapi juga terhadap anak perempuannya yang paling kecil yang sama sekali tidak pernah bisa dia jaga semenjak dari kandungan.

__ADS_1


" Aaa.. le!" panggilnya sedikit lebih keras, membuat Ale yang sedang menidurkan baby Sansan di dalam bouncer milik baby Sansan menjadi terkaget. Dirinya merasa de ja vu, dengan suara yang di dengarnya.


" Seperti suaranya mas Ray ?" Ale bergegas mendatangi suaminya yang tertidur di samping Alex.


" Alllee.." panggil Ray lagi tak putus asa. Karena ia bener benrar masih belum bisa untuk melakukannya dengan suara keras. Dan juga tubuhnya belum bisa digerakan, hanya jari jemarinya saja.


" Mas,kamu sudah bangun?" Ale langsung bergegas memanggil dokter melalui tombol darurat yang ada di samping tempat tidur Ray. Ray belum bisa menjawab, hanya mengedipkan matanya tanda mengiyakan apa yang dikatakan oleh Ale.


" Mas, kamu sudah bangun? Syukurlah kamu kembali mas!" kata Ale sambil berlinangan air mata. Para dokter semua sudah masuk dan memberikan pemeriksaan secara menyeluruh.


Ale langsung mengangkat tubuh Alex yang masih tertidur dan membaringkannya di sofa dekat bouncer adeknya.


.


.


.


TBC


Jangan lupa gengs, untuk memberikan like, dan gift. Oh ya besok hari vote sedunia ... jangan lupa nge vote author nophie ya. Pasti akan thor berikan crazy up sesuai keinginan kalian... wokeeee??? 😂

__ADS_1


__ADS_2