
Mendengar bahwa Ray dan juga Ale balikan, entah kenapa Zaki malah merasa lega. Rupa-rupanya dia sudah merasa Ikhlas untuk melepaskan Ale yang sejak dari dulu ada di dalam hati dan pikirannya.
Memang benar sih kalau obat move on itu adalah mencari gantinya. apalagi kalau wajah dari penggantinya itu hampir mirip dengan orang yang ingin dibuat move on.
Tapi cerita tentang Zaki dan juga Devia akan thor ceritakan setelah kisah dari Ray dan Ale selesai.
Jadi ini ceritanya Zaki menyambangi Ray yang masih ada di di rawat inap Rumah Sakit Permata Medika. Dia melihat Ray yang disuapi oleh Ale dengan penuh kasih sayang. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada rasa perih ketika melihat kemesraan itu. Tapi Zaki merelakannya dan berharap jodohnya akan segera datang.
" Hai.. gimana kondisi Ray, Sya?" tanya Zaki yang langsung nyelonong masuk ke dalam ruangan rawat inap Ray. Membuat Ray dan Ale yang lagi suap suapan jadi malu.
" Lebih baik, bro Thanks!" kata Ray menjawab pertanyaan Zaki dengan nada tenang. Ia sekarang sudah tenang karena ia yakin terhadap Ale yang hanya memilihnya dan bukan perjaka tajir macam Zaki.
" Syukurlah, aku turut senang." doa Zaki dengan tulus.
" Iya, bahkan kalau perkembangannya terus ke arah yang positif, dokter akan mengijinkan Ray pulang besok siang." kata Ale masih setia menyuapi suaminya, sedang Alex yang kini selalu mengikuti Ale saat di rumah sakit, juga ikut senang. Posisi Alex ada di sofa dekat bouncer adiknya si Alexandra. Ruangan ViP tempat Ray dirawat dekat dengan bangsal.melahirkan, jadi cukup aman bagi anak anak untuk ikut. Apalagi tadi Ale sekalian mengimunisasikan baby Sansan.
" Apa sudah tidak perlu take teraphy untuk Ray?" Katanya Zaki sambil mengernyitkan keningnya karena biasanya pasien seperti Ray itu membutuhkan terapi yang tidak sedikit waktunya. Karena walau emang secara keseluruhan tanda-tanda vital dan organ-organnya semuanya berjalan dengan baik, namun karena sudah 4 bulan vakum jadi Ray membutuhkan terapi untuk mengembalikan fungsi fungsi motorik yang ada di tangan kaki dan tubuhnya.
Begitu pula dengan kepalanya yang terkena atau terserempet peluru juga mengakibatkan beberapa fungsi kepalanya sedikit terganggu karena Ray sering merasa pusing yang berlebihan ketika melakukan aktivitas yang cukup menyita tenaganya.
Tapi Ale selalu berada di sampingnya untuk memberikan semangat dan juga memberikan motivasi kepada Ray dikala masa-masa terpuruknya ini. Alex sebagai anaknya juga memberikan good vibes dan banyak menolong Ray dalam menambah keceriaan dan sukacitanya sehingga membuat cepatnya pemulihan Ray. Alex ingin sekali papanya segera sembuh dan bisa bermain lagi dengan dirinya. Papa Jordan pun merasa bahagia sekalipun dirinya tidak bisa hadir terus menerus di rumah sakit untuk menjenguk anak laki-laki semata wayangnya itu. Papa Jordan juga sudah mendapatkan cerita dari Ray tentang mimpi Ray bertemu dengan mamanya sebelum dirinya bangkit dari komanya.
__ADS_1
" Dia mengambil jadwal terapi rutinnya kok. Setiap selasa dan jumat. Lagian juga dia hanya perlu melemaskan seluruh syaraf kakinya yang sudah kaku. Thanks for your attention, Zak. I really appreciate that." kata Ale dengan lembut.
" Your welcome. Jangan sungkan kalau kalian butuh bantuan. By the way, aku tinggal dulu ya, soalnya ibu juga sedang perawatan di tempat ini." kata Zaki hendak pergi di tempat itu namun Ray mencegahnya.
" Lho, Zak.. jangan buru buru. Emang ibu kamu dirawat karena apa?" tanya Ray dengan ramah. Ray ingin memperbaiki semuanya dengan benar dan berhubungan baik bersama orang-orang yang sudah membantu dan menolong istrinya dikala dirinya membuat ulah.
" Biasalah karena ibuku sudah tua tentunya ada penyakit yang menyertai. Terutama penyakit darah tinggi yang menyebabkan Ibuku drop dan harus dirawat di rumah sakit. Dia juga kepikiran dengan nasib perceraiannya dengan Ayah Ridwan." sahur Zaki senang karena tampaknya sudah mulai membuka diri untuk tidak terlalu mencurigai dan mencemburui istrinya yang bergaul akrab dengan dirinya. Toh saat ini dirinya sudah mulai move on dan menyerahkan jodoh yang terbaik yang akan Tuhan berikan ketika dia pasrah.
" Ehm maaf, Bagaimana dengan Tuan Ridwan yang saat ini masih dalam proses di pengadilan?" tanya Ale dengan sedikit ragu-ragu karena dia tidak ingin menyinggung teman baiknya ini sehingga mengingatkan pada hal-hal yang berkaitan juga dengan suaminya.
"Baik, kabar ayahku baik. Oh ya aku ingin sekalian menceritakan tentang proses yang terjadi di pengadilan kemarin. Keputusan pengadilan tentang Ayahku dan Rara sudah keluar yaitu hukuman penjara 2 tahun dipotong masa tahanan untuk Ayahku. Sedangkan untuk Rara dirinya mendapatkan hukuman penjara 15 tahun karena dalang dari semua penculikan, penembakan dan juga kerusuhan di kantor Ale. Ayahku sih menerima semua keputusan dari hakim dan berpasrah diri serta menyerahkan semuanya. Tapi tidak demikian dengan Rara, dia masih saja tidak mau menerima keputusan dari Hakim itu tapi tidak mengambil hukum karena ternyata kuasa hukum dari Rara sudah mengundurkan diri untuk tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Rupanya Rara menjadi sedikit terganggu jiwanya gara-gara keputusan hakim yang dianggapnya berlawanan dengan apa yang dia inginkan." kata Zaki menjelaskan hasil putusan sidang yang bahkan tidak pernah diikuti oleh Ale.
" Maaf, dengan keputusan hakim yang akhirnya memberatkan ayah kamu, Zak!" kata Ale merasa tidak.enak.
" Bagaimana dengan ibumu, mengatasi masalah ini? Gak tambah parah kalau tahu ayah kamu masuk penjara? " tanya Ale, sedangkan Ray hanya bisa menatap Zaki dengan wajah bersalah. Dia merasa dirinya kan ikut andil dalam peristiwa Ridwan Rara.
" Ibu tidak mau tahu tentang ayah. Namun sebenarnya dalam hati kecilnya Yang Terdalam dirinya masih menyimpan cinta yang utuh kepada ayah Ridwan.Hanya saja trauma kekerasan di dalam rumah tangga masih membayangi perasaan ibuku, sehingga dia tidak bisa menerima Ayah Ridwan sepenuhnya sebelum dirinya sendiri terbebas dri trauma. Dokter sudah menyarankan ibu untuk melakukan terapi dengan konsultasi bersama seorang psikolog. Anggap saja itu adalah gangguan hati dan perasaan gara-gara perselingkuhan dan penghianatan. Untung saja Ali adalah orang yang kuat jadi tidak perlu melewati hal-hal seperti berhubungan dengan seorang psikolog." Sindir Zaki yang rupanya membuat Ray memerah wajahnya gara-gara malu.
" Jangan nyindir!" kata Ray kesal.
" Engga nyindir ini terang terangan. Aku minta kamu harus benar benar menjaga kepercayaan yang sudah diberikan oleh Ale kepadamu, kalau engga maka kamu akan habis ditanganku dan Gani. " kata Zaki sambil mengeraskan wajahnya. Ia ingin memberi ketegasan pada Ray agar menjaga Ale dan keluarganya dengan benar kali ini.
__ADS_1
" Sudahlah, Ray sudah berbalik dari jalannya yang salah jadi kita tidak boleh lagi menghakimi apa yang sudah dia lakukan di masa yang lalu yang penting dirinya harus sadar bahwa ini adalah kesempatan dirinya yang terakhir." kata Ale dengan bijaksana.
" Terimakasih sayang. Aku semakin cinta sama kamu. " kata Ray sambil mengecup tangan Ale yang dia genggam, tindakan pamer kasih sayang yang dilakukan oleh Ray kepada Ali membuat Zaki sontak kepingin muntah.
" Pamer saja trooozzz!" kata Zaki kesal.
" Makanya cari istri dong!" kata Ray mencibir.
" Aku hampir saja dapat istri, kalau kamu ditendang!!" kata Zaki sarkas. Tapi Ray sama Ale hanya tertawa terbahak melihat reaksi Zaki.
.
.
.
END
Hai guys, akhirnya end juga cerita ini. Terima kasih yang sudah mengikuti perjalanan Ale dan juga Ray.
Kalau autornya ada salah-salah kata atau endingnya tidak sesuai dengan keinginan kalian autor mohon maaf.
__ADS_1
Setelah ending akan ada 5 extra part itu menceritakan tentang Zaki dan jodohnya, Melva dan Gani, Mita dan Tuan Ridwan. Eh masih ada satu lagi Rara ding!! 🤭jangan lepas kasi Like, Vote dan juga hadiah ya guys... nanti tabikinin special storynya Zaki dan Devia. Pasti Uwuw deeehh..❤❤❤ Happy Reading!!!