
Hay readers,
Maaf ya kalau up sering telat. Diusahakan kalau hari ini segera end.
Kalau bisa🤭😂!! Makanya jangan lupa kasih ❤Like ❤Gift ❤Vote ❤Keep Favorit juga ya gengs, ada extrapart jugaaa💙💙
Ray saat ini ada di sebuah tempat yang serba putih di mana di sana banyak sekali bunga-bunga warna ungu yang sangat indah.
Awalnya Ray berpikir bahwa ini sebuah taman bunga tapi dia terkejut melihat penampakan seorang wanita yang sangat cantik berpakaian putih yang sangat panjang hingga menyentuh tanah dan yang lebih mengejutkan lagi setelah iya perhatikan lebih lagi, wanita itu adalah mamanya.
Ray sangat gembira saat melihat mamanya yang berdiri tak jauh dari tempatnya berada.
" Ma.." sapanya dengan senyum lebar dan disambut oleh mamanya dengan tulus. Mamanya merentangkan tangan untuk memanggil anaknya itu untuk bisa berlari kepelukannya.
" Anakku.." katanya sambil menangis.
" Ma, kenapa kamu menangis? Mama harus bahagia. Ampuni aku, ma. Aku bersalah sudah menyakiti Ale, sudah mengkhianati cintanya." kata Ray sambil turut menangis. Dia tiba tiba teringat dengan kelakuannya yang sudah menduakan Ale.
Mamanya hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan menyadari bahwa anaknya ini sudah benar-benar bertaubat dari kesalahannya.
" Ray, tempatmu bukanlah disini. Kamu harus pulang untuk menjaga Ale dan juga kedua anakmu. Belum waktunya kamu berada ditempat ini. jadi kamu harus segera bersiap untuk kembali dan pulang ke rumah. Kamu juga harus memperjuangkan keluarga kamu. Memperjuangkan cinta kamu dan memperjuangkan kebahagiaan anak anak kamu. Karena kalau kamu memilih untuk menyerah pada keadaan dan membiarkan Alesya memilih lain hati, belum tentu kebahagiaan anak anak kamu ada ditangan papanya yang baru. Mulai sekarang, janganlah kamu fikirkan hanya nafsumu semata, tapi keluarga mu. Dengarkanlah, mama ingin bercerita sesuatu, ini akan menjadi bahan peenungan untuk.kamu dalam memilih mana yang lebih utama dibandingkan yang lainnya. Setiap orang dalam hidupnya mendapatkan 3 buah bola kaca yang semuanya gampang pecah, yaitu :
Bola keluarga
__ADS_1
Bola pekerjaan
Bola kesehatan
Ketiga tiganya sangat penting, tapi menurut kamu apakah yang terpenting dan haris dijaga agar jangan sampai pecah?" tanya mama sambil memberikan perumpamaan kepada Ray.
Kebijaksanaan mama Ray sudah diakui sejak dia masih hidup, sampai papa Ray tidak bisa berpaling ke lain hati karena Papa merasa tidak ada wanita lain yang bisa mengimbangi mama Ray.
Ray harus berpikir keras dalam menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari mamanya itu, namun setelah ia berpikir keras, ia langsung menjawab dengan tegas.
" Bola kaca keluarga!" sahut Ray dengan nada mantap.
" Oh ya? Lalu apa alasannya?" tanya mama lagi sambil tersenyum begitu lembut dan meneduhkan.
" Kalau bola pekerjaan, ketika rusak atau pecah, kita bisa mencari pekerjaan lain. Begitupula dengan bola kesehatan yang bisa di dicarikan obatnya. Tapi ketika bola keluarga pecah, maka semuanya itu tidak akan sama lagi. Sama seperti yang aku alami, dan yang menjadi korbannya adalah anak anak kami yang tidak mendapatkan kasih sayang yang penuh, tidak mendapatkan gambar sebuah keluarga yang utuh dan juga mungjin akan menggores banyak kenangan yang buruk yang akan berefek oanjang untuk kehidupan masa depan mereka. Benar begitu ma?" tanya Ray dengan mata yang berbinar. Mamanya hanya mengangguk lembut dan mengusap anak semata wayangnya ini.dengan kelemah lembutan seorang ibu.
" Apa yang sudah kamu lakukan adalah cerminan kalau kamu sudah menggores masa depan anak kamu. Jadi saat ini tugas kamu adalah bersimpuh di kaki mereka dan memohon ampunan, manusia tempatnya salah dan dosa, tapi kalau kamu mau bersungguh sungguh, mama percaya kalau kamu pasti bisa melukuhkan Ale. Karena sejatinya Ale sangat mencintai kamu. Ingat itu sampai kamu berpisah alam kelak, kalau istri kamu sangat luar bisa. Bahkan sekarang, dia tetap berada di samping kamu walau dia sendiri baru saja harus berjuang seorang diri untuk melahirkan anakmu dengan penuh cucuran darah dan pengorbanan nyawa." jelas mama dengan penuh keyakinan dan kasih sayang seorang ibu.
" Benarkah, ma?" mata Rey berbinar dengan senang, karena mengetahui kenyataan bahwa istrinya sangat mengasihi dirinya sehingga rela walaupun baru saja melahirkan anaknya tetap setia menunggui dirinya bangun dari komanya.
Mamanya hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya dan menatap dengan tatapan lembut penuh kasih sayang serta mengusap kepala Ray dengan lembut keibuan.
***
__ADS_1
Sudah lewat 2 hari dari kelahiran baby Sansan. Kalau tidak ada halangan yang berarti, dan pemantauan kesehatan terhadap baby Sansan baik-baik saja maka mereka berdua akan pulang ke rumah.
Dan di setiap hari setelah selesai menyusui anaknya, Ale langsung datang ke ruang rawat inap milik Ray dan menunggu disana, serta kemudian banyak bercerita tentang kelahiran anak keduanya itu.
Kata dokter, dengan Ale memberikan stimulasi terus-menerus dan mengajak Ray berbicara diharapkan Ray bisa segera bangun dari tidur panjangnya itu. Karena sebenarnya semua organ-organ vital dan juga otaknya berjalan dengan lancar. Ini hanya masalah waktu saja dan keinginan untuk tetap berada bersama dengan Ale.
Maka Ale tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa mengajak berbicara suaminya itu dan juga mencoba mengajak baby Sansan untuk datang serta menidurkan baby Sansan di samping tempat tidur Ray.
Ale melakukan semuanya itu agar Ray bisa cepat sadar dari komanya. Wajah Ray semakin tirus karena sudah beberapa bulan ada di ruangan intensif ini. Sedangkan Papa Jordan saat ini tinggal bersama Ale dan juga Alex di rumah besar yang dulu pernah ditempati Ray dan dirinya, karena kesehatan papa Jordan juga menurun paska tertembaknya Ray dan menjadi koma.
Sedangkan kasus hukum yang menjerat Rara dan juga Pak Ridwan sudah ada di dalam tahap pemeriksaan di pengadilan negeri. Setelah melewati penyidikan di kepolisian selama 20 hari dan masa perpanjangan oleh penuntut umum 40 hari, dan juga masa penuntutan selama 20 hari dan juga masa perpanjangan oleh ketua pengadilan negeri selama 30 hari, dan sudah ada di tangan hakim pengadilan negeri selama 30 hari, sehingga masa perpanjangan berikutnya adalah putusan hakim.
Zaki sendiri sekarang sedang sibuk mengurus kasus Ale dan juga ayahnya. Selama penyidikan, status pak Ridwan masih tersangka, jadi masih boleh mendapatkan tahanan luar, namun ketika statusnya sudah menginjak terdakwa tuan Ridwan sudah ditahan sepenuhnya di kepolisian. Kalau sudah menerima putusan hakim tentang kesalahannya tentu ia akan dihukum sesuai tuntutan jaksa penuntut umum dipotong masa tahanan yang sudah dijalani selama di tahanan kepolisian. Pak Ridwan benar benar pasrah dan berserah. Hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh pengacara dan juga Zaki sebagai anaknya. Sehingga nilai plus dari jaksa penuntut umum juga kerja samanya yang bauk selama persidangan dan penyidikan berlangsung.
Sedangkan Rara masih sama saja seperti semula. Dia tetap bersikukuh tidak bersalah dengan semua tuduhan yang dibuat oleh jaksa penuntut umum sehingga terkadang membuat geram mereka.
.
.
.
TBC
guys, jangan lupa author dikasi like, gift dan vote ya. Supaya aku langsung crazy up besok😘😘😘
__ADS_1