Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
57. Bukti yang memberatkan


__ADS_3

Dengan tidak adanya kuasa hukum yang menolong Rara, maka dengan mudah Rara bakal bisa di


ajukan ke pengadilan, selain karena dengan adanya  saksi saksi yang memberatkan, juga bukti bukti


yang dimiliki oleh Zaki untuk menjebloskan Rara sudah terkumpul cukup banyak.


Tentu pihak kepolisian dengan segera menindak lanjuti perkara hukum pertama yang menyangkut  Rara yaitu prostitusi online dan juga penculikan yang menyangkut Alesya dan juga pencobaan pembunuhan terhadap Ray.


“Tapi saya tidak bersalah!” kata Rara dengan nada memelas kepada pihak kepolisian yang


membawa surat penangkapan untuk dirinya.


“Ibu bisa membawa pengacara untuk mengurus hak hak yang ibu miliki. Dan terlebih baik


sekarang ibu menurut saja untuk menanyakan ke pihak yang berwenang.” Kata slaah


satu polisi yang menjemput Rara di apartemen mewah yang dimiliki oleh tuan


Ridwan.


“Saya kan punya pengacara? Kenapa saya harus mencari pengacara lain?” tanya Rara dnegan


nada kesal.


“Pengacara ibu sudah mengundurkan diri. Tapi kalau ibu membutuhkan bantuan hukum kami bisa


mengajukan kepada pengadilan untuk mencarikan pengacara untuk kasus yang


menimpa ibu.” Kata polisi itu lagi.


Rara kini dengan pasrah mengikuti pihak kepolisian yang menggelandang dirinya ke kantor


polisi, dan berusaha mencari apapun yang bisa ia lakukan intuk mendapatkan


pengacara top yang lebih top dari pengacara yangdiberikan oleh tuan Ridwan.


Sesampainya di kantor polisi, dia sudah didampingi oleh pengacara lain yang ia dapatkan


melalui temannya yang mengaku menjadi saudara pas akad bersama dengan Ray, di


Batam.


Rara hanya tertawa miris, ia memang masih memiliki uang banyak paska memorotin  pak Ridwan, suami sirinya dan juga Ray waktu itu, namun uang itu tidak bisa ia nikmati, malahan ia kini harus mendekam di


jeruji besi.


“ Ini semua  gara gara Alesya sialan itu, senadainya aku kemarin berhasil membunuhnya aku


akan puas sekalipun aku harus masuk ke dalam penjara.” Sergahnya dalam hati.


Dia saat ini masih berada di hadapan pak polisi yang lagi lagi menjadi


penyelidik dan menginvestigasi perihal pencobaan pembunuhan dan penculikan


terhadap Alesya, istri pertama suami yang menceraikannya. Tentu saja ia tidak

__ADS_1


mungkin mengatakan itu keras keras. Ia masih waras, makanya ia berusaha untuk


membohongi para polisi yang menginvestigasi dirinya.


“Dengan bukti bukti dan keterangan saksi saksi maka ibu akan kami tetapkan sebagai tersangka


dalam kasus penculikan dan pencobaan pembunuhan terhadap ibu Alesya dan


pencobaan pembunuhan terhadap tuan Raymond Izaac ..”


“Bagaimana bisa Ray terluka? Saya sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu.” Kata Rara


dengan wajah tak mengerti. Ini semua di luar dugaannya. Ia hanya memerintahkan


mereka untuk menyakiti Ale dan membunuh janin yang ada di dalam kandungan


Alesya, tapi ini kok Ray turut terluka, batinnya dengan tidak percaya kalau


kelanjutannya jadi begini. Ia tidak rela Ray terluka.


“Itu bukan saya pak! Saya saj atidak tahu menahu tentang hal itu. Pasti itu rekayasa dari


istrinya yang ada main dengan pengacaranya itu loh, Pak!” kata Rara dengan nada


menyalahkan, membuat para polisi ingin rasamya langsung memenjarakan wanita itu


tanpa harus menginvestigasinya. Semua bukti sudha jelas, tapi ia masih saja


berlagak polos seolah bukan dirinya yang melakukan itu.


saksi dan bukti bukti yang ada di lapangan. Jadi ibu Rara jangan menghambat


penyelidikan dengan membuat kesaksian palsu.” Gertak salah satu petugas


kepolisian yang mulai kesal dengan tingkah Rara yang selalu memutar mutar,


sehinga penyelidikan tidak selesai selesai.


“Nyonya, sebaiknya kita mendengarkan apa yang menjadi saran dari pihak kepolisian agar


kita bisa segera menyelesaikan penyelidikan ini lebih cepat. “ Kata sang


pengacara sambil menekan keningnya yang mulai sakit. Ia tahu kalau kemungkinan


dirinya akan bisa menyelamatkan kliennya ini sangat tipis. Tapi paling tidak ia


bisa meringankan hukumannya.


“ Tapi saya kan gak bersalah, pak Ghozali!” kata Rara membantah ucapan dari kuasa hukumnya


itu.


“Sudah cukup bu Rara! Anda harus berkerja sama dengan kami agar bisa segera menyelesaikan


kasus ini sehingga kasus ini bisa naik ke pengadilan.” Kata polisi itu dengan

__ADS_1


nada tegas dan mengintimidasi.


“ Bagaimana bisa anda bisa bilang tak bersalah karena sebenarnya bapak Ridwan sudah


memberikan keterangan secara video dan juga keterangan tertulis bahwa andalah


yang sebagai otak dalam tindak kejahatan penculikan dan pencobaan pembunuhan


ibu Alesya!” kata polisi itu mendesak lebih lagi kepada Rara, karena meraka


memang benar sudah kesal dengan Rara yang masih saja mencoba menghindar dan


masih saja mengatakan kalau dirinya tak bersalah.


 “Tapi pak, itu semua adalah fitnah!!” masih saja Rara menghindar dari interograsi dari pihak kepolisian. Bahkan ia


berteriak histeris bak orang gila. Pihak polisi menduga ini adalah salah satu


trik yang dilakukan oleh Rara untuk agar terhindar dari jeratan hukum.


“Pak Ghozali, tolong tenangkan klien anda.” Kata polisi itu dengan nada datar, melihat Rara


yang menggila.


“Baik pak Polisi, biarkan saya berbicara dulu dengan ibu Rara, sebelum anda melanjutkan


investigasi ini.” Kata pak Ghozaali dengan nada dingin, ia kesal karena Rara


seperti mempermalukannya. Kalau bukan karena bayaran yang ia terima itu besar,


ia tidak akan mau menerima kasus ini. Apalagi dia sadar lawannya adalah pak


Zaki Ekshaka Hakim, seorang pengacara kondang yang tidak pernah kalah. Kalau ia


mengambil kasus ini, ia berisiko tidak akan mendapatkan kemenangan tapi paling


tidak saat ia membela kasus yang tak mungkin sepertti ini ia hanya bisa


memperingan hukuman yang harus dijalani oleh Rara. Ia masih punya peri


kemanusiaan. Mudah mudahan apa yang ia lakukan bisa berhasil.


.


.


.


TBC


Hai readers..


Mulai hari ini thor akan daily up


sampai kalian puassss… wk wk jangan lupa untuk terus dukung thor di sini ya,

__ADS_1


kasi komentarnya dan ikuti insta nophie_author juga. Happy reading!!


__ADS_2