
Dengan tidak adanya kuasa hukum yang menolong Rara, maka dengan mudah Rara bakal bisa di
ajukan ke pengadilan, selain karena dengan adanya saksi saksi yang memberatkan, juga bukti bukti
yang dimiliki oleh Zaki untuk menjebloskan Rara sudah terkumpul cukup banyak.
Tentu pihak kepolisian dengan segera menindak lanjuti perkara hukum pertama yang menyangkut Rara yaitu prostitusi online dan juga penculikan yang menyangkut Alesya dan juga pencobaan pembunuhan terhadap Ray.
“Tapi saya tidak bersalah!” kata Rara dengan nada memelas kepada pihak kepolisian yang
membawa surat penangkapan untuk dirinya.
“Ibu bisa membawa pengacara untuk mengurus hak hak yang ibu miliki. Dan terlebih baik
sekarang ibu menurut saja untuk menanyakan ke pihak yang berwenang.” Kata slaah
satu polisi yang menjemput Rara di apartemen mewah yang dimiliki oleh tuan
Ridwan.
“Saya kan punya pengacara? Kenapa saya harus mencari pengacara lain?” tanya Rara dnegan
nada kesal.
“Pengacara ibu sudah mengundurkan diri. Tapi kalau ibu membutuhkan bantuan hukum kami bisa
mengajukan kepada pengadilan untuk mencarikan pengacara untuk kasus yang
menimpa ibu.” Kata polisi itu lagi.
Rara kini dengan pasrah mengikuti pihak kepolisian yang menggelandang dirinya ke kantor
polisi, dan berusaha mencari apapun yang bisa ia lakukan intuk mendapatkan
pengacara top yang lebih top dari pengacara yangdiberikan oleh tuan Ridwan.
Sesampainya di kantor polisi, dia sudah didampingi oleh pengacara lain yang ia dapatkan
melalui temannya yang mengaku menjadi saudara pas akad bersama dengan Ray, di
Batam.
Rara hanya tertawa miris, ia memang masih memiliki uang banyak paska memorotin pak Ridwan, suami sirinya dan juga Ray waktu itu, namun uang itu tidak bisa ia nikmati, malahan ia kini harus mendekam di
jeruji besi.
“ Ini semua gara gara Alesya sialan itu, senadainya aku kemarin berhasil membunuhnya aku
akan puas sekalipun aku harus masuk ke dalam penjara.” Sergahnya dalam hati.
Dia saat ini masih berada di hadapan pak polisi yang lagi lagi menjadi
penyelidik dan menginvestigasi perihal pencobaan pembunuhan dan penculikan
terhadap Alesya, istri pertama suami yang menceraikannya. Tentu saja ia tidak
__ADS_1
mungkin mengatakan itu keras keras. Ia masih waras, makanya ia berusaha untuk
membohongi para polisi yang menginvestigasi dirinya.
“Dengan bukti bukti dan keterangan saksi saksi maka ibu akan kami tetapkan sebagai tersangka
dalam kasus penculikan dan pencobaan pembunuhan terhadap ibu Alesya dan
pencobaan pembunuhan terhadap tuan Raymond Izaac ..”
“Bagaimana bisa Ray terluka? Saya sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu.” Kata Rara
dengan wajah tak mengerti. Ini semua di luar dugaannya. Ia hanya memerintahkan
mereka untuk menyakiti Ale dan membunuh janin yang ada di dalam kandungan
Alesya, tapi ini kok Ray turut terluka, batinnya dengan tidak percaya kalau
kelanjutannya jadi begini. Ia tidak rela Ray terluka.
“Itu bukan saya pak! Saya saj atidak tahu menahu tentang hal itu. Pasti itu rekayasa dari
istrinya yang ada main dengan pengacaranya itu loh, Pak!” kata Rara dengan nada
menyalahkan, membuat para polisi ingin rasamya langsung memenjarakan wanita itu
tanpa harus menginvestigasinya. Semua bukti sudha jelas, tapi ia masih saja
berlagak polos seolah bukan dirinya yang melakukan itu.
saksi dan bukti bukti yang ada di lapangan. Jadi ibu Rara jangan menghambat
penyelidikan dengan membuat kesaksian palsu.” Gertak salah satu petugas
kepolisian yang mulai kesal dengan tingkah Rara yang selalu memutar mutar,
sehinga penyelidikan tidak selesai selesai.
“Nyonya, sebaiknya kita mendengarkan apa yang menjadi saran dari pihak kepolisian agar
kita bisa segera menyelesaikan penyelidikan ini lebih cepat. “ Kata sang
pengacara sambil menekan keningnya yang mulai sakit. Ia tahu kalau kemungkinan
dirinya akan bisa menyelamatkan kliennya ini sangat tipis. Tapi paling tidak ia
bisa meringankan hukumannya.
“ Tapi saya kan gak bersalah, pak Ghozali!” kata Rara membantah ucapan dari kuasa hukumnya
itu.
“Sudah cukup bu Rara! Anda harus berkerja sama dengan kami agar bisa segera menyelesaikan
kasus ini sehingga kasus ini bisa naik ke pengadilan.” Kata polisi itu dengan
__ADS_1
nada tegas dan mengintimidasi.
“ Bagaimana bisa anda bisa bilang tak bersalah karena sebenarnya bapak Ridwan sudah
memberikan keterangan secara video dan juga keterangan tertulis bahwa andalah
yang sebagai otak dalam tindak kejahatan penculikan dan pencobaan pembunuhan
ibu Alesya!” kata polisi itu mendesak lebih lagi kepada Rara, karena meraka
memang benar sudah kesal dengan Rara yang masih saja mencoba menghindar dan
masih saja mengatakan kalau dirinya tak bersalah.
“Tapi pak, itu semua adalah fitnah!!” masih saja Rara menghindar dari interograsi dari pihak kepolisian. Bahkan ia
berteriak histeris bak orang gila. Pihak polisi menduga ini adalah salah satu
trik yang dilakukan oleh Rara untuk agar terhindar dari jeratan hukum.
“Pak Ghozali, tolong tenangkan klien anda.” Kata polisi itu dengan nada datar, melihat Rara
yang menggila.
“Baik pak Polisi, biarkan saya berbicara dulu dengan ibu Rara, sebelum anda melanjutkan
investigasi ini.” Kata pak Ghozaali dengan nada dingin, ia kesal karena Rara
seperti mempermalukannya. Kalau bukan karena bayaran yang ia terima itu besar,
ia tidak akan mau menerima kasus ini. Apalagi dia sadar lawannya adalah pak
Zaki Ekshaka Hakim, seorang pengacara kondang yang tidak pernah kalah. Kalau ia
mengambil kasus ini, ia berisiko tidak akan mendapatkan kemenangan tapi paling
tidak saat ia membela kasus yang tak mungkin sepertti ini ia hanya bisa
memperingan hukuman yang harus dijalani oleh Rara. Ia masih punya peri
kemanusiaan. Mudah mudahan apa yang ia lakukan bisa berhasil.
.
.
.
TBC
Hai readers..
Mulai hari ini thor akan daily up
sampai kalian puassss… wk wk jangan lupa untuk terus dukung thor di sini ya,
__ADS_1
kasi komentarnya dan ikuti insta nophie_author juga. Happy reading!!