Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
21. Mencoba mencari Ale


__ADS_3

Karena kelakuan Ray, membuat Melva langsung mengevakuasi Alex supaya tidak bisa ditemui oleh Ray. Sedangkan rumah besar dimana Ale dan Ray tinggal sudah ditutup untuk kedatangan Ray, lagian Ale dan Alex emang tidak tinggal di sana.


Makanya setelah Ray dari Rumah Sakit dan ingin balik ke rumah nya bersama Ale tidak bisa karena pengawal sudah diberitahukan oleh Gani untuk tidak memberi ijijn Ray untuk masuk dan tinggal disana, dengan alasaan kalau mereka mendapat perintah agar dirinya tidak diijinkan masuk ke dalam.


Ray kesal, sebenarnya yang punya rumah itu siapa? Kan ini rumahnya bersama Ale? Kok malah Gani yang turut campur dan mengurus urusannya dengan Ale.


Tiba tiba ada sebuah mobil yang masuk ke area rumah itu, dan herannya para pengawal memberi hormat dan membukakan pintu.


Hellooooo!!! Ini rumahnya ! Tapi dia malah tidak diijinkan masuk ke dalam, sambil melongok ke dalam pekarangan rumahnya yang luas ia melihat kalau yang datang adalah Gani.


“Woyyyy!! Ini rumahku! Kenapa aku malah tidak bisa masuk ke dalam ? KALIAN SEMBUNYIKAN.DIMANA ALE” teriaknya kepada Gani.


Gani hanya menoleh sekilas dan melengos melihat Ray yang berteriak kepadanya. Membuat Ray semakin kesal dengan Gani sahabat sekaligus sepupu ipar istrinya itu.


Gani bahkan tidak susah susah menjawab pertanyaan Ray, bahkan melenggang masuk ke dalam rumah. Tujuannya hanya satu, mengambil baju ganti untuk Ale dan juga Alex.


Dia sudah menyuruh ART yang baru untuk menyiapkan seluruh kebutuhan yang dimaksud. Gani bahkan tidak susah untuk merasa khawatir, karena seluruh barang berharga milik Ale dan juga surat berharga itu sudah tidak ada semuanya di rumah itu.


Barang berharga di rumah itu paling paling ya alat elektronik saja.


Ray berdecak kesal, dan ingin sekali melabrak Gani. Tapi akhirnya ia memilih untuk pulang ke rumahnya sendiri.


Ya ia memang masih memiliki rumah pribadi yang ditinggali oleh Jordan Izaac, papanya Ray. Ray bahkan sudah membayangkan reaksi papanya saat tahu keaadaanya sekarang, karena ia tahu kalau papanya itu sangat mencintai menantu dan.cucunya.


Dia bergidik, apa yang akan di lakukan oleh papanya kalau tahu Ale marah sama.dirinya.

__ADS_1


Drrrtt..drttt..


Didalam ojek mobil yang ia tumpangi, Ray melirik ke arah ponsel yang ia genggam, ia berharap nama Ale yang terpampang disana. Tapi la harus kecewa melihat bahwa nama Rara yang terpampang.disana.


Entah kenapa saat ia jauh dari Rara kayak gini, ia bahkan tidak mengingat tentang Rara dan percintaan panasnya.


Aneh!!


Dengan malas ia berusaha mengangkat ponselnya. tapi ia harus menjauhkan ponselnya saat mendengar istri keduanya berteriak menyerukan pendapatnya saat Ray bahkan tidak memberitahukan kala ia sudah sampai di Jakarta.


Ray hanya diam mendengar racauan dari Rara, istri keduanya itu. Mestinya ia tidak tergoda Rara. Mestinya ia bisa setia. Penyesalan kembali menghampiri Ray.


" Sudah?" Tanyanya singkat namun sarkas.


" Habisnya kamu itu gak pengertian banget. Suaminya lagi ada masalah malah cerewet." Kata Ray dengan nada kasar.


" Mas, kamu kok kasar." Tangis Rara meledak dan terdengar jelas agak lebay dipendengaran Ray.


Tanpa banyak bicara, Ray langsung menutup panggilan telpon dari istri keduanya. Dia sungguh pusing sekarang.


" Maafkan aku, Ale!" monolognya lirih


***


Ditempat lain, Ale telah sadar. Tapi ternyata dia hanya sendirian di dalam ruangan VIP rumah sakit itu.

__ADS_1


Ya memang benar Ale masih ada di Rumah Sakit yang sama, cuman memang Ale dipindah ke ruangan VIP yang rahasia supaya suami nya itu tidak bisa menemukan dirinya.


Ale mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar itu, dan dia melihat bahwa ada Zaki di sana, sedang tertidur lelap.


Dia melirik kearah meja nakas sebelah tempat tidurnya dan di situ ada jam menunjukkan bahwa ini baru pukul 7 malam.


Ale merenung tanpa mengucapkan kata, dia tahu kalau anaknya masih ada di dalam kandungannya saat ini. walaupun kandungannya lemah ia yakin anak yang ada di dalam kandungannya itu kuat.


Dia sedang berpikir banyak hal. Secara pribadi dia ingin sekali memutuskan hubungan pernikahannya dengan suaminya itu. terlalu sakit membayangkan apa yang sudah suaminya itu lakukan kepada dirinya. Bahkan dia sendiri berpikir keras kenapa di dalam kesalahannya, suami nya itu masih saja ingin mempertahankan istri mudanya itu, kurang apa bakti dirinya kepada suami.


Tapi di sisi lain hatinya masih ingin memberi kesempatan kedua kepada suaminya itu. Selagi Dia sedang menimbang-nimbang apa yang harus dia lakukan selanjutnya tiba-tiba suara Bariton milik Zaki terdengar di telinganya.


" Ehn, sudah bangun? Ngalamun apa sih sampai segitunya?" Tanya Zaki dengan suara khas orang yang sedang bangun tidur kepada Ali yang sedang melamun.


Ale kembali menatap Zaki dengan tatapan sendu. Sejujurnya dia ingin mencurahkan perasaannya dan bercerita tentang rumah tangganya kepada Zaki tapi kemudian dia menimbang-nimbang lalu memutuskan untuk tidak menceritakan kepada Zaki tentang apa yang saat ini dia pikirkan.


Dia yakin baik bagi Zaki maupun Gani akan menolak kalau mengatakan bahwa dirinya akan memberikan kesempatan kedua kepada suaminya untuk memperbaiki kelakuannya dan menerimanya kembali sebagai suami.


" Engga, aku hanya memikirkan apa sih sebenarnya kekurangan aku sehingga suamiku sampai berpaling kepada orang lain. satu-satunya yang aku dapat simpulkan hanya satu, orang yang menjadi istri kedua Suamiku itu memang jauh lebih muda dari diriku. ternyata laki-laki saat melihat orang yang jauh lebih muda apalagi dengan tampang seperti suamiku itu pasti kecantol dengan wanita yang lebih muda dan lebih seksi." katanya sambil berekspresi sedih yang tidak dapat dia sembunyikan.


Ale merasa bahwa dia sudah mencoba untuk memberikan yang terbaik buat suaminya. keturunan juga, kehidupan di atas ranjang, bahkan makanan pun selalu diperhatikan oleh Ale. Tapi mungkin benar adanya, suami yang diperhatikan kadang-kadang tidak berterima kasih, sudah diberi hati malah minta jantung. Ale tersenyum miris dengan kenyataan yang menampar dirinya saat ini, sebaik-baiknya dirinya memberikan servis kepada suaminya. Tapi itu tidak pernah dianggap sama sekali oleh suaminya.


" Kamu tidak ada kekurangan sama sekali, Syya. Itu karena suamimu adalah seorang laki-laki yang tidak tahu berterima kasih. Tidak tahu bersyukur sudah mendapatkan seorang istri yang merupakan paket komplit. Bahkan ada banyak laki-laki yang iri kepada suamimu itu, malah suamimu itu menyia-nyiakan seorang istri yang soleha seperti dirimu. Kalau aku bisa memutar waktu, maka Aku adalah orang pertama yang akan melamar kamu. Menjadikan kamu istri yang berbahagia di atas semua istri yang lain. Kalau memang kamu bersedia, Terimalah pinangan ku ini. Ceraikanlah suamimu dan menikahlah denganku. Aku akan menganggap Alex dan anak yang ada di dalam kandungan mu itu sebagai anakku. Bagiku kamu adalah segalanya. Dan kamu akan terjadi kan ratu satu-satunya dalam hidupku." kata Zaki yang yang sontak membuat Ale terkejut luar biasa, karena di tengah permasalahannya saat ini, malah ada seorang laki-laki yang belum menikah, mau menikahinya dan menganggap kedua anaknya adalah anak dari laki-laki itu.


Memang dia juga tahu bahwa Alex juga menyukai Zaki. Dia menganggap Zaki dan juga Gani adalah ayahnya. Tapi Ale memikirkan banyak hal. Dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah tanda dia belum bisa menerima pinangan dari Zaki. Hal ini membuat Zaki semakin geram dengan Ray, dia menganggap Ray terlalu beruntung.

__ADS_1


__ADS_2