Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
20. Ale hilang?


__ADS_3

Hai Readers!!


Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cerita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!


Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;


Happy reading!!


***


" Saya suami dari ibu Ale, yang merupakan pasien dari dokter Ningsih. Nama saya Raynond Izaac. Maaf kalau saya mengganggu, Saya hanya ingin mengetahui kejelasan atas status kehamilan dari istri saya yang katanya bermasalah. Kalau boleh tahu apakah masalahnya sebenar-benarnya." tanya Ray dengan Nada ingin tahu. baginya ini sudah kepalang basah jadi lebih baik dia menyelidiki sampai mengetahui dengan jelas dan bisa memutuskan langkah selanjutnya. Ray tidak rela kalau ternyata anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu bukanlah anaknya. tapi entah kenapa dia merasa yakin kalau anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu adalah anaknya.


" Oh maaf, kalau tadi saya mengira bahwa Bapak ini adalah sales obat yang biasa menunggu pasien habis kemudian masuk untuk menawarkan obat. Soalnya Ibu Ale selama dua kali ini bertemu dengan saya tidak pernah bersama dengan suaminya. mungkin Bapak sedang ada di luar negeri ya? Jadi tidak pernah mendampingi Ibu Ale untuk kontrol setiap bulannya, bahkan ketika ibu sakit dan juga sempat pingsan, Saya tidak melihat kehadiran bapak di samping ibu Ale." entah apa yang dimaksud oleh dokter Ningsih ini karena Ray menangkap sinyal-sinyal sinis dan sarkas di sana tetapi sudah tidak peduli lagi dia butuh kejelasan atas anak siapa yang ada di dalam kandungan istrinya itu.


" Dok, apakah kita bisa mengecek dna janin yang ada di dalam kandungan istri saya?"


Wajah dokter Ningsih berubah sedikit keheranan karena dia ragu apakah benar bahwa orang yang saat ini di hadapannya adalah suami dari ibu Ale.


Karena menurut dokter Ningsih pertanyaan yang diberikan oleh Bapak muda yang ada dihadapannya Ini menjurus ke arah ketidakpercayaannya akan janin yang ada di perut istrinya.


Dengan ekspresi wajah yang kaku dokter Ningsih berusaha mencari tahu apakah yang ada di dalam pikirannya sekarang ini benar adanya.

__ADS_1


" Maaf pak, kalau Boleh saya tahu apakah saat ini posisi dari bapak sebagai suami dari ibu Ale tidak mempercayai bahwa anak yang ada di dalam kandungan istri Anda saat ini adalah anak dari bapak ?" tanya dr Ningsih mencoba memahami sinyal yang diberikan bapak muda yang tampan ini.


“Begini selama 3 bulan ini saya berada di luar pulau. Dan jarang sekali pulang. Memang sebelum saya keluar pulau kita memang memiliki komit untuk memiliki seorang anak lagi. Dan kami sudah meelpas pengaman. Jadi saya hanya ingin menegaskan kalau itu memang anak saya. Secara kami jarang bertemu sejak 3 bulan yang lalu.” Kata  Ray dengan nada tegas. Jelas sekali kalau Ray tidak mempercayai begitu saja dengan anak yang ada di dalam kandungan Ale. Laknat sekali emang si Ray ini.


Dr Ningsih itu saat ini hanya bisa menelan salivanya dengan kasar. Karena jujur ia sangat ingin memaki laki laki yang tampan  tapi kelakuannya minus banget.


“Maaf tuan, emang tuan ini terakhir berhubungan intim dengan ibu Ale kapan?” tanya dr Ningsih sambil melihat perkiraan kapan Ale hamil.


“Bulan agustus akhir.” Kata Ray dengan yakin.


Dr Ningsih menatap Ray dengan tatapan datar, dan kemudian menjawab ucapan laki laki itu dengan nada dingin. 


“Tuan Ray, maaf bukannya saya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh tuan, tapi mengingat ini masih bulan November, sesuai dengan umur janin di perut ibu Ale, jadi masih ada kemungkinan kalau janin iitu milik tuan Ray. Tapi kalau mau yakin bisa dilakukan dengan mengecek DNA anak dengan tuan, tapi harus menunggu sampai si anak lahir, atau mengecek lewat plasenta bayi dnegan resiko kalau bisa jadi bu Ale kehilangan anaknya.” Katanya sambil menatap dingin kepada laki laki bej** yang ada di hadapannya itu. 


“Jadi saya tidak bisa memastikannya segera ya.” Ya ampun apa sih yang ada di dalam pikiran laki laki ini? batin dokter ini.


“Bisa kalau memang anda ingin mengambil resiko kehilangan anak anda.” Jawabnya tegas.


“Maaf kalau saya lancang berbicara ini, pantas saja ibu Ale tampak stress dan selalu dalam kondisi yang tertekan seperti sering pingsan dan seperti orang banyak pikiran, rupanya karena suaminya tidak mempercayainya ya? Tuan kalau tadinya anda ingin mempersiapkan kelahiran anak kedua dan melepas pengaman, ya jangan kemana mana. Jadi anda bisa memastiikan terlebih dahulu kalau itu emang anak anda.” Katanya deengan sedikit sarkas.


“Jadi lemahnya kandungannya karena ia stress?” kata Ray dengan tidka pekanya kalau orang yang ditanya udah malas untuk menjawab, karena pertayaan yang tdiak bermutu yang di lontarkan oleh laki laki itu.

__ADS_1


“Tuan, orang hamil itu mengalami banyak perubahan mood, perubahan hormone dan apapun yang dia rasakan justru sangat berbeda dengan situasi saat ia tidak hamil. Perlu anda sebagai suami untuk menenangkan dan membuat nyaman. Kalau anda emang tidak bisa melakukannya, jangan menambahi pikirannya, kasian dengan janin yang ada di dalam kandungan. Bisa merasa tertolak sejak dalam kandungan loh!” sahut dr Ningsih sambil menarik nafas dalam dalam, karena ia sebagai wanita bisa merasakan penderitaan ibu Ale pasiennya itu memiliki suami yang seperti ini, boleh ganteng tapi benar mengesalkan.   Belum tahu saja karena selain mengesalkan dan posesif, ia juga pengkhianat dalam rumah tangga, alias tukang selingkuh! Kalau sampai dr Ningsih tahu tentang penderitaan Ale dan ale masih bisa sekuat ini, mungkin dr Ningsih akan memasukan ini ke guiness book of record, sebagai wanita yang paling sabar, atau paling bodoh? Entahlah yang mana satu.


“Ehm baiklah dok! Saya sudah mengerti dengan kondisi yang dialami oleh istri saya itu, mun gkin setelah ini saya akan berusaha untuk menjaga dan membuatnya nyama.” Kata Ray dnegan wajah menunduk.


“Baik tuan, saya percaya. Karena pengorbanan ibu Ale sudah cukup besar, bahkan di tengah kehamilannya yang bermasalah ini ia juga masih harus bekerja? Sudah capek pikiran dituduh yang tidak tidak, masih harus capek bekerja dan mengurus rumah tangga. Bisa paham dengan maksud saya ya, tuan!” kata dr Ningsih menasehati secara halus kalau Ray wajib menjaga istrinya yang sedang hamil itu dengan baik dan jangan menyakiti perasaannya. Karena ;perasaan dan mood dari Ale itu sednag naik turun.


“Baik dokter, terimakasih untuk sarannya.Selamat sore!” katanya sambil berlalu.


Rasa rasanya ia harus mencari Ale untuk kejelasan yang sebenarnya, kalau itu emang anaknya kenapa Ale harus menyembunyikan ini dari dirinya? 


Ray bergegas kea rah kamar rawat inap Ale setelah ia keluar dari tempat dr Ningsih, tadi ia sempat mencuri dengar kalau Ale akan dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP oleh Zaki dan juga Gani. Dan setelah itu barulah mereka akan memindahkan Ale ke tempat yang aman dan menyembunyikan mereka berdua Ale dan Alex di tempat yang akan sulit dijangkau oleh dirinya.


Tapi sesampainya ia ke ruangan VVIP yang dimaksud, Ale tidak ada disana. Bahkan kaykanya tempat itu belum di tempati. Ray jadi gelisah, apa jangan jangan Ale sudah di sembunyikan oelh asisten dan pengacaranya itu agar ia tidak bisa menemui Ale? Dan ini berarti Ale hilang untuk selamanya? Ray jadi semakin ketakutan dengan kenyataan kalau ia harus berpisah dengan Ale. 


Memang benar sebuah pepatah kalau jauh dan terhilang akan merasa kehilangan kalau dekat di sia siakan, mungkin pepatah itu cocok dengan Ray.


.


.


.

__ADS_1


TBC


sudah mulai Ray menuai karma... sukurin.. ah gemes gw!!!!


__ADS_2