
Pak Ridwan yang masih bingung dengan kenyataan bahwa Rival dari pengacara yang akan mengurus kondisi Rara sang istri siri adalah Zaki, yaitu anak semata wayangnya.
Belum selesai permasalahan tentang pengacara yang akan mengurus istri siri-nya tiba-tiba Pak Ridwan harus menghadapi kenyataan bahwa baru saja dirinya mendapatkan amplop dari pengadilan agama bahwa istrinya menggugat cerai dan seturut dengan perjanjian sebelum menikah bahwa semua kekayaan dirinya saat ini akan jatuh kepada anak semata wayangnya yaitu Zaki Elshaka Hakim.
Sebenarnya dia tidak bermasalah karena ia bisa mencari uang sendiri, dan ia tidak takut apabila harta kekayaan bersamanya itu jatuh kepada anak laki-laki semata wayangnya yaitu Zaki, yang jadi permasalahannya adalah kalau Zaki membela ibunya dengan cara memperjuangkan Rara untuk masuk ke dalam penjara, itu yang menjadi ketakutan dirinya saat ini.
Karena Pak Ridwan juga tahu bahwa anak laki satu-satunya itu memang piawai dalam membela kliennya sehingga dia tidak pernah mengalami kekalahan sedikitpun. Dan lagi memang Zaki itu selalu memegang kebenaran jadi dia hanya membela orang-orang yang dianggap memang benar.
Dia mencoba menghubungi pengacaranya yang saat ini sedang berada bersama dengan Rara. Tentu saja Pak Ridwan tidak berani memunculkan wajahnya di sana karena Pak Ridwan ini adalah sosok orang terkenal yang memiliki banyak musuh jadi kalau dia sampai muncul ke sana bisa jadi ada omongan omongan yang tidak baik yang mengakibatkan akan berpengaruh buruk pada bisnisnya.
" Halo bagaimana kondisi Rara?" tanya Pak Ridwan dengan nada tegas kepada pengacaranya yang masih mengurus Rara di kantor Kepolisian.
" Gawat Pak!! Semua bukti- bukti yang sudah disertakan oleh Pak Zaki sangat kuat bahkan ada rekaman video panas juga. Selain dijerat oleh pasal prostitusi online juga Mbak Rara akan dijerat dengan pasal-pasal Lain juga." kata pengacara Rara itu dengan nada lirih.
" Apakah tidak ada kesempatan bagi Rara untuk bisa keluar dari sana? Kamu tahu kan seandainya mereka meminta uang damai, aku tidak keberatan untuk memberikannya kepada mereka, asal Rara bisa keluar dari penjara." desaknya cemas.
" Apakah Tuan tidak pernah berpikir Siapakah lawan kita saat ini? Selain pimpinan dari AleRa tours, yaitu Alesya, yang menjadi lawan kita saat ini adalah pengacara terkenal sangat Kondang tidak pernah gagal dalam membela kliennya yaitu Zaki Elshaka Hakim, yaitu anak Anda sendiri! Bagaimana kalau anda mencoba untuk melobi anak Anda supaya bisa melepaskan Nona Rara?" sanggah pengacara dari istri siri-nya itu dengan nada sarkas serta sinis.
Apakah Tuan Ridwan itu tidak memikirkan bahwa lawannya saat ini bukan saja memiliki uang yang banyak tetapi juga lawannya saat ini adalah Zaki pengacara yang kebetulan saja adalah anak kandung dari Tuan Ridwan sendiri.
Tentu saja tidak usah banyak berpikir kita pasti tahu bahwa anak tuan, pak Zaki bukan hanya ingin menghancurkan Rara si pelakor itu tapi dia juga ingin membuat Jera ayahnya supaya tidak melakukan hal yang seperti itu lagi.
__ADS_1
Tapi tentu saja tuan Ridwan tidak menerima begitu saja, dia masih ingin berusaha supaya Rara bisa bebas dari penjara.
Tiba-tiba Rara merebut telepon genggam milik pengacaranya itu dan langsung berbicara dengan suami siri-nya itu.
Rara menginginkan supaya rencana yang sudah dia buat bersama dengan Ridwan akan jadi. Ridwan tidak bermasalah untuk menceraikan Paramitha istri sah nya. Karena dia sudah mulai tergila-gila dengan istri barunya ini bahkan rencananya dirinya akan mengesahkan Rara sebagai istri sah-nya menggantikan Paramita yang sudah tua.
Tapi sebelum Ridwan bisa mempersunting Rara menjadi istri sah-nya, Rara meminta mahar bukan dengan uang. Namun Rara menginginkan supaya Ridwan membantunya menghancurkan Ale dan juga Ray.
Pada Tuan Ridwan, Rara memutar balikan fakta mengatakan bahwa dirinya telah dikhianati oleh Ray.
Ray memilih untuk tetap bersama dengan istri tuanya sehingga dirinya yang masih perawan itu rugi karena Ray mengambil keperawanannya dan menikahinya secara siri namun tiba-tiba menceraikannya begitu saja dan balik kembali dengan Ale.
Permintaan Rara kali ini sangatlah kejam dia menginginkan supaya Ale diculik kemudian disakiti beserta dengan anak yang ada di dalam kandungannya, sehingga kemungkinan anak Ale tidak dapat ditolong lagi sangatlah besar. Sehingga Ale akan jadi gila karena kehilangan anaknya.
Tapi Pak Ridwan tidak bisa menghindar lagi, mau tidak mau dia harus mengikuti apa yang menjadi keinginan Rara kalau dirinya masih mau mempersunting Rara menjadi istri sah-nya.
Karena Pak Ridwan itu sudah bener-bener terhipnotis kecantikan dan kemolekan tubuh Rara serta pelayanan menurutnya berbeda dengan istri tuanya maka ia rela untuk mengikuti apa yang diinginkan istri sirinya itu.
" Mas, pokoknya aku tidak mau kalau sampai tidur di penjara." rengeknya kesal.
" Sayang, mas sudah berusaha agar kamu bisa dijamin dulu. Lagian kamu juga sih! kenapa harus ke sana untuk membikin gara-gara" kata Pak Ridwan dengan sedikit kesal.
__ADS_1
" Maaf deh mas!! Rara janji gak akan melakukan ini lagi. Tapi kamu jangan lupa untuk tetap melaksanakan rencana kita ya." kata Rara dengan manja. Hati Pak Ridwan sudah kebat-kebit saat Rara mengatakan dengan nada manja-manja mendesah.
" Baiklah aku akan berusaha supaya kamu bisa kena tahanan luar saja dulu. untuk masalah rencana kita harus cari waktu yang tepat untuk melaksanakannya karena kalau tidak Nanti kamu akan dicurigai pertama kali." kata Pak Ridwan dengan lirih. Dia tidak mau kalau ada orang lain yang mendengar kan pembicaraan itu.
Tapi ternyata ada telinga orang lain yang mendengarkan tentang itu.
Awalnya Paramita masih memiliki keinginan untuk tidak melakukan gugatan perceraian yang sudah disusun dengan baik oleh anaknya itu tapi karena dia mendengar bahwa suaminya ini sedang merencanakan sesuatu yang buruk, Entah untuk siapa maka Paramitha mengurungkan keinginannya untuk menemui suaminya itu di kantor. Biarlah gugatan cerai yang sudah ditetima oleh Ridwan tetap berjalan. Dan biarlah rencana Zaki terhadap ayahnya juga tetap berjalan.
Sekretaris dari Pak Ridwan yang sudah hafal dengan ibu Paramitha sebagai istri sah dari tuannya itu, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat Ibu Paramitha pulang dengan wajah sendu.
Sekalipun sekretaris dari Ridwan itu tidak mengetahui tentang apa yang didengar oleh ibu Paramitha namun Ia juga tahu kelakuan dari Bosnya itu yang sering menyakiti hati istri sahnya itu.
Sekretarisnya itu hanya bisa mendesah dengan suara keras dan kemudian melanjutkan kembali apa yang menjadi pekerjaannya dan mengacuhkan apa yang terjadi di dalam ruangan bosnya.
.
.
.
TBC
__ADS_1