Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN

Berbagi Cinta : PENGKHIANATAN
8. Kabar buruk


__ADS_3

Hai Readers!!


Welcome backk.. thor kini hadir dengan tema berbagi cinta. Memang Thor bukan penikmat cerita poligami. Tenang saja, pelakor bakal thor basmi. Kalau ada yang gereget sama cetita beginian, skip dulu ga pa pa. Tenang saja happy end, karena thor juga kesel ama pelakor dan pengkhianat!!!


Jangan lupa tap like, gift yang banyak juga kasi vote, tolongggggggggg!!;


Happy reading!!


***


Sehari setelah Zaki melakukan pelaporan ke kantor polisi, sahabatnya Komandan Malik langsung menghubungi Zaki dan memintanya bertemu langsung. 


Kebetulan Zaki sedang sarapan di sebuah resto dekat dengan kantor dimana Malik berada. Tanpa berpanjang kata Malik langsung menemui Zaki di resto tersebut.


“ Eh, Ndan! Ayo kita sarapan dulu!” kata Zaki sambil melambai agar sahabatnya bisa langsung menemukannya.


“ Met pagi, pengacara kondang!! Soryyy aku dah makan pagi tadi bersama istri dan anakku sebelum berangkat kemari.” Kata Malik menolak.


“Kopi aja ya?” 


“Bolehlah kalau ngopi aja!”


“Wah, aku iri deh sama kamu, sudah punya istri yang melayani di rumah, juga sudah punya anak yang lucu. Pasti hidup kamu berwarna banget.” Kata Zaki sambil menunggu kopi milik Malik terhidang.


“Ha ha ha kamu lebih tampan dariku, bahkan dulu kamu banyak banget yang naksir, kenapa sekarang kamu malah kalah set sama aku? Kamu malah masih setia menjomblo.” Goda Malik sambil menepuk bahu temannya itu. Kopi yang mengepul pun sudah terhidang di hadapan Malik, membuat Malik langsung meniup kopinya supaya ia dapat dengan segera menikmati nikmatnya kopi di pagi hari.


“Aku menyukai seseorang dari sejak kami remaja. Aku bersekolah di sekolah yang sama sejak SMP, tapi sayangnya cintaku mungkin bertepuk sebelah tangan. Dan sampai sekarang aku masih belum bisa move on dari gadis cantik yang mencuri hatiku.” Kata Zaki sambil menerawang jauh. Pikirannya menghadirkan sesosok wanita cantik dan anggun yang selalu menutup pintu hatinya untuk sekedar bersama dengan wanita lain.

__ADS_1


“Parah parah men!! Secantik apakah bidadari itu sampai kamu tidak bisa move on darinya?” tanya Malik dengan nada kagum. Dia kagum dengan kesetiaan Zaki bayangkan usianya sudah berapa? 30 tahun!! Dan kalau dari SMP berarti sejak usia 13-15 tahun.


“Ha ha ha kamu akan kaget kalau melihat wajahnya. Dia cantik dan anggun. Gak ada sejarahnya laki laki yang bakalan bilang kalau gadis ini gak cantik. Dia selalu jadi bunga di sekolahan dan dimana pun ia berada.” Kata Zaki sambil memikirkan wajah Alesya yang kian jelas dan terpatri di pikirannya. Sayang sekali ia menikah dengan laki lkai bodoh dan tidak mengucap syukur. Sepintar dan secantik Alesya masih juga diselingkuhin.


“Sudahlah!! Kita tidak usah bicarakan kebodohanku. Anggap saja aku bodoh karena masih terus mencintai orang yang sudah menolakku dan tetap mencintainya sampai sekarang walau ada banyak wanita yang suka padaku. Hufftt!!” kata Zaki memutuskan lamunannya tentang Alesya.


“ Oke, mari kita balik ke pekerjaan dulu, karena aku mau beresin soal pelaporan yang kamu lakukan.” Kata Malik sambil mengeluarkan berkas berkas yang ia bawa untuk ditunjukan kepada Zaki


“Maksudnya, gimana?” tanya Zaki dengan heran, karena ia sudah melakukan apa yang harus ia lakukan sebagai seorang pengacara, dan ia ingat kalau berkas berkasnya sangat lengkap.


“Mereka tidak melanggar hukum karena mereka mempunyai surat kuasa untuk penggantian nama   Ale Ra menjadi RaRa. Ini berkas yang mereka miliki. Surat kuasa untuk perwalian, jadi seandainya ada sesuatu yang terjadi surat kuasa itu bisa menggantikan kehadiran dari CEO pemilik tempat itu. Oh ya ada satu lagi yang mesti kamu tahu. Aku tahu kalau ini pasti tindakan pencurian dan penipuan dari sang suami, tapi karena bukti bukti tidak kuat maka kita tidak bisa naikkan ke atas.” Kata Malik dengan nada tegas.


“Oh ya? Maksudnya gimana?” Zaki jadi terlihat bodoh saat ini, bukannya ia tidak mengerti tentang makna surat kuasa yang dipegang oleh Ray, suami Alesya. Tapi ia tidak mengira kalau ALesya sebodoh ini memberikan surat kuasa dengan tanda tangan yang dimilikinya agar suaminya bisa bebas melakukan apa saja, tanpa harus menghadirkan seorang Alesya di Batam. 


“Surat tanah yang kamu klaim sebagai milik klien kamu, sudah dipindah tangankan alias namanya sekarang menjadi milik Laura Elevosa, dan bukan lagi sebgai nama klien kamu yaitu Alesya ! Ini aku yakin kamu juga belum tahu. Kamu sendiri juga tahu kan kalau surat kuasa itu ajaib dan bisa mengubah segalanya.” Kata Malik sambil menunjukan bukti yang lainnya. Zaki langsung lemas, ini yang ia tidak ketahui, tapi ia pantang mundur. Tentu saja ia harus mengatakan ini kelapa Sasya sebagai kliennya, walau ia juga ragu. Posisi sekarang sanmgat riskan, apalagi Sasya masih hamil muda.


“Sialan!! Aku kayaknya kalah cepat dengan wanita ular itu?”


“ Wow o wo.. apa nih? Seorang Zaki mengumpat gara gara kliennya tertipu? Emang ada hubungan apa dengan klien kamu ini, jangan kamu bilang kalau wanita yang sedang kamu bela adalah wanita yang bikin kamu gak bisa move on?” tanya Malik dengan nada menggoda.


“ Malik Arsad!! Jangan mengulik hal yang gak perlu kamu ulik. Thanks buat infonya. Tapi kayaknya aku perlu memberitahukan kepada klienku tentang hal ini.” Katanya sambil membereskan berkas berkas miliknya dan langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan sahabatnya yang masih belum selesai menyesap kopi yang dibelinya.


“ Eh belum selesai..” tapi  Zaki sudah menghilang.


Malik hanya mendesah kesal, jangan jangan makanannya belum dibayar oleh Zaki, tapi rupanya itu hanya ketakutan Malik saja, karena ternyata makanan disitu sudah dibayar oleh Zaki walau Zaki sendiri bahkan belum selesai memakan makanan yang ia pesan.


***

__ADS_1


Zaki langsung balik ke hotelnya yang sebenarnya tidak jauh dari situ. Dari sana ia langsung menghubungi Gani, pada awalnya ia memang tidak mau menghubungi Sasyanya kayaknya ia juga tak tega untuk menginformasikan kepada Sasya tentang hal ini, makanya ia menghubungi Gani saja.


“Gan, apa kamu sedang bersama dengan Sa sya?”


“Hmm iya lah, dia tu harus dalam pantauan. Emang ada apa? Kamu gak punya no ponsel milik Ale?” tanya Gani di seberang sana, sedangkan Ale yang namanya disebut auto menatap Gani dengan pandangan bertanya tanya.


“Punya tapi aku gak tega kalau mau nanya sama dia.” Kata Zaki kepada Gani yang akhirnya Gani melirik kea rah Alesya.  Perasaannya agak gak enak setelah mendengar perkataan dari Zaki tadi. Firasatnya mengatakan bahwa ini pasti berkaitan dengan Ray, dan pastinya ini menyangkut berita buruk.


“Emang ada apa?” tanya Gani kepada Zaki, Ale nguping, karena pasti Gani gak mau njelasin.


“Apa Ale pernah kasih Ray surat kuasa untuk melakukan segala sesuatu mewakili Ale di Batam?” tanya Zaki kepada Gani.


“Aku tidak tahu, apa kamu ingin aku untuk menanyakan itu sama Ale? “ tanya Gani sambil melirik Ale yang masih setia nguping.


“Ya, kamu tanyain saja, karena Ray sudah mengubah semua surat surat yang ia miliki yang merupakan harta Ale menjadi milik Rara karena ia memiliki surat kuasa sialan itu. “ kata Zaki sedikit emosi.


“ Kamu pantau terus ya di sana, aku akan mengurus yang disini.” Kata Gani sambil menyudahi teleponnya dengan Zaki.


“Siapa tadi? Zaki? Ada berita apa?” tanya Ale dengan nada ingin tahu.


“Ehm… “


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2