
Vio yang dari tadi tidak fokus , vio bolak balik melirik jam berharap waktu cepat berlalu
Berharap bel berbunyi istirahat
agar segera bisa menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Vio yang baru pertama kali pacaran , menjadi bingung
" apakah pacaran seribet ini" gumam vio dalam hati
Vio yang merasa bersalah karna tidak bisa fokus belajar karna situasi ini
" Ah seharusnya aku tidak pacaran , seharusnya aku fokus belajar .ingat vio tujuan mu kekota ini untuk mengejar cita cita bukan cinta ". gumam vio
Sambil mencoret coret buku.
Vio yang sesekali melirik Hendrik , berharap Hendrik melihat kearahnya .
Namun nihil Hendrik tak sedikit pun melihat ke vio.
Vio yang bertekad dalam hati
" istirahat nanti aku haru menjelaskan semua ke Hendrik , dan mengakhiri semua aku tak mau sekolah ku jadi terganggu" tekad vio
" Kring...." Bel berbunyi menandakan istirahat
Vio lega akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga.
" Hen gue mau ngomong bentar" ucap Vio
" Mau ngomong apa lagi ? jawab Hendrik ketus
__ADS_1
" gue mau jelasin yang tadi hen" ucap Vio
" gak ada yang perlu dijelasin lagi , gue cuma mau ingetin jangan pernah lagi ulangi kejadian tadi." ucap Hendrik Sambil berjalan keluar kelas.
Viola menarik tangan Hendrik.
" lo jangan egois hen, lo harus dengerin penjelasan gue. gue gak ada apa apa sama Alvin tadi Alvin datang kebangku gue terus bercanda canda sama kita" ucap Vio menjelaskan.
" Hmm gue tau " ucap Hendrik seolah tak mau mendengarkan penjelasan vio.
Vio yang geram melihat sikap acuh Hendrik
"Gini aja deh hen , mending kita putus aja
gue gak sanggul harus ngikutin kemauan lo"
ucap Vio mengancam.
" Oh lo mau putus , yaudah kita putus . lo pikir cuman ku cewe didunia ini" ucap Hendrik
Vio yang seolah tak percaya dengan ucapan Hendrik .
Vio tampak lemas dan kembali ke bangku
Dibangku para sahabat vio yang dari tadi mendengar kan percakapan vio dan hendri
tiba tiba memeluk vio.
" lo yang sabar ya nyet " ucap Dinda
" Iya laki laki gitu ngapain lo tangisin" sahut Maria.
__ADS_1
" Udah jangan melow gitu dong" sahut Yeyen
Vio yang merasa bersalah karna tidak cerita kepada sahabatnya
" Maafin gue ya , gue gak cerita sama kalian" ucap Vio sambil menangis
" Ya kita tau kok lo pasti juga butuh waktu buat cerita " ucap Yeyen
Vio hanya mengangguk.
Vio pun berhenti menangis dan mulai bercerita semua kepada sahabatnya , bahwasannya dia sudah jadian sama Hendrik berapa hari yang lalu.
Tapi vio gak tahan dengan sikap Hendrik yang terlalu possesif.
Para sahabat vio yang mendengar penjelasan vio merasa iba kepada vio
Pasalnya ini yang pertama kalinya untuk vio berpacaran.
Namun bukan yang indah yang didapatkan vio
Malah sikap Hendrik yang possesif yang didapat kan vio.
" Kurang ajar banget tuh Hendrik awas aja kalau ketemu gue timpuk kepalanya" ucap Maria yang emosi mendengar cerita vio
"Udah mar gak usah dibahas lagi , lagian vio kan juga udah putus sama Hendrik" Dinda menimpali.
Sedang asyik berpelukan dengan sahabat sahabatnya , tiba tiba Alvin masuk kelas .
" Eh ada acara apaan ni , kok peluk pelukan? Mau juga doing dipeluk" ucap Alvin bercanda
Vio yang mendengar ucapan Alvin tersenyum
__ADS_1
"Nah gitu doong senyum , yang lalu biarlah berlalu . ingat tujuan utama lo kesini itu buat sekolah" ucap dinda mengingatkan.
Vio hanya tersenyum mendengar ucapan Dinda.