
Pagi harinya vio bangun dengan badan yang pegal pegal .
Vio yang mengingat kejadi tadi malam, bersama Hendrik hanya tersenyum.
" Gimana gak pegel , habis digarap sama
anak sebiji itu " vio menggerutu
Vio kemudian menuju kamar mandi dan bersiap ke sekolah .
Setelah semuanya beres , vio berangkat ke sekolah .
Vio melihat Hendrik yang sudah menunggu
didepan kost diatas motor nya.
Vio melambai kan tangan dan menyapa Hendrik.
" Maaf ya aku lama" ucap Vio
" ya udah nggak papa ayo berangkat"
ucap hendrik.
Viola naik atas motor dan mereka berangkat ke sekolah.
Selama di motor mereka berbincang-bincang dan tak terasa mereka sudah sampai di sekolah.
Viola yang melihat sahabat-sahabat nya telah menunggu di depan gerbang pun , berpamitan kepada hendrik dan viola pun masuk ke kelas bersama sahabat sahabatnya
Sesampainya di kelas viola pun bercerita dan bercanda bersama sahabat sahabatnya.
" kring ......" bel berbunyi
Para murid bergegas masuk kelas dan Hendrik pun langsung duduk di sebelah vio.
" Sayang kamu duduk disitu" ucap Vio
"Iya emangnya kenapa nggak boleh ? "
ucap hendrik .
"Oh boleh kok duduk aja " ucap Vio.
Akhirnya pun guru masuk dan pelajaran
dimulai.
Selama jam pelajaran Hendrik tak henti henti
nya melempar senyum ke arah viola
Viola pun membalas dengan senyuman.
Alvin yang memperhatikan ke arah vio dan Hendrik pun heran.
" Bukannya mereka udah putus ya , kan
mereka kemarin juga berantem " human
Alvin
Satu les pelajaran pun berlalu , masuk ke les ke dua yaitu olahraga.
Seluruh siswa mulai berganti pakaian olahraga.
Sam hal nya dengan vio dan sahabat nya
mereka pun menuju keruang ganti untuk ganti
baju olahraga .
Selain memakai baju olahraga peraturan lainnya yaitu bagi murid perempuan diwajibkan untuk mengikat rambut .
Setelah Vio dan sahabat nya berganti baju , mereka bergegas turun ke lapangan .
" Pritttt" suara peluit
Mendengar suara peluit yang di tiup oleh
guru olahraga , vio dan sahabatnya berlari menuju lapangan .
Sesampainya di lapangan vio dan sahabat nya mengambil barisan yang telah di buat.
" Baju kamu kok ketat gitu sih , aku gak
suka" ucap Hendrik yang tiba tiba ada
dibelakang vio
" Emang baju nya kayak gini " jawab vio
yang masih menarik nafas karna habis lari
" Minggu depan aku gak mau kamu pake
baju ini " ucap Hendrik
" Jadi aku pake baju apa ? baju olahraga
aku cuman satu hen" sahut vio kesal
" Besok kita beli , pokonya mulai sekarang
kamu gak boleh pake baju yang ketat gini.
Aku gak suka badan kamu jadi tontonan
orang " jawab Hendrik dengan nada yang
tinggi .
" Ah terserah kamu deh " jawab vio pasrah
Pelajaran olahraga pun dimulai , seperti biasa
mereka memulai pemanasan keliling lapangan 3 kali.
Hendrik yang menatap vio dengan kesal
__ADS_1
karna baju yang di gunakan vio ketat dan membentuk body . Hendrik menghampiri vio
"Kamu gak boleh ikut lari keliling
lapangan " bisik hendri
" Gak usah aneh aneh nanti aku dimarahin
pak guru " ucap Vio
" Kamu ijin aja sama pak guru , alasan
kamu sakit ke atau apa itu urusanmu"
ucap Hendrik kesal
" Kali ini aja hen, Minggu depan kan baju
aku gak ketat lagi" ucap Vio memelas
" Aku gak mau badan kamu jadi bahan
tontonan ya , cuman aku yang bisa lihat
badan kamu . atau kamu mau aku kasih
tau mereka kita udah ngapain aja? " ucap
Hendrik dengan nada mengancam
Vio yang kaget dan kecewa denga ucapan Hendrik pun akhirnya berjalan menuju pak guru , vio pun ijin untuk tidak ikut olahraga hari ini . Vio memberikan alasan bahwa dia hari ini sedang datang bulan dan pingang dia sakit .
Pak guru yang menganggap vio selama ini
sebagai murid teladan dan berprestasi , akhirnya percaya dan mengijinkan viola
untuk tidak ikut olahraga kali ini.
Vio pun kembali ke barisan untuk pamit kepada sahabat sahabatnya
" Gue duluan masuk kelas ya " ucap Vio
pada sahabatnya.
Sahabat nya yang bingung kenapa vio
kembali ke kelas sedangkan pelajaran olahraga baru dimulai.
" Lo kenapa kok balik kekelas " ucap Dinda
" Gue gak enak badan , tadi juga udah ijin"
jawab vio berbohong
" Tunggu perasaan lo dari tadi baik baik aja"
tanya Maria sambil menatap mencari
jawaban.
pusing , pinggang gue sakit . Kayak nya
gue mau dapet ni ." ucap Vio sambil
berpura pura memegang pingang untuk
meyakinkan sahabat nya.
" Yakin lo bisa sendiri kekelas nyet" ucap
Yeyen yang agak panik.
" Bisa , gue bisa kok . Kalian lanjut aja ya"
ucap Vio.
Vio pun berjalan menuju kelas meninggal kan
lapangan , sesampai nya dikelas vio yang tak habis pikir dengan ucapan Hendrik.
Kini vio pun benar benar menyesal , karna dia telah melakukan yang harus nya tidak boleh dilakukan dan kini hanya menjadi bomerang
buat dirinya sendiri.
Vio bingung menghadapi Hendrik kedepan nya.
Sambil menunggu jam olahraga berakhir vio pun membuka buku dan membaca buku
untuk jam pelajaran selanjutnya .
Mengingat berapa hari ini vio yang tak pernah lagi membuka buka karna sibuk pacaran akhir akhir ini.
Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi , murid murid kelas masuk .
Lalu Alvin menghampiri viola yang sedang
membaca buku di bangku.
" Vi lo kenapa kok gak ikut olahraga" ucap
Alvin panik sambil memegang kening vio
memastikan apa kah vio sakit.
" Enggak kok Vin , tadi gue cuman pusing
aja." ucap Vio singkat
" Syukurlah , gue kira lo sakit " ucap Alvin
" Eh iya lo udah balikan lagi sama Hendrik"
ucap Alvin menunggu jawaban vio
" Iya Vin " jawab vio yang mendadak lemas
__ADS_1
mendengar nama Hendrik.
" Wah selamat ya " ucap Alvin seolah olah
menguatkan diri nya sendiri.
Lalu Hendrik masuk ke dalam kelas mendapati vio sedang mengobrol dengan Alvin , Henrik marah dan mengepalkan tangan nya seolah olah ingin memberi pelajaran kepada Alvin.
" Hai beb " ucap Hendrik yang sok mesra
sambil mengelus elus rambut vio
Alvin yang merasa janggal akan pemandangan itu , akhirnya pergi
" Gue kekantin dulu ya Vi " ucap Alvin
" Oke hati hati ya " ucap Vio basa basi
Vio yang menyadari bahwa ucapan Hendrik
adalah ucapan kemarahan nya .
" Mulai sekarang gue gak mau lihat lo
Deket Deket lagi sama cowo mana pun
termasuk dia" ucap Hendrik
" Hmm " sahut vio yang malas mendengar
kan hendrik.
" Lo tau kan akibat nya kalau lo nge
langgar omongan gue " bisik Hendrik
" Bisa gak sih lo gak usah sangkutin itu"
jawab vio yang mulai habis kesabaran
nya
" Emanga nya kenapa, lo gak senang"
sahut Hendrik sambil menatap vio
dengan tajam.
" Terserah lodeh , gue males berdebat "
ucap Vio meninggalkan Hendrik
Vio berjalan menuju toilet sambil bersungut
sungut , vio yang sangat kesal karna sikap Hendrik.
Refleks menendang pintu kamar mandi yang membuat murid lain nya kaget .
" Woy jangan main nendang nendang aja
kita kaget tau" ucap salah satu murid
Vio yang sadar bahwa sikap nya tak baik , meminta maaf lalu kembali ke kelas.
Vio yang mendapati Hendrik masih dikelas , memutuskan untuk berdiri di depan kelas dan memandang Mandang kebawah .
Tak lama kemudian para sahabat vio datang.
" Eh lo kok berdiri disini , bukan nya
kepala lo lagi sakit ya " tanya Maria
Viola yang sadar kedatangan sahabat nya ,
langsung memeluk maria , lalu menangis.
" Eh lo kenapa ? bilang sama gue siapa
yang buat lo nangis" tanya Maria yang
kaget melihat viola menangis.
Viola masih tak mau bicara , viola hanya menangis .
Mereka yang mengerti bahwa viola perlu waktu untuk cerita akhirnya mereka diam , dan mengajak vio masuk ke dalam kelas.
Maria yang melihat Vio tak mau duduk dibangku vio yang biasa , merasa aneh .
Tapi nama nya sahabat pasti mereka satu hati satu pemikiran , Maria pun melirik ke arah Hendrik.
" Brakk ... " Maria memukul meja.
" Pasti lo kan yang bikin vio nangis" ucap
Maria dengan nada marah.
" Jangan sok tau jadi orang , lo tanyak
vio siapa yang buat dia nangis" jawab
Hendrik santai
Mereka semua kembali menatap viola seolah olah meminta jawaban.
Hendrik yang menatap vio dengan kejam , memberi kode jangan bicara.
Vio menjadi takut , dan vio menggelengkan
kepala mengartikan bahwa bukan Hendrik yang membuat vio nangis.
Mereka pun akhirnya duduk sambil memeluk untuk menenangkan vio.
" Ini minum dulu, biar lo tenang" ucap
Dinda sambil memberi minuman
__ADS_1
Viola mengambil minuman tersebut dan meminumnya .
Bel berbunyi siswa masuk dan memulai pelajaran .