Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Revisi kembali possesif


__ADS_3

Pagi harinya vio bangun dengan badan yang pegal pegal .


Vio yang mengingat kejadi tadi malam, bersama Hendrik hanya tersenyum.


" Gimana gak pegel , habis digarap sama


anak sebiji itu " vio menggerutu


Vio kemudian menuju kamar mandi dan bersiap ke sekolah .


Setelah semuanya beres , vio berangkat ke sekolah .


Vio melihat Hendrik yang sudah menunggu


didepan kost diatas motor nya.


Vio melambai kan tangan dan menyapa Hendrik.


" Maaf ya aku lama" ucap Vio


" ya udah nggak papa ayo berangkat"


ucap hendrik.


Viola naik atas motor dan mereka berangkat ke sekolah.


Selama di motor mereka berbincang-bincang dan tak terasa mereka sudah sampai di sekolah.


Viola yang melihat sahabat-sahabat nya telah menunggu di depan gerbang pun , berpamitan kepada hendrik dan viola pun masuk ke kelas bersama sahabat sahabatnya


Sesampainya di kelas viola pun bercerita dan bercanda bersama sahabat sahabatnya.


" kring ......" bel berbunyi


Para murid bergegas masuk kelas dan Hendrik pun langsung duduk di sebelah vio.


" Sayang kamu duduk disitu" ucap Vio


"Iya emangnya kenapa nggak boleh ? "


ucap hendrik .


"Oh boleh kok duduk aja " ucap Vio.


Akhirnya pun guru masuk dan pelajaran


dimulai.


Selama jam pelajaran Hendrik tak henti henti


nya melempar senyum ke arah viola


Viola pun membalas dengan senyuman.


Alvin yang memperhatikan ke arah vio dan Hendrik pun heran.


" Bukannya mereka udah putus ya , kan


mereka kemarin juga berantem " human


Alvin


Satu les pelajaran pun berlalu , masuk ke les ke dua yaitu olahraga.


Seluruh siswa mulai berganti pakaian olahraga.


Sam hal nya dengan vio dan sahabat nya


mereka pun menuju keruang ganti untuk ganti


baju olahraga .


Selain memakai baju olahraga peraturan lainnya yaitu bagi murid perempuan diwajibkan untuk mengikat rambut .


Setelah Vio dan sahabat nya berganti baju , mereka bergegas turun ke lapangan .


" Pritttt" suara peluit


Mendengar suara peluit yang di tiup oleh


guru olahraga , vio dan sahabatnya berlari menuju lapangan .


Sesampainya di lapangan vio dan sahabat nya mengambil barisan yang telah di buat.


" Baju kamu kok ketat gitu sih , aku gak


suka" ucap Hendrik yang tiba tiba ada


dibelakang vio


 


" Emang baju nya kayak gini " jawab vio


yang masih menarik nafas karna habis lari


" Minggu depan aku gak mau kamu pake


baju ini " ucap Hendrik


" Jadi aku pake baju apa ? baju olahraga


aku cuman satu hen" sahut vio kesal


" Besok kita beli , pokonya mulai sekarang


kamu gak boleh pake baju yang ketat gini.


Aku gak suka badan kamu jadi tontonan


orang " jawab Hendrik dengan nada yang


tinggi .


" Ah terserah kamu deh " jawab vio pasrah


 


Pelajaran olahraga pun dimulai , seperti biasa


mereka memulai pemanasan keliling lapangan 3 kali.


Hendrik yang menatap vio dengan kesal

__ADS_1


karna baju yang di gunakan vio ketat dan membentuk body . Hendrik menghampiri vio


"Kamu gak boleh ikut lari keliling


lapangan " bisik hendri


 


" Gak usah aneh aneh nanti aku dimarahin


pak guru " ucap Vio


" Kamu ijin aja sama pak guru , alasan


kamu sakit ke atau apa itu urusanmu"


ucap Hendrik kesal


" Kali ini aja hen, Minggu depan kan baju


aku gak ketat lagi" ucap Vio memelas


" Aku gak mau badan kamu jadi bahan


tontonan ya , cuman aku yang bisa lihat


badan kamu . atau kamu mau aku kasih


tau mereka kita udah ngapain aja? " ucap


Hendrik dengan nada mengancam


 


Vio yang kaget dan kecewa denga ucapan Hendrik pun akhirnya berjalan menuju pak guru , vio pun ijin untuk tidak ikut olahraga hari ini . Vio memberikan alasan bahwa dia hari ini sedang datang bulan dan pingang dia sakit .


Pak guru yang menganggap vio selama ini


sebagai murid teladan dan berprestasi , akhirnya percaya dan mengijinkan viola


untuk tidak ikut olahraga kali ini.


Vio pun kembali ke barisan untuk pamit kepada sahabat sahabatnya


" Gue duluan masuk kelas ya " ucap Vio


pada sahabatnya.


Sahabat nya yang bingung kenapa vio


kembali ke kelas sedangkan pelajaran olahraga baru dimulai.


" Lo kenapa kok balik kekelas " ucap Dinda


" Gue gak enak badan , tadi juga udah ijin"


jawab vio berbohong


" Tunggu perasaan lo dari tadi baik baik aja"


tanya Maria sambil menatap mencari


jawaban.


 


pusing , pinggang gue sakit . Kayak nya


gue mau dapet ni ." ucap Vio sambil


berpura pura memegang pingang untuk


meyakinkan sahabat nya.


" Yakin lo bisa sendiri kekelas nyet" ucap


Yeyen yang agak panik.


" Bisa , gue bisa kok . Kalian lanjut aja ya"


ucap Vio.


 


Vio pun berjalan menuju kelas meninggal kan


lapangan , sesampai nya dikelas vio yang tak habis pikir dengan ucapan Hendrik.


Kini vio pun benar benar menyesal , karna dia telah melakukan yang harus nya tidak boleh dilakukan dan kini hanya menjadi bomerang


buat dirinya sendiri.


Vio bingung menghadapi Hendrik kedepan nya.


Sambil menunggu jam olahraga berakhir vio pun membuka buku dan membaca buku


untuk jam pelajaran selanjutnya .


Mengingat berapa hari ini vio yang tak pernah lagi membuka buka karna sibuk pacaran akhir akhir ini.


Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi , murid murid kelas masuk .


Lalu Alvin menghampiri viola yang sedang


membaca buku di bangku.


" Vi lo kenapa kok gak ikut olahraga" ucap


Alvin panik sambil memegang kening vio


memastikan apa kah vio sakit.


" Enggak kok Vin , tadi gue cuman pusing


aja." ucap Vio singkat


" Syukurlah , gue kira lo sakit " ucap Alvin


" Eh iya lo udah balikan lagi sama Hendrik"


ucap Alvin menunggu jawaban vio


" Iya Vin " jawab vio yang mendadak lemas

__ADS_1


mendengar nama Hendrik.


" Wah selamat ya " ucap Alvin seolah olah


menguatkan diri nya sendiri.


Lalu Hendrik masuk ke dalam kelas mendapati vio sedang mengobrol dengan Alvin , Henrik marah dan mengepalkan tangan nya seolah olah ingin memberi pelajaran kepada Alvin.


" Hai beb " ucap Hendrik yang sok mesra


sambil mengelus elus rambut vio


Alvin yang merasa janggal akan pemandangan itu , akhirnya pergi


" Gue kekantin dulu ya Vi " ucap Alvin


" Oke hati hati ya " ucap Vio basa basi


Vio yang menyadari bahwa ucapan Hendrik


adalah ucapan kemarahan nya .


" Mulai sekarang gue gak mau lihat lo


Deket Deket lagi sama cowo mana pun


termasuk dia" ucap Hendrik


 


" Hmm " sahut vio yang malas mendengar


kan hendrik.


" Lo tau kan akibat nya kalau lo nge


langgar omongan gue " bisik Hendrik


" Bisa gak sih lo gak usah sangkutin itu"


jawab vio yang mulai habis kesabaran


nya


" Emanga nya kenapa, lo gak senang"


sahut Hendrik sambil menatap vio


dengan tajam.


" Terserah lodeh , gue males berdebat "


ucap Vio meninggalkan Hendrik


 


Vio berjalan menuju toilet sambil bersungut


sungut , vio yang sangat kesal karna sikap Hendrik.


Refleks menendang pintu kamar mandi yang membuat murid lain nya kaget .


" Woy jangan main nendang nendang aja


kita kaget tau" ucap salah satu murid


Vio yang sadar bahwa sikap nya tak baik , meminta maaf lalu kembali ke kelas.


Vio yang mendapati Hendrik masih dikelas , memutuskan untuk berdiri di depan kelas dan memandang Mandang kebawah .


Tak lama kemudian para sahabat vio datang.


" Eh lo kok berdiri disini , bukan nya


kepala lo lagi sakit ya " tanya Maria


Viola yang sadar kedatangan sahabat nya ,


langsung memeluk maria , lalu menangis.


" Eh lo kenapa ? bilang sama gue siapa


yang buat lo nangis" tanya Maria yang


kaget melihat viola menangis.


Viola masih tak mau bicara , viola hanya menangis .


Mereka yang mengerti bahwa viola perlu waktu untuk cerita akhirnya mereka diam , dan mengajak vio masuk ke dalam kelas.


Maria yang melihat Vio tak mau duduk dibangku vio yang biasa , merasa aneh .


Tapi nama nya sahabat pasti mereka satu hati satu pemikiran , Maria pun melirik ke arah Hendrik.


" Brakk ... " Maria memukul meja.


 


" Pasti lo kan yang bikin vio nangis" ucap


Maria dengan nada marah.


" Jangan sok tau jadi orang , lo tanyak


vio siapa yang buat dia nangis" jawab


Hendrik santai


 


Mereka semua kembali menatap viola seolah olah meminta jawaban.


Hendrik yang menatap vio dengan kejam , memberi kode jangan bicara.


Vio menjadi takut , dan vio menggelengkan


kepala mengartikan bahwa bukan Hendrik yang membuat vio nangis.


Mereka pun akhirnya duduk sambil memeluk untuk menenangkan vio.


" Ini minum dulu, biar lo tenang" ucap


Dinda sambil memberi minuman

__ADS_1


Viola mengambil minuman tersebut dan meminumnya .


Bel berbunyi siswa masuk dan memulai pelajaran .


__ADS_2