
Kemudian vio dan Hendrik pun pergi kepasar. Untuk membeli yang di perlukan ,
setelah semua selesai mereka pun kembali kekost.
Sesampainya dikost vio memberikan barang belanjanya kepada Yeyen
" Nah berhubung hari ini lo lagi pinter
hari ini lo yang masak ya" ucap Vio bercanda
" Oke , masak beginian mah kecil" ucap Yen.
" Eh mana pesenan gue" ucap Maria Viola memberikan pesanan Maria
" Kalian gak mau nyobain ? " ucap Maria
" Sorry mar gue gak mau gigi gue karatan
karna suntil lo itu " ucap Dinda bercanda
" Eleh karna kalian gak tau aja gimana rasa
nya fly karna suntil " ucap Maria
" Fly gigi lo , iya kali fly gara gara daun sirih"
ucap Dinda sambil tertawa
Vio yang melihat Hendrik merasa asing diantara temannya , vio pun mengajak Hendrik bergabung.
" Eh aku sama Hendrik mau daun sirih nya,
tapi gak pake suntil ya /tembakau" ucap
vio
" Ini baru pasangan super " ucap Maria
" Apaan pasangan super , pasangan aneh
iya" ucap Maria.
Lalu mereka tertawa sambil nyuntil pastinya.
Yeyen yang dari tadi suaranya gak kedengaran.
" Yen masih hidup lo " ucap Maria
" Lo gak liat gue lagi masak ? dasar aneh
ucap Yeyen kesal
Maria hanya tertawa dan melanjutkan nyuntil
Henrik yang tak pernah makan daun sirih merasa aneh . Hendrik pun memuntahkan
karna tak biasa.
__ADS_1
Vio yang melihat Hendrik muntah pun memberikan minum
" Kamu gapapa kan ? " ucap Vio panik
" Gapapa mungkin karna gak biasa" ucap
hen
Berbeda dengan Hendrik , viola justru sangat menikmati makan daun sirih .
Selain bagi viola sudah biasa , daun sirih yang mempunyai berbagai manfaat membuat viola
menikmati memakannya.
Harum masakan sudah tercium , Yeyen yang sudah selesai masak .
langsung menggambil porsi nya , dan memakan nya
" Tuh udah masak , kalian ambil sendiri
Gue udah laper banget ." ucap yeyen
Kami hanya tertawa melihat tingkah Yeyen yang makan mie sambil menahan panas.
" Kamu makan ya , aku ambilin" ucap Vio ke
Hendrik
" Enggak usah aku belum lapar" ucap hendrik
" Kamu harus makan , tadi kamu muntah
kalau kamu gak makan nanti kamu masuk
" Ya sudah deh , tapi kamu suapin ya" ucap
Hendrik.
Viola yang sebenarnya malu menyuapi Hendrik didepan teman nya , tapi melihat Hendrik yang sudah lemas karna muntah tadi.
Mau gak mau vio harus nyiapin Hendrik
" Ya sudah aku ambilin makanan nya dulu ya
ucap Vio
Hendrik hanya mengangguk lemas .
Vio menghampiri Hendrik membawa satu piring makanan .
" Ya sudah ini makan , aaaa buka mulutnya "
ucap Vio sedikit membujuk Hendrik
" Gila .... kalau ini lebih cocok ke anak sama
__ADS_1
ibu nih " teriak maria
" Huh sirik amat sih buk " jawab vio
sambil tertawa dan menyuapi Hendrik
" Yah semoga aja romantis nya gak cuman
sekarang aja " ucap Dinda menyindir
Viola yang sudah kebal dengan ejekan para sahabat nya tak ambil pusing
Viola meyuapi Hendrik sampai makanan habis.
Hendrik yang sedari tadi memperhatikan vio
saat menyuapi dirinya.
Merasa kagum dan bersalah.
" Kok gue bodoh banget , bisa nyakitin
bahkan kasar sama vio ya . Vio yang jelas
jelas perempuan baik ". gumam Hendrik
dalam hati
Setelah semua selesai makan mereka kembali bercerita dan tak terasa jam menunjukkan jam 5
Mereka semua pun pamit lalu pulang.
" Kamu gak pulang? Istirahat dulu gih" ucap
Viola
" Iya aku juga mau pulang kok , entar jam
7 kita keluar ya " ucap hendrik
" Mau kemana? " tanya vio
" Mau malam mingguan sama kamu lah"
ucap hendrik
" Oh oke " ucap Vio
Hendrik pamit pulang , dan mencium viola
Vio yang tiba tiba di cium oleh Hendrik
__ADS_1
seketika mukanya menjadi merah.
Lalu hendrik pun pulang