Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Revisi memulai dari awal


__ADS_3

Kemudian vio dan Hendrik pun pergi kepasar. Untuk membeli yang di perlukan ,


setelah semua selesai mereka pun kembali kekost.


Sesampainya dikost vio memberikan barang belanjanya kepada Yeyen


" Nah berhubung hari ini lo lagi pinter


hari ini lo yang masak ya" ucap Vio bercanda


" Oke , masak beginian mah kecil" ucap Yen.


" Eh mana pesenan gue" ucap Maria Viola memberikan pesanan Maria


" Kalian gak mau nyobain ? " ucap Maria


" Sorry mar gue gak mau gigi gue karatan


karna suntil lo itu " ucap Dinda bercanda


" Eleh karna kalian gak tau aja gimana rasa


nya fly karna suntil " ucap Maria


" Fly gigi lo , iya kali fly gara gara daun sirih"


ucap Dinda sambil tertawa


Vio yang melihat Hendrik merasa asing diantara temannya , vio pun mengajak Hendrik bergabung.


" Eh aku sama Hendrik mau daun sirih nya,


tapi gak pake suntil ya /tembakau" ucap


vio


" Ini baru pasangan super " ucap Maria


" Apaan pasangan super , pasangan aneh


iya" ucap Maria.


Lalu mereka tertawa sambil nyuntil pastinya.


Yeyen yang dari tadi suaranya gak kedengaran.


 


" Yen masih hidup lo " ucap Maria


" Lo gak liat gue lagi masak ? dasar aneh


ucap Yeyen kesal


 


Maria hanya tertawa dan melanjutkan nyuntil


Henrik yang tak pernah makan daun sirih merasa aneh . Hendrik pun memuntahkan


karna tak biasa.

__ADS_1


Vio yang melihat Hendrik muntah pun memberikan minum


" Kamu gapapa kan ? " ucap Vio panik


" Gapapa mungkin karna gak biasa" ucap


hen


Berbeda dengan Hendrik , viola justru sangat menikmati makan daun sirih .


Selain bagi viola sudah biasa , daun sirih yang mempunyai berbagai manfaat membuat viola


menikmati memakannya.


Harum masakan sudah tercium , Yeyen yang sudah selesai masak .


langsung menggambil porsi nya , dan memakan nya


" Tuh udah masak , kalian ambil sendiri


Gue udah laper banget ." ucap yeyen


Kami hanya tertawa melihat tingkah Yeyen yang makan mie sambil menahan panas.


" Kamu makan ya , aku ambilin" ucap Vio ke


Hendrik


" Enggak usah aku belum lapar" ucap hendrik


" Kamu harus makan , tadi kamu muntah


kalau kamu gak makan nanti kamu masuk


" Ya sudah deh , tapi kamu suapin ya" ucap


Hendrik.


Viola yang sebenarnya malu menyuapi Hendrik didepan teman nya , tapi melihat Hendrik yang sudah lemas karna muntah tadi.


Mau gak mau vio harus nyiapin Hendrik


 


" Ya sudah aku ambilin makanan nya dulu ya


ucap Vio


 


Hendrik hanya mengangguk lemas .


Vio menghampiri Hendrik membawa satu piring makanan .


 


" Ya sudah ini makan , aaaa buka mulutnya "


ucap Vio sedikit membujuk Hendrik


" Gila .... kalau ini lebih cocok ke anak sama

__ADS_1


ibu nih " teriak maria


" Huh sirik amat sih buk " jawab vio


sambil tertawa dan menyuapi Hendrik


" Yah semoga aja romantis nya gak cuman


sekarang aja " ucap Dinda menyindir


 


Viola yang sudah kebal dengan ejekan para sahabat nya tak ambil pusing


Viola meyuapi Hendrik sampai makanan habis.


Hendrik yang sedari tadi memperhatikan vio


saat menyuapi dirinya.


Merasa kagum dan bersalah.


 


" Kok gue bodoh banget , bisa nyakitin


bahkan kasar sama vio ya . Vio yang jelas


jelas perempuan baik ". gumam Hendrik


dalam hati


 


Setelah semua selesai makan mereka kembali bercerita dan tak terasa jam menunjukkan jam 5


Mereka semua pun pamit lalu pulang.


 


" Kamu gak pulang? Istirahat dulu gih" ucap


Viola


" Iya aku juga mau pulang kok , entar jam


7 kita keluar ya " ucap hendrik


" Mau kemana? " tanya vio


" Mau malam mingguan sama kamu lah"


ucap hendrik


" Oh oke " ucap Vio


 


Hendrik pamit pulang , dan mencium viola


Vio yang tiba tiba di cium oleh Hendrik

__ADS_1


seketika mukanya menjadi merah.


Lalu hendrik pun pulang


__ADS_2