
Setelah puas menangis untuk meluapkan perasaan nya vio pun kembali bertekad untuk menyudahi hubungan nya dengan Hendrik.
Vio ingin kembali seperti dulu hanya fokus dengan pekerjaan dan sekolah nya .
Vio kembali melanjutkan tugas sekolah nya walaupun dengan keadaan mata bengkak.
Vio pun kembali menyemangati diri nya sendiri .
Ketika vio sedang mengerjakan tugas , tiba tiba ada yang mengetuk pintu kost vio.
Vio pun membuka pintu nya dan melihat Hendrik ada di depan kost nya .
Vio berusaha menunduk untuk menutupi mata nya yang bengkak karna menangis.
" Mau ngapain lo kesini' ucap Vio dengan
nada kesal.
" Gue mau minta maaf soal kejadian
disekolah tadi , gue tau gue udah
keterlaluan tadi sama lo" ucap Hendrik
menjelaskan.
" Oh oke gue maafin " ucap Vio
" Serius ? berarti kita udah baikan doong"
ucap Hendrik dengan antusias
" Iya gue maafin , tapi maaf kita gak bisa
lanjut lagi . Gue gak sanggup lagi sama
sikap lo . Dan gue juga mau fokus sama
sekolah gue" ucap Vio
" Jadi maksud lo , Lo mutusin gue?" ucap
hendrik tidak percaya.
" Gue pikir lo cuman bego , gak tuli kan?
ucap Vio kesal.
prak , Hendrik menampar vio
" Lo pikir lo bisa semudah itu lepas dari
gue? Setelah semua yang udah terjadi"
ucap Hendrik.
Vio yang merasa sakit karena tamparan Hendrik , vio pun kembali menangis sambil memegang pipi nya yang merah .
" Dasar cowo gak tau malu ! setelah
semua yang lo lakuin ke gue. Dan lo main
__ADS_1
gila dibelakang gue , lo masih brani minta
baikan sama gue . " ucap Vio kesal
" Maksud lo apa main gila? lo yang gila
lo pikir gue gak tau kalau lu diam diam
dekatin Alvin" ucap Hendrik dengan nada
tinggi.
" Udah deh hen gue gak ada waktu
ngeladeni lo, lo bisa tanya sendiri sama
Alvin gue gimana ke dia. Dan mulai
sekarang tolong jangan ganggu gue" ucap
vio
" Oh sekarang lu udah berani sama gue ?
gue bakal kasih tau ke semua orang apa
yang udah terjadi di antara kita . Biar orang
orang jijik sama lu. Dasar cewe gak punya
harga diri" ucap Hendrik mengancam
sama ancaman lo . Sebarin aja gue gak
takut . Dan satu lagi yang perlu lo tau .yang
gak punya harga diri itu lo bukan gue.
Udah tau gue gak mau sama lo , lo malah
ngancem ngancem gue." ucap Vio
" Oke kalau itu mau lo , kita liat gimana
hidup lo setelah ini . Gue pastiin lo gak
akan tenang " ucap Hendrik lalu pergi dari
kost vio
" Oke silahkan aja buat sesuka Lo , gue
suka tantangan dari lu" sahut vio
berteriak.
Vio pun masuk kedalam kost , vio lega akhirnya bisa mengakhiri hubungan nya dengan Hendrik.
Vio kembali mengerjakan tugas sekolah nya
lalu tidur.
__ADS_1
Pukul 06.00 vio bangun lalu bergegas mandi dan sekolah . setelah siap vio pun berjalan menuju sekolah.
Vio yang lebih bersemangat hari ini karna telah memutuskan hubungan nya dengan Hendrik.
Tak lama kemudian vio telah sampai di gerbang sekolah vio melambai kan tangan nya kepada sahabat nya dan vio berlari kecil menuju sahabat nya.
" Eh tumben lo hari ini senyum" ucap Maria
" Iya nyet gak kayak biasa nya , hari ini lo
kayak nya lagi senang banget ." ucap dinda
" Mood gue lagi baik hari ini" ucap vio santai
sambil berjalan menuju kelas , para
sahabat nya mengikuti dari belakang.
" Ah gak mungkin cuman karna itu , lo
kenapa sih? cerita doong! " ucap Maria
" Ya ampun serba salah ya , aku seneng
salah aku sedih juga salah" ucap Vio
" Enggak salah sih nyet cuman kita heran
aja , iya kan Wee? kemarin lo nangis
sekarang senyum senyum . Lo sehat kan
nyet" ucap Dinda sambil memegang jidat
vio.
" Atau jangan jangan lo dapet harta Karun
ya makanya seneng gitu" ucap Yeyen
dengan polos nya
Seketika vio dan sahabat nya tertawa terbahak bahak.
" Yen plis deh jangan buat kita badmood
pagi pagi , iya kali vio dapat harta Karun. Lo
kira cerita dongeng" ucap Dinda
" Husst udah udah yuk masuk kelas ,
bentar lagi bel bunyi tuh" ucap Vio
menengahi percakapan mereka.
Akhirnya Vio dan sahabat nya masuk kelas dan tak lama kemudian bel berbunyi .
__ADS_1