Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Revisi kecewaa


__ADS_3

Proses belajar mengajar pun dimulai


Vio yang masih merasa kesal dengan sikap Hendrik tadi , membuat vio enggan untuk berbicara dengan Hendrik yang duduk disamping nya.


Berbeda dengan vio yang masih merasa kesal , Hendrik justru merasa bersalah.


Hendrik menyadari bahwa sikap nya tadi sudah melewati batas.


Tapi lagi lagi Hendrik selalu dikalahkan dengan gengsi nya.


Hendrik gengsi untuk mengakui diri nya salah dan meminta maaf.


Vio hanya diam melihat ke depan seolah olah mendengar kan pelajaran yang diberikan oleh guru nya , namun nyata nol


Vio hanya menatap dengan pandangan kosong.


" Semoga hari ini cepat berlalu aku ingin


segera pulang , aku ingin cepat cepat


menjauh dari pria ini" gumam vio dalam


hati sambil melirik ke arah Hendrik.


Dinda yang terus memperhatikan gerak gerik vio merasa ada yang aneh , vio yang tak seperti biasa nya yang selalu semangat ketika belajar .


Dan sifat vio yang menjaga jarak dengan Hendrik .


Dinda hanya menggeleng tak mengerti dengan sikap vio yang akhir ini suka berubah mendadak.


 


" Kring..." Bel berbunyi.


 


Menandakan jam pelajaran sudah selesai.


" Akhirnya pulang juga" gumam vio dalam


hati.


Semua siswa berhamburan keluar kelas .

__ADS_1


Vio dan para sahabat nya keluar kelas dan berjalan menuju gerbang.


Vio yang memilih diam sampai menuju gerbang , akhirnya pamit duluan untuk pulang


Dan mereka berpisah di gerbang dan kembali ke rumah mereka masing masing.


Vio mempercepat langkah nya agar cepat sampai di kost.


Sesampai nya dikost vio langsung tergeletak di tempat tidur nya


Tempat yang paling nyaman menurut vio.


Vio yang merasa mood nya hari ini kurang baik memilih untuk ijin tidak masuk kerja hari ini.


Vio tidak ingin karena mood nya tidak baik jadi mengganggu kerja nya nanti nya.


Vio pun menggambil ponsel nya dan segera menelfon buk Rani /boss vio .


" Tut Tut tut" Telfon tersambung


"Hallo Bu Rani , buk ini vio " ucap Vio


" Iya neng kenapa neng" sahut Bu Rani


" Buk vio mau ijin hari ini gak masuk kerja ya


" Oh iya neng gapapa , neng istirahat aja dulu


kalau udah enakan baru masuk" ucap Bu


Rani.


" Makasih banyak ya buk" ucap Vio


" Iya neng sama sama " ucap Bu Rani


" Kalau gitu telfon nya vio tutup ya buk ,


sekali lagi makasih banyak ya buk" ucap vio


Setelah menutup telfon vio pun tertidur pulas.


Hendrik yang masih merasa bersalah dan Hendrik ingin meminta maaf kepada vio namun dari tadi melihat kearah pintu kost vio

__ADS_1


tertutup.


Hendrik mengira vio sudah berangkat kerja , Hendrik pun mengurungkan niat nya untuk meminta maaf sekarang.


Hendrik memilih untuk menunggu vio pulang kerja dan menjemput vio sekalian minta maaf.


Pukul 16.32 Ponsel vio berdering, vio terbangun karna mendengar ponsel nya berbunyi.


Vio melihat ke layar ponsel melihat nama Alvin yang muncul .


Vio pun mengangkat telfon nya.


" Hallo Vin" jawab vio tak bersemangat


" Vio lo gak kerja ya" tanya Alvin


 


" Lo kok tau Vin " ucap Vio


" Gue lagi ditempat kerja lo ni ,hu sengaja


makan di tempat kerja lo. Tapi karyawan


yang lain bilang lo gak masuk , makanya


gue telfon lo" ucap alvin menjelaskan.


" Iya ni gue kurang enak badan makanya


tadi gue ijin sama buk Rani" ucap vio


"Lu sakit? kok gak bilang . Tunggu gue di


kost. Gue kesana sekarang" ucap Alvin


panik sambil mematikan ponsel nya dan


buru buru membayar makanan nya


kemudian tancap gas menuju kost vio


 

__ADS_1


Sedang vio masih bingung dengan sikap teman nya yang selalu panik ketika mendengar vio sedang tak baik baik saja.


Di satu sisi vio sangat salut dengan sikap baik Alvin kepadanya .


__ADS_2