Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Benci situasi ini


__ADS_3

Setelah tidur cukup lama , sore harinya vio terbangun.


Vio mengangkat kepala nya yang masih terasa pusing.


Vio kaget melihat Hendrik tidur disampingnya sambil memeluk perut vio.


Vio mencoba ingat kejadian sebelum akhirnya dia tertidur pulas.


Vio mulai syok mengingat kejadian tersebut , vio membuka selimut yang ada di badan nya.


Dan betul saja , vio tak memakai sehelai benang pun.


Vio mulai membangun kan Hendrik


"Hen , bangun hen" ucap Vio sambil mengguncang guncang badan Hendrik.


"Hmmm" ucap Hendrik yang belum sadar sepenuhnya.


"Hen tadi kita gak ngapa ngapain kan?" ucap Vio asal.


"Maksud Lo?"ucap hendrik


"Ya kita gak ada lakuin yang aneh aneh kan?" ucap Vio.


"Lo itu polos atau bodoh sih? menurut Lo kita udah ngapain aja?" ucap Hendrik kesal.


"Hendri.." teriak vio

__ADS_1


"Lo kenapa jahat banget sih? kita kan udah gak ada hubungan apa apa . Dan itu dosa hen"ucap Vio


"Gue gak peduli semua itu , yang gue tau gue sayang sama lo. Dan gue gak akan ngelepasin Lo gitu aja." ucap Hendrik


"Tapi ini gak benar hen, kalau gue hamil gimana? gue masih sekolah ." ucap Vio panik


"Gue bakal tanggung jawab." ucap hendrikk


"Gampang banget Lo ngomong tanggung jawab , jadi sekolah gue gimana?" ucap Vio


"Gak usah munafik Vi , buktinya Lo juga nikmatin Vi" ucap Hendrik senyum sinis.


Wajah vio merah merona mendengar ucapan Hendrik , ya memang betul vio juga menikmati kejadian tadi tanpa pemberontakan sedikit pun.


Vio pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya , badan nya terasa lengket entah karena keringat atau hal semacam itu.


Vio takut jika dirinya nanti hamil , dan harus putus sekolah.


Vio sedih memikirkan bagaimana hancurnya perasaan dan harapan orang tua nya.


Jika mengetahui bahwa vio hamil diluar nikah.


Sambil menangis vio melanjutkan kegiatan mandi nya.


setelah mandi dan berpakaian vio keluar dari kamar mandi.


Vio melihat Hendrik masih rebahan sambil memainkan hp.

__ADS_1


Vio berjalan mendekati Hendrik.


"Lo gak pulang?" ucap Vio cuek


"Gue gak akan pulang kalau gak sama Lo"ucap Hendrik.


"Maksud Lo apa? gak usah aneh aneh kost gue disini. Dan gak mungkin gue pergi dari sini. Kalau mau pulang ya udah pulang aja."ucap Vio


"Lo balik nge kost di tempat gue" ucap hendrik.


"Gue gak mau"ucap Vio


" Tinggal pilih aja Lo balik kost tempat gue , atau gua gak akan tanggung jawab kalau Lo hamil. Karena gue yakin kali ini Lo bakalan hamil ." ucap Hendrik menakut nakuti vio


Vio merasa takut dengan ucapan Hendrik , namun dia juga tidak ingin ambil pilihan lagi


"Emang apa bedanya kalau gue tinggal disini sama di tempat Lo sih?" ucap Vio


"Gue mau mastiin aja kalau Lo gak dekat dekat sama cowo lain lagi" ucap Hendrik


"Lo kira gue cewe apa an? dekat sama cowo lain setelah semua yang udah kita lakuin? gue gak segila itu." ucap Vio


"Sekarang tinggal pilih aja mau balik kekost gue atau gua gak akan tanggung jawab kalau Lo hamil." ucap Hendrik dengan nada tinggi


"Gue tetap tinggal disini , terserah Lo mau tanggung jawab atau enggak." ucap Vio bersikeras


"Oh oke itu keputusan Lo , dan jangan harap gue mau tanggung jawab kalau terjadi apa apa sama Lo" ucap Hendrik

__ADS_1


"Oke , mendingan Lo sekarang pergi dari sini."ucap Vio


__ADS_2