Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Revisi possesif 2


__ADS_3

Hendrik yang melihat Vio tertidur pulas hanya tersenyum, sambil mengelus elus rambut vio.


Kemudian Hendrik keluar untuk mengembalikan motor nya kerumah , setelah mengembalikan motor nya kerumah .


Hendrik kembali ke kost viola.


Hendrik yang selalu merasa kesepian dirumah , karna keluarga yang jarang dirumah .


Hendrik yang selama ini memilih untuk bersama teman teman untuk menghilangkan rasa sepi nya.


Kini viola yang menjadi teman Hendrik untuk menghilangkan kesepian itu.


Sesampainya di kost viola , Hendrik merebahkan badannya disamping viola.


Kemudian memeluk viola , lalu tertidur.


Pagi hari nya viola terbangun dan melihat posisi Hendrik memeluk dirinya.


Viola tersenyum , entah mengapa viola tidak merasakan takut walaupun harus tidur berduaan dengan lelaki ini.


Vio menggucang badan Hendrik.


" Sayang bangun , sayang..." rengek vio


" Hemmmm iya iya " jawab Hendrik


"Yuk bangun ntar telat Lo sayang" sahut vio


Hendrik yang mengucek ucek matanya.


" Kamu manggil aku sayang" tanya Hendrik ragu


" Kan aku sayang kamu " jawab vio singkat


Hendrik refleks memeluk vio .


" Makasih ya sayang " ucap Hendrik


Kemudian Hendrik mencium vio , ya ciuman pagi hari .vio membalas ciuman Hendrik.


Dan mereka berciuman hingga beberapa menit.


 


" Udah udah ntar kita telat " ucap Vio


 


Sambil melepaskan pelukan tersebut.


" Ya sudah aku pulang dulu ya , kamu siap siap nanti kita berangkat bareng" ucap Hendrik.


Vio hanya mengangguk , dan Hendrik pun berjalan keluar pulang menuju rumahnya.


Lalu vio pun mandi dan bersiap siap sekolah .


Hari ini hari yang beda dari hari yang lain,dimana hari ini vio sedikit berbedak .


menyisir rambutnya lebih rapi.

__ADS_1


Dan memakai parfum .


Viola yang merasa harus merubah sedikit penampilan nya.


Walapun dengan penampilan seadanya viola sudah kelihatan sangat cantik.


Semua sudah siap , lalu viola bergegas keluar dan berangkat.


Vio berjalan dan berhenti didepan rumah Hendrik.


" Hendrik Hendrik,,," ucap Vio


Hendrik yang mendengar namanya di panggil


langsung keluar


Dan mendapati vio yang memanggil namanya Hendrik tersenyum dan menghampiri viola.


"Yuk berangkat " ucap Hendrik


mereka pun melanjutkan langkah kesekolah.


Diperjalanan menuju sekolah vio dan Hendrik bercerita , bercanda gurau diiringi tertawa kecil.


Sesampainya di gerbang vio yang sudah melihat para sahabatnya menunggu.


Kemudian vio pamit ke Hendrik untuk masuk duluan bersama sahabat nya


Hendrik hanya mengiyakan sambil tersenyum.


Viola menghampiri sahabat nya , yang sudah menunggu.


" Hei selaamat pagi , maaf buat kalian menunggu lama" ucap Vio bersemangat


" Kayak nya ada yang aneh deh dari luo"ucap Dinda . Sembari memperhatikan vio dari atas kebawah.


" Gak ah perasaan lo aja kali " ucap Vio


Merasa risih diperhatikan Dinda.


" Eh udah udah kita masuk kelas yuk" ucap Yeyen


memecahkan keheningan.


 


" Ah terimakasih Yen , sudah menyelamatkan ku dari suasana ini" ucap Vio dalam hati.


 


Vio yang langsung menggandeng tangan Yeyen dan berjalan masuk kelas.


Dinda dan Maria yang melihat sikap viola yang berbeda , mengikuti Yeyen dan vio


dari belakang sambil berbisik bisik.


Sesampainya dikelas mereka menuju tempat duduk masing masing.


Viola pun duduk dibangku dan tiba tiba Alvin datang.

__ADS_1


Alvin merupakan salah satu murid sekelas viola , Alvin mempunyai sifat yang suka bercanda.


Tiba tiba Alvin menyapa viola.


" Hei vio apa kabar" tanya Alvin basa basi.


" Baik Vin , kamu gimana" tanya vio


" Seperti yang kamu lihat baik." sahut alvin


Kemudian Alvin , viola dan sahabat vio lanjut bercerita sambil tertawa.


Alvin yang tak tau bahwa vio sekarang sudah menjadi pacar Hendrik.


Alvin selalu menggoda viola dengan gombal gombalan nya.


Disaat mereka semua sedang asyik bercerita.


" Brakk......" Hendrik memukul meja


Mereka semua kaget , viola menatap Hendrik


seakan bertanya kamu kenapa.


 


" Minggir gue mau duduk disini" ucap hendrik


 


Sambil menatap Alvin dengan sinis.


" Itu bangku kan banyak yang kosong , lo cari aja. kenapa harus disini" ucap Alvin


Mendengar jawaban Alvin Hendrik tampat marah , dan menarik baju Alvin sampai Alvin berdiri.


" Lo gak denger gue mau duduk disini" bentak Hendrik kepada Alvin


Sontak viola yang melihat kejadian itu berdiri dan menarik tangan Hendrik dari baju Alvin.


" Kamu apa apa an sih , datang datang buat rusuh aja ." ucap viola.


Hendrik menatap viola tajam tanpa menjawab.


Viola yang melihat tatapan Hendrik yang begitu tajam .


" Ya sudah Vin kamu cari kursi lain aja"ucap viola mencairkan suasana


Alvin yang mendengar kan ucapan viola pun pergi.


Setelah melihat Alvin pergi Hendrik pun duduk dibangku samping viola.


Viola dan yang lainnya pun duduk kembali.


" Aku kan udah bilang kamu gak boleh Deket sama siapa pun " bisik Alvin


Vio yang ingin menjelaskan di kejutkan dengan suara


" Kring..." Bel berbunyi

__ADS_1


semua siswa kembali ketempat masing masing , dan guru masuk kekelas.


Selama proses belajar vio menjadi tidak fokus karena kejadian tadi.


__ADS_2