Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Berat hati


__ADS_3

Tak terasa sudah setengah jam lebih viola menangis , dan sekarang vio sudah tertidur pulas.


Keeseokan pagi nya vio bangun , dan mulai siap siap untuk berangkat sekolah.


Vio pun berangkat sekolah dengan jalan kaki.


Saat berjalan vio melihat motor melewatinya, vio yang sudah hafal betul dengan warna motor dan suara Motor tersebut.


Hendrik lewat bersama dengan nita.


"Tadi malam bilang nya masih sayang sama gue , eh masih pagi udah boncengan sama cewe" gumam vio dalam hati.


Vio melanjutkan langkah nya , sesampainya di gerbang sekolah vio mendapati para sahabat nya sudah menunggu.


" Eh maaf ya udah nunggu lama" ucap Vio


" Enggak kok vi , kita juga baru datang " ucap Yeyen


" Yuk masuk , udah bel ni" ucap Dinda.


Vio dan sahabat nya pun mulai masuk kelas


Sesampainya di kelas vio melihat Hendrik duduk sebangku dengan nita.


"Pagi pagi udah pacaran" ucap Maria


"Hahah kayak gak ada tempat aja ya kan" ucap Dinda.


"Sewot banget sih Lo pada , Lo semua sirik ya gue pacaran sama Hendrik? " ucap Nita dengan tatapan tajam.


"Hello gak salah denger ni gue?" ucap Maria

__ADS_1


lalu mendatangi bangku Nita dan Hendrik


"Maksud Lo" balas Nita


"Apa pantas kita semua sirik sama lo? Hendrik itu mantan vio , Lo ngerti kan maksud gue"ucap Maria sambil menaikan sebelah alis nya dan senyum sinis.


"Yang artinya Hendrik itu bekas vio , Lo emang dari sana nya suka barang bekas ya? heran deh gue semua mantan mantan orang Lo embat semua hahah" ucap Dinda


"Jaga ya ucapan Lo !" sahut Nita yang mulai marah


"Gak usah baper nit , itu kenyataan nya"ucap Maria.


"Biar Lo semua tau ya , bukan Hendrik yang bekas vio. Tapi vio yang udah bekas Hendrik!Hahah jalang." ucap Nita


Sontak semua siswa dalam kelas kaget mendengar ucapan Nita .


Mendadak wajah Nita menjadi pucat , vio lemas dan mulai keringat dingin.


"Apa maksud Lo?" ucap Maria menarik kerah baju Nita


"Tanya aja sama sahabat Lo yang sok polos itu haha"ucap Nita lalu menarik kerah baju nya


Maria menatap tajam ke arah vio , seolah olah minta penjalasan .


vio hanya tunduk dan diam .


"Nyet bilang kalau semua yang dia bilang itu gak benar" ucap Yeyen sambil memeluk vio.


" Maaf Yen" ucap Vio pelan dan menangis.


" Tuh kan Sahabat Lo aja gak bisa jawab, mending kayak gue genit tapi gak murahan. Dari pada dia sok polos padahal di obral .hahaha" ucap Nita

__ADS_1


"Kurang ajar lo ya" ucap Maria yang sudah emosi.


" Mar cukup!" ucap Vio dan menangis


Maria melihat Vio kondisi vio yang syok dan lemas , mereka pun memeluk vio saling menguatkan satu dengan yang lain.


Sementara itu suasana kelas masih gaduh setelah mendengar ucapan Nita.


mereka mulai membuat gosip tentang vio


ada yang mencemooh ada juga yang menatap vio dengan sinis dan jijik.


"Awas Lo ya !" ucap dinda


"Lo ngancem gue? Gue gak tau sama Lo semua. Dasar *****!" ucap Nita


Parr..... Dinda menampar Nita


"Gue peringatin sekali lagi , jaga ucapan lo"ucap Dinda


Nita hanya memegangi pipi nya dan meringis kesakitan.


Alvin yang baru masuk kelas , kaget melihat kondisi kelas yang gaduh. Terlebih lagi melihat wanita yang di cintai nya menangis sejadi jadi nya.


Alvin menghampiri vio dan mulai menenang kan vio.


"Sudah jangan nangis lagi , Lo jelek kalau nangis" ucap Alvin


"Gue malu Vin"ucap Vio


"Percaya sama gue , kalau ada yang berani ngatain Lo lagi . gue gak akan segan segan buat kasih dia pelajaran" ucap Alvin

__ADS_1


__ADS_2