Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Pertanyaan yang menjebak


__ADS_3

Setelah botol berhenti di viola,


maka Mereka pun mulai mengajukan pertanyaan kepada viola.


Dan viola harus menjawab,


" Vio lo sebenarnya punya pacar gak sih?" tanya Dinda kepo


" Gue gak punya pacar dan gak minat pacaran." jawab viola santai.


" Kalau lo mau pacaran,kriteria cowo lo kayak apa sih ? " tanyak Maria nyerocos


" Yang penting dia laki laki." jawab viola .


Yeyen menggeleng kan kepala yang memberi kode dia tidak bertanya.


" kenapa kelihatan nya lo gak suka sama gue ?" tanya Hendrik


" gak ada, perasaan lu aja kali" jawab viola


Wajah merah yang tiba tiba berubah jadi merah.


" yaudah ayo main lagi "ucap Dinda


sambil memutar botol


Begitu seterusnya sampai permainan berakhir.


Viola melihat jam dan kaget .


" Eh udah jam 1 nih aku mau kerja " ucap viola panik.


" Yasudah deh kalau gitu, kita pamit ya Vio. " sahut Yeyen santai


Mereka pun bergegas pakai sepatu dan pulang kecuali Hendrik.

__ADS_1


" lo gak balik hen? gue mau kerja nih."


ucap viola dengan nada naik seoktaf


" iya gue bakalan balik , tapi gue mau nanyak dulu sama lo." jawab Hendrik


" mau nanyak apa lagi ? yaudah cepet tanyak gue gak punya banyak waktu. " sahut viola ketus


" Soal tadi , lo serius beneran gak apa apa sama gue? gue kurang yakin aja sama jawaban lo. " tanyak Hendrik memancing


" Ih kirain nanyak apa gitu , kan udah gue bilang perasaan lu aja . gue mah biasa biasa aja tuh. "


" Oke deh , berarti kalau gue mau nganterin lo gak papa kan " tanya hendrik


" ngapain di anterin , jalan kaki juga nyampe kok. " jawab viola yang semakin menunjukan wajah kesalnya.


"Tadi katanya gak apa apa kok gak mau di anterin? " tanyak Hendrik


" Ahh ribet amat sih hidup lo , yaudah Ayo. " teriak viola


"Bentar ya gue ambil motor dulu."ucap Hendrik


Viola hanya mengangguk.


sesampai nya di depan tempat kerja viola mengucapkan terimakasih dan pamit mau kerja.


" Eh bentar tunggu dulu."teriak Hendrik


" Apalagi sih hen gue kan udah bilang


makasih " tanya viola kebingungan


" Salam dulu dong " ucap Hendrik ,sambil menjulurkan tangan nya pas di depan kening viola,Viola hanya melotot .


" jadi lo mau ngelihatin tangan gue aja nih ? " tanyak Hendrik

__ADS_1


" Ah nyesel gue mau di anter sama lo, aneh aneh aja permintaan lo" jawab viola


Selepas menyalam Hendrik viola langsung bergegas menuju tempat kerja .Dengan memasang muka kesal habis dikerjain Hendrik.


Hendrik yang melihat hal itu tersenyum menggelengkan kepala.


Lalu menancap gas motornya.


Viola yang masih memasang muka kesal karna di isengin Hendrik , lalu di tegur ibu Rani pemilik rumah makan tersebut.


" Kenapa neng kok muka nya di tekuk gitu." tanya Bu Rani.


Vio kaget dan berbalik menghadap Bu Rani.


" ehh gak apa apa buk " sahut viola berbohong.


Kemudian viola kembali bekerja , ya Vio bekerja dari jam 2 sampai jam 8 malam.


Vio hanya bekerja 6 jam yah tapi kalau dihitung cukup untuk biaya Vio bertahan hidup di kota ini .


Karena memang di tempat Vio bekerja makan ditanggung , jadi gaji Vio bisa untuk bayar uang kost dan kebutuhan lain nya.


Karena Vio termasuk murid yang berprestasi , jadi Vio mendapat kan beasiswa gratis uang sekolah .


Setelah pukul 8 malam , Vio yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya .


Pamit kepada ibu Rani dan pulang , Vio pulang berjalan kaki .


Yah karena memang jarak antara tempat kerja dan kost tidak terlalu jauh .


Sesampainya didepan kost Vio bingung , karena mendapati Hendrik sedang duduk didepan pintu .


" Ada apa ndrik , malam malam gini duduk depan kost gue. " tanyak Vio curiga


" Gue nungguin lo pulang , gue mau curhat .Lo ada waktu gak ?"tanyak Hendrik

__ADS_1


" yaelah harus banget ya malam ini curhat nya ? gue capek banget hen gerah lagi " tegas viola.


__ADS_2