
Lalu akhirnya mereka kembali bercanda tawa
Tiba tiba bel pun berbunyi , para murid masuk kelas.
Viola dan sahabat nya yang asyik bercanda dengan Alvin
seolah tak peduli dengan murid yang masuk
" Baru aja putus udah cari mangsa lagi , dasar cewe gatel " ucap Hendrik sambil berlalu
Maria si cewe barbar yang geram mendengar ucapan Hendrik.
" Brakkkk..." Maria memukul meja yang membuat satu kelas kaget.
" Apa lo bilang cewe gatel , lo nya aja yang posesif " ucap Maria.
Hendrik yang tak menyangka ada perempuan yang berani padanya .
" Memang seperti itu kanyataan nya , baru aja putus sudah cari mangsa lagi .
kalau gak cewe gatel terus itu namanya apa?"
jawab Hendrik.
Murid yang lain bingung dengan ucapan Maria dan hendrik, sambil mencari jawaban. namun semua nya diam.
"Wajar viola putusin lo, sikap ku yang terlalu possesif buat dia gak tahan pacaran smaa lo " jawab Maria tegas Sambil mengepal tangannya.
Para murid yang mulai mengerti , bahwa viola dan Hendrik yang sedang diperdebatkan.
Sedangkan viola hanya menunduk malu.
" Awas sekali lagi lo berani buat viola malu , kelar hidup ku " ucap Maria memberi ancaman.
"Coba aja lo pikir gue takut" jawab Hendrik.
Maria yang geram dengan jawaban Hendrik , kembali ketempat duduk nya .
__ADS_1
Dan tidak lama kemudian guru datang mengajar.
Alvin yang dari tadi menatap viola dengan iba.
tiba tiba Alvin menggengam tangan viola.
" Jangan takut , gue akan selalu ada" ucap Alvin.
Viola yang sudah menganggap Alvin sebagai teman hanya tersenyum.
Lalu mereka kembali mendengarkan penjelasan dari guru.
Tanpa melepas genggaman.
Hendrik yang menatap dari belakang,geram melihat Alvin yang menggengam tangan vio di atas meja.
Hendrik pun terbakar amarah , tak henti henti nya Hendrik memaki Alvin dalam hati.
Setelah pelajaran berlalu,waktunya jam istirahat.
tiba tiba menghampiri Alvin.
" Maksud lo apa dari tadi Megang tangan vio" ucap Hendrik membentak vio.
Vio dan sahabatnya yang melihat kejadian itu langsung berdiri
" Lo apa apa an sih , masih gak punya urat malu juga " ucap Maria menyindir
Alvin yang melihat wajah Hendrik sudah merah seperti habis di bakar
" Santai men , kan lo sekarang udah gak ada hubungan apa apa lagi sama vio . jadi gue berhak doong dekatin vio" ucap alvin santai.
Hendrik yang tak terima mendengar ucapan Alvin tiba tiba memukul Alvin
Bug bug Hendrik menonjok muka Alvin.
Viola langsung melerai Alvin dan Hendrik
__ADS_1
" Gue ingetin ya sama lo, kita udah gak ada hubungan apa apa lagi . jadi stop ganggu hidup gue" ucap viola dengan suara meninggi.
Hendrik yang mendengar ucapan viola merasa kesal karna tidak mendapatkan pembelaan dari vio
" lo bakal nyesel suatu saat " ucap Hendrik pergi.
Vio yang sudah tidak menghiraukan Hendrik lagi , dia hanya memperhatikan Alvin dan meras bersalah.
" Sorry ya Vin gara gara gue lo jadi kena masalah gini" ucap viola
" Ini bukan salah lo kok , udah seharusnya gue nge lindungi lo " jawab Alvin
Vio yang melihat muka Alvin memar , segera mengambil sapu tangan yang ada di tas dan di siram dengan air minum.
lalu mengompres luka Alvin.
Kemudian para sahabat viola meminta ijin
" Vio kita ke kantin dulu ya sekalian mau beli es batu buat luka si Alvin , lo mau nitip apa ?" tanya Maria.
" gue es batu aja " ucap Vio yang masih mengompres luka alvin.
" eh ni gue pesen mie goreng dua bungkus sama air mineral 2 boto". ucap Alvin sambil memberikan uang.
" lo laper ya Vin , " ucap viola
" iya gue laper , kita makan disini aja ya.lo pasti belum makan juga kan." ucap Alvin
Vio hanya mengangguk.
Kemudia Dinda mengambil uang Alvin , lalu mereka menuju kekantin.
Dikelas hanya ada viola dan Alvin , vio yang dari tadi mengompres wajah Alvin sambil merasa bersalah.
" Udah gak usah merasa bersalah gitu ," ucap Alvin yang membaca kecemasan vio
Vio hanya diam dan melanjutkan mengompres luka Alvin.
__ADS_1