
"Hallo.."ucap Alvin masuk ke dalam kost vio
"Eh lo beli makanan kemana sih? lama banget?" ucap Maria
"Sorry mar , tadi macet terus rumah makan nya rame banget jadi ngantri" ucap Alvin menjelaskan.
"Aduh plis ya entar aja deh kalau mau berdebat , gue udah laper banget" ucap Dinda memotong pembicaraan.
"Ya sudah ayo makan " ucap Yeyen sambil mengeluarkan makanan dari kantong plastik.
"Eh panggilin vio biar sekalian makan bareng" ucap Alvin
"Lo aja yang manggil sana , gue gak ada tenaga lagi buat manggil dia"ucap Maria sembari memasukan makanan ke mulut nya.
Dinda , Maria dan Yeyen pun mulai makan dengan lahap nya .
Sedangkan Alvin memilih untuk keluar untuk mengajak vio makan
"Vi lo gak makan?" ucap Alvin
"Eh iya , ayok makan" ucap Vio
Mereka pun gabung bersama teman teman nya dan makan bersama.
Setelah selesai makan , mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore.
"Vi kita balik dulu ya , Lo baik baik disini
kalau ada apa apa kabari kita" ucap Dinda
"Iya nyet , makasih banyak ya kalian udah bantuin gue pindahan"ucap Vio sambil tersenyum.
"Ya elah nyet Lo kaya sama orang lain aja, kita kan sahabat"ucap Dinda
Mereka pun berpamitan dan pulang.
"Kamu yakin enggak apa apa ditinggal sendiri Vi?" ucap Alvin
"Iya Vin aku enggak apa apa , biasa nya juga aku kan sendiri" ucap Vio
"Ya sudah kalau gitu aku pamit ya , kamu kalau butuh apa apa hubungin aku ya" ucap Alvin berpamitan dan mulai meninggalkan kost vio.
Vio hanya berdiri menatap Alvin yang sudah berlalu pergi , Vio pun masuk ke kost nya.
__ADS_1
Karena merasa gerah setelah aktifitas satu hari an.
Vio pun mandi , tak lama kemudian hp vio berbunyi.
Hendrik tifano , nama yang ada di layar panggilan di handphone vio.
"Hallo hen" ucap Vio mengangkat telfon
"Hallo Vi , Lo lagi ngapain?" ucap Hendrik
"Baru aja kelar mandi hen, ada apa hen?" ucap Vio
"Enggak apa apa , emang nya gue gak boleh nelfon Lo ya?"ucap Hendrik
"Bukan gitu , gue kira ada yang penting "ucap Vio
"Yang tadi itu siapa Vi?" ucap Hendrik terus terang.
"Yang tadi apa hen?" ucap Vio bingung
"Tadi waktu nelfon gue denger suara laki laki , Lo disana gak tinggal sama laki laki kan Vi?"ucap Hendrik dengan nada menekan.
"Oh itu Alvin , dia tadi bantuin gue sama temen temen pindahan hen. Gue disini tinggal sendiri hen" ucap Vio menjelaskan
"Maksud Lo hubungan apa hen?"ucap Vio
"Iya lo ada hubungan apa sama Alvin , kok dia baik banget sama lo"ucap Hendrik
"Emang kalau baik harus punya status ya hen?"ucap Vio
"Jawab aja pertanyaan gue" ucap Hendrik
"Gue gak ada hubungan apa apa sama Alvin , hanya sebatas teman dan gak lebih . " ucap Vio
"Bagus deh kalau cuman teman"ucap Hendrik
"Gue kira lo udah berubah , ternyata enggak .Bahkan lo lebih possesif sekarang
padahal kita udah gak ada hubungan lagi" ucap Vio
"Gue masih sayang sama lo vi " ucap Hendrik
Tak terasa air mata vio pun jatuh tanpa ijin , vio merasa hati nya sakit mendengar kata cinta dari Hendrik.
__ADS_1
"Cukup hen , kalau tujuan Lo nelfon gue cuman buat bilang Lo masih sayang sama gue . mending lo jangan telfon gue lagi" ucap vio.
"Kenapa Vi? apa gue salah kalau gue bilang yang sebenarnya ?"ucap Hendrik
"Lo gak salah , tapi gue udah gak bisa lagi Nerima Lo hen . Gue mau fokus sekolah gue mau fokus kejar cita cita gue"ucap Vio menjelaskan sambil menangis
"Beri gue sekali lagi kesempatan Vi , gue janji gak bakal kecewain Lo lagi dan gue gak bakal halangin Lo buat raih cita cita Lo"ucap Hendrik
"Enggak bisa hen , gue udah susun matang matang planing gue . dan Lo gak ada dalam salah satu planing gue. Dengan ada nya Lo di hidup gue Lo cuman akan ngehancurin planing yang udah gue buat hen"ucap Vio
sambil menangis sejadi jadinya
"Oh jadi kehadiran gue emang gak Lo harepin di hidup lo vi iya? gitu maksud Lo? " ucap Hendrik
"Maafin gue hen , tapi itu lah kenyataan nya."ucap Vio
"Gue pastiin lo pasti nyesel Vi"ucap Hendrik
"Gue gak pernah nyesal dengan keputusan gue, yang gue sesalin cuman satu yaitu mengenal Lo hen" ucap Vio
"Tut Tut Tut" sambungan telfon terputus
Hendrik hanya diam mematung mendengar ucapan terakhir vio.
"Braakkk" Hendrik melemparkan handphone nya.
Sedangkan Vio hanya bisa menangis , vio sadar bahwa dia sudah keterlaluan .
Tapi itu salah satu cara agar Hendrik bisa berhenti mengganggu nya.
Dengan membuat dinding kebencian Hendrik Padanya.
Maaf ya buat semuanya , setelah sekian lama baru update 🙏
Banyak tugas yang harus dikejar
Tapi mulai hari ini bakalan update tiap hari guys☺️
Jangan lupa like , koment dan vote nya ya guys🙏
Dan satu lagi jangan lupa jadi kan novel ini favorit biar kalian semua bisa lihat update an selanjutnya ☺️
Terimakasih 🙏🙏
__ADS_1