
Vio berjalan ke tempat kerja.
Sesampai nya di tempat kerja Vio menyapa Bu Rani , entah mengapa vio sangat merindukan buk Rani yang sudah berapa hari ini tak bertemu.
" Eh udah baikan neng?" ucap Bu Rani
" Udah buk , maaf ya buk kemarin vio gak
masuk" ucap vio
" Iya gak papa neng , yaudah mulai kerja ya
neng" ucap Bu Rani tersenyum
Vio hanya mengangguk dan mulai bekerja.
Vio yang memang kurang semangat karna pemandangan Hendrik dan nita tadi.
Tiba tiba vio di kaget kan oleh Alvin .
" Woy ngelamun aja " ucap Alvin
" Ih apaan sih Vin untung jantung gue gak
copot" ucap Vio
" Hahah kalau copot kan bisa dipasang lagi
ucap alvin tertawa.
" Lo ngapain kesini?" ucap Vio
" Lah pake nanyak , ya makan lah ini kan
rumah makan vio." ucap Alvin
" Eh iya ya heheh gue kok jadi linglung gini
ya " ucap Vio sambil menggaruk kepala
nya yang tidak gatal
" Makanya kalau kerja itu fokus , ini
ngelamun aja . Untung dapat konsumen
yang baik kayak gue . Kalau dapet yang
galak habis lo dah " ucap alvin
" Hm iya iya , lu mau pesan apa " ucap Vio
" Biasa " ucap Alvin santai
" Oke " ucap Vio meninggalkan Alvin
Vio pun membuat pesanan Alvin setelah siap semua , vio mengantarkan makanan tersebut ke meja Alvin.
" Nih Vin , udah lo makan gih. Gue lanjut
kerja dulu ya" ucap Vio
" Eittss lo temenin gue makan ya " ucap
Alvin sambil menarik tangan vio
" Gue lagi kerja Vin" ucap Vio melotot
" Ihh serem amet tuh mata , sampe mau
keluar gitu matanya hahah" ucap Alvin
" Udah bercanda nya?" ucap Vio
" Udah , gue mau makan dan lo harus
temenin ya"ucap Alvin
" Buk saya mau makan , boleh gak vio
temenin saya makan bentar? ucap alvin
kepada Bu Rani
" Boleh nak alvin" ucap Bu Rani
" Ibu yang terbaik" ucap Alvin dan kembali
ke meja
" Tuh kata Bu Rani aja boleh , temenin gue
ya " ucap Alvin memohon
" Iya iya yaudah cepetan makan" ucap Vio
Alvin pun mulai makan dengan lahap nya
" Lo udah makan? pesen gih biar kita
makan bareng" ucap Alvin
" Gue udah makan " ucap Vio berbohong
Vio yang hanya melihat Alvin makan , namun pikiran nya masih ke Hendrik.
Vio hanya melamun membayangkan masa kenangan nya denga Hendrik tanpa menyadari Alvin telah selesai makan.
" Lo kenapa sih gue lihat lu melamun
Mulu" ucap Alvin
" Itu gue tadi lihat Hendrik sama Nita"
ucap Vio mulai menceritakan kejadian
sebenarnya.
" Ya udah jangan terlalu dipikirin ,. toh dia
juga udah gak peduli lagi sama lo" ucap
Alvin
" Lo kok bilang gitu? Lo udah tau kalau
gue udah putus sama Hendrik?ucap Vio
" Yah jangan kan gue satu sekolahan juga
udah tau kalau lo udah putus" Alvin
" Tau dari mana" ucap Vio
__ADS_1
" Nita yang bilang ke temen temen
disekolah kalau kalian udah putus dan
merek udah jadian" ucap hendrik santai
" Oh gitu " ucap Vio singkat
" Vio lo harus fokus , ingat tujuan lo
kekota itu apa. Jangan hanya gara laki
laki kerja keras lo selama ini sia sia"
ucap Alvin menatap vio
" Iya Vin" ucap Vio sambil menunduk
" Iya udah gue balik dulu ntar gue jemput
lo pulang kerja . Ingat lo harus fokus"
ucap Alvin mengingat kan vio lalu
berlalu meninggalkan kan vio
Vio yang masih diam di meja makan tempat Alvin sambil mencerna perkataan Alvin
Vio pun bangkit berdiri membawa piiring kotor kebelakang.
" Betul , gue harus fokus gue gak bisa
gini terus" gumam vio dalam hati
Vio pun kembali bekerja dan kini vio mulai bersemangat kembali .
Vio kembali seperti vio sedia kala
Vio yang selalu semangat menghadapi semua dan pantang menyerah.
Tak terasa sekang menunjukan pukul 08.00
Vio yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya kini duduk menunggu Alvin menjemput.
Sebenarnya vio bisa saja pulang sendiri kekost , mengingat jarak antara kost dan tempat kerjanya lumayan dekat.
Tapi karna tadi Alvin mengatakan bahwa dia akan menjemput vio pun menunggu.
Tak lama kemudian ada suara klekson vio melihat keluar ternyata Alvin sudah di depan.
Vio pun pamit ke Bu Rani dan keluar menuju Alvin.
" Sorry Vi , gue telat . soal nya tadi ada
kerjaan bentar " ucap Alvin menjelaskan
" Ah gapapa kok Vin , lagian gue juga baru
selesai jam kerja" ucap Vio
" Ya udah yuk naik, biar gue antar pulang"
ucap Alvin
" oke" vio pun naik ke motor Alvin
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai
di kost kost an vio
Vio turun dan mengucap kan terimakasih.
Alvin hanya mengangguk dan tersenyum.
Hendrik yang menatap dari rumah nya geram , dan merasa tak sanggup lagi menahan nya.
Hendrik berjalan ke arah kost vio yang hanya berjarak berapa kost .
Vio melihat ke arah Hendrik yang berjalan menuju kost nya.
Vio pun memberi kode ke Alvin,Alvin melihat kebelakang dan melihat Hendrik datang ke arah mereka.
" Bagus , masih ada juga nyali li datang
kesini ya" ucap Hendrik membuka
percakapan
" Gue cuman nganter Vio pulang" ucap Henri
" Bagus , bahkan lo sekarang udah pinter
manfaatin situasi" ucap Hendrik dengan
senyum sinis nya
" Stop! udah jangan ribu lagi . Lo ngapain
sih datang datang ngomong gak jelas.
Gue kan udah pernah bilang jangan pernah
ganggu hidup gue." ucap Vio
" Tuh lo dengerin . Bahkan vio aja udah
ngingatin lo buat gak gak ganggu hidup nya
ngapain lo masih ganggu dia" ucap hendri
" Siapa bilang gue mau ganggu hidup dia
lagi. Gue cuman enggak mau aja nama
kost kost an gue jelek karna salah satu
anak kost gue bawak cowo ke kost gue "
ucap Hendrik
"Gue kan udah bilang , gue cuman nganter
vio. Dan gue gak masuk ke kost vio" ucap
Alvin yang mulai emosi.
" Udah,Vin mending lo pulang aja ya . Gue
juga mau masuk gue capek . besok kita
kan sekolah . Makasih ya udah nganterin
__ADS_1
gue pulang" ucap Vio tersenyum
" Iya gue balik ya , sampai ketemu di
sekolah besok ya " ucap Alvin
dengan sengaja Alvin berdiri dan
mengecup kening vio .
Vio kaget dengan apa yang di lakukan Alvin
Namun vio berusaha tenang di depan Hendri
Vio tau ini salah satu cara Alvin membuat hendrik menjauhi nya.
Hendrik yang semakin emosi melihat Vio di cium oleh alvin.
Hendrik menarik kerah baju Alvin ke atas.
" Maksud lo apa cium kening vio" ucap
Hendrik yang sudah emosi dan siap
melayangkan tonjokan ke Alvin
" Kenapa? lo cemburu? lo kan bukan siapa
siapa nya vio lagi. Lulo gak berhak marah
hen. Lo sadar gak kalau lo udah buat vio
sakit " ucap Hendrik sambil melepas kan
kerah baju yang di tarik Hendrik
Vio yang bingung dengan keadaan , vio yang mencoba melerai adu mulut diantara mereka.
" Maksud lo apa?" ucap Hendrik
" Lo itu egosi hen , lo udah nyakitin vio .
lo terang terangan gandeng Nita di depan
vio . Sedangkan kalian baru putus.
Sekarang vio gue anter pulang lo marah
apa pernah vio komplain nge lihat lo
sama Nita? " ucap Alvin
" Diem lo, lo gak tau apa apa" ucap hendri
" Gue tau semua hen , gue tau semua yang
udah lo lakuin ke vio . Gue juga tau lo
udah nge rusak vio. " ucap alvi
keceplosan.
Vio dan Hendrik saling menatap tak percaya dengan ucapan Alvin.
" Lo gak usah kaget , bahkan perasaan
gue gak berubah walaupun gue tau vio
udah rusak. Karna gue sayang vio pake
hati bukan nafsu kayak lo" ucap Alvin
" Kurang ajar lo" ucap Hendrik kemudian
menonjok wajah Alvin.
Alvin pun tersungkur ke tanah , sontak vio teriak.
" Cukup hen , cukup. Apa kurang puas lo
udah buat hidup gue hancur . sekarang lo
juga mau ngabisin satu satu nya orang
yang peduli sama gue. " ucap Vio sambil
menangis.
" Dia emang pantas dapetin itu ." ucap
Hendrik
" Lo emang gak punya hati hen, gue
nyesel udah pernah kenal Lo . Pergi Lo
gue gak mau lihat lu lagi' ucap Vio
Vio mengangkat Alvin , Dan memapah nya ke teras kost nya. meninggal kan Hendrik yang masih berdiri menatap vio.
" Maaf ya Vin gara gara gue , lo jadi kena
masalah" ucap Vio sedih
" Lo gak usah merasa bersalah , udah
sewajar nya gue nge lindungi Lo " ucap
Alvin sambil memeluk vio
Hendrik yang emosi nya naik kembali melihat Alvin memeluk vio. Hendrik berjalan ke arah vio dan Alvin.
" Gue mau besok kamar kost ini di
kosongkan" ucap Hendrik tegas
" Oke besok gue bakal kosongin kost ini
ucap Vio
__ADS_1
Hendrik pun berlalu meninggalkan mereka.