Berdamai Dengan diri sendiri

Berdamai Dengan diri sendiri
Pertemuan tak sengaja


__ADS_3

Karena memiliki fisik yang mendukung selain kepintarannya , membuat viola sangat di kagumi para murid di sekolahnya .


Disekolah viola mempunyai sahabat akrab yaitu Yeyen , Maria dan Dinda.


Mereka bersahabat semenjak masuk sekolah sampai sekarang , dan memutuskan untuk satu jurusan.


Berbeda dengan viola , nasib sahabat sahabat nya bisa dikatakan lebih beruntung .


Mereka terlahir dari keluarga yang bisa dikatakan mampu.


Hari ini proses pembelajaran hanya sampai jam 10 dikarenakan para guru rapat.


" Pulang sekolah, kekost viola yok."Dinda


"Ayok ,dari pada langsung pulang bosen gue."Maria


Viola dan Yeyen hanya mengangguk pelan.


 


" kringg... " Bel berbunyi


 Para siswa berhamburan keluar kelas.


Sesuai rencana akhirnya viola dan sahabatnya berjalan menuju kost nya yang memang tidak begitu terlalu jauh dari sekolah.


Sesampainya didepan kost Yola , tiba tiba Maria berhenti.


"Itu bukannya itu Hendrik ya ?" ucap Maria.


seketika kita berhenti, sembari memperhatikan dua sosok laki laki tersebut.

__ADS_1


" Iya itu mah emang Hendrik sama Rey kali" Dinda.


Yah maklum diantara kita berempat emang Dinda dan Maria yang paling rempong.


" Vio tau gak kenapa Hendrik disitu?"ucap Yeyen dengan muka polos


" Itu rumah Hendrik Yen." ucap Vio


" lah itu bukannya rumah ibu kost kamu ya." tanyak Dinda.


" Iya,kan hendrik anak ibu kost aku " ucap viola , sambil melanjutkan langkah nya dan mereka semua mengikuti.


Ya Hendrik tifano


Hendrik adalah anak pemilik rumah kost yang di sewa viola .


Hendrik merupakan salah satu murid yang paling terkenal di kalangan sekolah karena ketampan nya.


Hendrik yang satu sekolah dengan viola bahkan satu kelas , tidak pernah bertegur sapa .


Dikarenakan sifat sombong Hendrik dan playboy nya membuat viola enggan untuk sekedar tegur sapa dengan Hendrik.


Hendrik yang dari tadi melihat viola dan sahabatnya berjalan menuju kost.


" Wah lagi mau ngumpul ya. " ucap Hendrik


seketika wajah cewe cewe tersebut memerah kecuali viola yang bersikap biasa saja.


" iya ini hen dari pada suntuk di rumah mending main ke sini. " sahut Dinda sambil tersenyum.


Viola membuka pintu kost nya.

__ADS_1


" yuk masuk. " ucap viola


" Eh Vio kok gak bilang sih Vio kalau Hendrik itu anak ibu kost lu." tanya Dinda kepo


" iya kali gue harus bilang sesuatu yang menurut gue gak penting." sahut viola ketus


Mereka kembali sibuk bercerita dan tertawa.


" Ehm..." ucap Hendrik, yang nongol dari pintu .Semua pada salting tentunya kecuali viola.


" eh Hendrik ,udah lama dstu sini masuk gabung sama kita kita. " sahut Dinda kecentilan.


Pandangan viola sinis seolah olah memberi kode untuk tidak masuk dan segera pergi.


Hendrik yang merasa mempunyai kekuasaan karna tempat itu merupakan kost punya keluarga dia ,dengan santai nya masuk dan ikut bergabung bersama kami .


" ehhh viola sama Yeyen kok diam aja dari tadi ? gak suka ya gue disini ?. " tanya Hendrik.


viola membolak balikan mata


" emang nya kalau gue gak suka lo disini lo bakal pergi ?" viola nanyak balik


mereka semua yang tadi nya ketawa malah melotot lihat viola seolah gak yakin dengan ucapan viola.


" eh udah udah kok malah berdebat " jawab Yeyen yang memang selalu jadi penengah.


" dari pada diem dieman gini gimana kalau kita main tanya jawab ya pake botol ini."usul Maria.


semua mengagguk tanda mengiyakan


Maria mengambil botol dan memutar , botol berhenti di viola ,yang artinya siapa saja bisa memberikan pertanyaan dan viola harus menjawab nya .

__ADS_1


__ADS_2