
Vio pun melepaskan pelukan Hendrik dan melangkah meninggalkan Hendrik yang masih duduk di tempat tidur dengan penuh kesedihan.
Vio menuju ruang tamu dan pamitan kepada keluarga Hendrik.
" Tante , om , Abang vio pamit dulu ya .Vio
minta maaf kalau selama ini vio ada salah
ucap Vio tulus sambil menyalami satu
satu keluarga Hendrik.
" Iya Vi , kamu jaga diri baik baik ya . jaga
kesehatan juga . jangan lupa kalau ada
waktu main main kesini ya " ucap mama
Hendrik sambil memeluk vio.
" Iya Tante pastinya , makasih ya Tante "
ucap Vio.
Setelah mengucapkan kata kata perpisahan , vio pun berjalan keluar rumah Hendrik.
Dan menghampiri teman teman nya yang sudah menunggu dari tadi dengan wajah yang sendu.
" Lu tidur di dalem Vi? lama amet " ucap
Maria dengan nada kesal.
" Maaf ya , tadi gue harus pamit dulu sama
semua keluarga Hendrik" ucap Vio
menjelaskan dengan nada bersalah.
" Iya udah ayok , entar keburu sore" ucap
Alvin.
Vio dan para sahabat nya pun bergegas berjalan sambil menenteng barang yang sudah mereka packing di kost vio .
Vio melewati rumah Hendrik vio melirik rumah Hendrik , berharap bisa melihat si pemilik hati nya sekali lagi.
Namun nihil vio tak kunjung menemukan yang dia cari.
Vio dan teman teman nya melanjutkan langkah mereka , setelah kurang lebih 5 menit mereka sampai di kost vio yang baru .
" Hu untung aja udah nyampek, hampir aja
tangan gue mau copot " ucap Maria
mengeluh.
" Badan aja yang besar giliran disuruh
__ADS_1
Bawak barang langsung ngeluh" ucap
Dinda menyindir Maria .
Vio yang sejak sampai mulai menyusun barang barang nya yang memang hanya sedikit.
Dan dibantu juga oleh Alvin dan Yeyen.
Sedangkan Dinda dan Maria sudah tergeletak kelelahan.
Tak butuh waktu lama mereka sudah selesai menyusun barang barang vio di kost yang baru.
" Akhirnya selesai juga ya" ucap Vio lega.
" Gue laper" ucap Yeyen sambil memegang
perut nya.
Hahahah mereka semua tertawa melihat tingkah Yeyen.
" Lah malah ketawa gue lapar tau" ucap
Yeyen.
" Yuk beli makan , gue juga udah laper ni"
ucap Vio sambil memeluk pundak Yeyen.
" Kalian tunggu disini aja , biar gue aja
udah capek plus laper kan?" ucap Alvin.
" Lo emang terbaik Vin" ucap Dinda.
" Jadi mau pesan apa ni?" tanya Alvin.
" Gue ngikut aja" ucap Maria.
" Gue juga " ucap Dinda dan Yeyen.
" Kalau Lo mau pesan apa Vi? ucap Alvin
yang memang selalu perhatian kepada
vio.
" Gue juga ngikut Vin" ucap Vio.
" Oke kalian tunggu disini ya , gue beli
keluar" ucap Alvin.
" Oke " ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
Alvin pun pergi keluar untuk membeli makanan.
Dinda dan Maria memilih tidur sejenak menunggu pesanan datang.
Yeyen sedang sibuk memainkan game di hp nya.
Sedang kan vio duduk di teras kost, vio yang merasa sedih harus pindah kost .
Yang membuat jarak antara vio dan Hendrik semakin jauh.
Mana Hendrik sekarang lagi sakit lagi.
Vio merogoh ponsel nya dalam kantong dan mencoba menghubungi Hendrik.
Tutt tutt tuh telfon tersambung.
" Hallo hend" ucap Vio ragu.
" Iya Vi" sahut vio yang terdengar semangat.
" Gimana keadaan lo , udah mendingan?
tanya vio perhatian.
" Udah lumayan kok vi, eh lo sendiri
gimana? Udah selesai pindahan nya?"
tanya Hendrik.
" Udah hen" jawab vio singkat.
"Pasti lo capek banget ya" ucap hendrik.
" Hihi iya sedikit capek" ucap Vio.
Brummm brumm ... terdengar suara motor Alvin. alvin sudah sampai di depan kos vio.
" Kok diluar Vi? lagi nelfon siapa? ucap
Alvin.
" Eh enggak nelfon siapa siapa kok" ucap
vio sambil mematikan telfon sepihak.
Vio tau hubungan antara Alvin dengan Hendrik sedang tidak baik Karena kesalahpahaman yang di karenakan oleh vio.
Vio tak ingin mereka kembali bersiteru.
Oleh karena itu vio terpaksa berbohong .
Sedangkan dirumah Hendrik , Hendrik merasa aneh karena vio menutup telfon secara sepihak.
Dan hendrik mendengar tadi ada seperti suara laki laki , namun tak begitu jelas suara nya.
Hendrik mulai berpikir siapa laki laki itu.
" Baru aja pindah udah Bawak laki laki ke
__ADS_1
kost yang baru" ucap Hendrik yang mulai
cemburu lagi.